Bisnis Tanaman Herbal, Peluang Usaha Masa Sekarang

Tanaman Herbal, Peluang Usaha Masa Sekarang

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/09/2020). Pandemi Covid-19, petani herbal menuai untung tersendiri. Tercatat jahe, kunyit, temulawak dan tanaman herbal lainnya banyak diburu pelanggan.

Tercatat meningkatnya permintaan tanaman herbal diberbagai startup pertanian seperti Tanihub, Sayurbox, dan Tukangsayur.co, menunjukkan pendapatan petani herbal menjadi bertambah.

“Mencapai 300 kali lipat, jika dibandingkan dengan sebelumnya,” kata Head of Trade Procurement TaniSupply Abednego Gunawan kepada media, dalam keterangannya, Kamis (10/09/2020).

Pelanggan kebanyakan memesan produk yang dinilai dapat meningkatkan daya tahan tubuh, seperti empon-empon.

Grup Tanihub melaporkan telah menggaet sekitar 35 ribu petani. Khusus tanaman herbal, perusahaan mendapatkan pasokan dari beragam daerah seperti Lampung, Ponorogo, dan Jawa Barat.

Menurut VP of Corporate Services TaniHub Group Astri Purnamasari, pendapatan mitra petani meningkat 50% setelah bergabung, sementara produktivitasnya naik 30%.

Sementara itu di Sayurbox, saat pandemi, penjualan tanaman herbal jenis tanaman herbal yang diminati konsumen yakni jahe, kunyit, dan lengkuas meningkat hingga 10 kali lipat. Sejauh ini, peningkatannya sekitar tiga kali lipat.

“Stabil di angka ini,” kata Head of Communications Sayurbox Oshin Hernis.

Sayurbox melaporkan saat ini menggaet sekitar 1.000 petani. Dan tanaman herbal lebih banyak didapat dari mitra asal Jakarta, Bali, dan Surabaya.

Hal yang sama juga dialami Tukangsayur.co. Penjualan meningkat dan tercatat produk yang paling diminati yaitu jahe merah, kayu manis, temulawak, empon-empon.

“Meningkat enam hingga tujuh kali saat awal-awal terjadinya corona. Saat ini cenderung menurun,” kata Co-founder sekaligus COO Tukangsayur.co Endang Ahmad, dalam keterangannya.

Tokopedia juga mengalami hal yang sama, tercatat penjualan 60 ton jahe dalam sebulan, ketika berita kasus Covid-19 pertama kali beredar di Indonesia.

Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah (pemda) sejauh ini mendorong paara petani memasarkan hasil panennya melalui media online.

Melonjaknya permintaan berdampak positif terhadap pendapatan petani. Kelompok Wanita Tani Mekar Wangi di desa Dataran Kempas, Jambi misalnya, mencatatkan peningkatan produksi dari 150-200 kilogram menjadi 350 kilogram per bulan selama pandemi.

Kelompok petani binaan Asia Pulp & Paper Sinar Mas itu juga mengolah tanaman herbal menjadi serbuk, serta makanan dan minuman berbahan dasar jahe. Produk ini telah didistribusikan ke beberapa kabupaten di Jambi, Sumatera Selatan, Riau, dan Jakarta. Penyaluran itu melalui pemesanan langsung, online, dan minimarket.

“Sejak pandemi, banyak orang mencari jahe. Pendapatan kami pun naik hingga 50%,” kata Ketua Kelompok Wanita Tani Mekar Wangi Rita Ayuwandari, saat siaran pers, Mei lalu (13/05/2020).

Dalam rangka memenuhi permintaan pasar, sebagian petani di Dataran Kempas juga beralih dari menanam sawit menjadi jahe. Kelompok itu juga bekerja sama dengan petani di desa tetangga untuk menyediakan bahan baku.

Di Desa Argo mulya Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul, tanaman herbal seperti kunir putih di berdayakan untuk kemanfaatannya. Melalui hasil penelitian yang lama, tanaman rimpang tersebut kini mampu di produksi oleh Ibu Dwiyati Pujimulyani sehingga memiliki nilai ekonomis yang membawa kemanfaatan. Selain itu hasil penelitian beliau tersebut mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh warga masyarakat pada umumnya.

“Saya bersama suami biasa mengkonsumsi kunir putih setiap hari, biasanya saya meminum 3 kapsul per hari. Dampak terhadap tubuh rasanya lebih nyaman dan enak,” ungkap Ibu Lia kepada awak media konfirmasi times pada Minggu 30 agustus 2020, ketika bertemu di kediaman Ibu Dwiyati Pujimulyani untuk membeli herbal tersebut.

Selain itu juga mampu meningkatkan perekonomian warga masyarakat dengan diberdayakan untuk mengolah kunir putih itu. Tidak kurang lebih dari 40 warga masyarakat sekitar khususnya kaum ibu – ibu, ikut andil dalam pengolahan kunir putih menjadi obat yang berguna. Sayang sekali ketika awak media konfirmasi times datang kekediaman beliau yang asri di daerah Plawonan, Argo mulya, Sedayu, beliau tidak ada di tempat.

Pemberdayaan warga masyrakat untuk mengolah kunir putih
Pemberdayaan warga masyrakat untuk mengolah kunir putih

Namun awak media konfirmasi times sempat bertemu dengan Tri Indarto, salah satu pegawai dari ibu Dwiyati Pujimulyani. Kepada awak media konfirmasi times, Tri Indarto mengatakan bahwa pemanfaatan kunir putih tersebut tidak lepas dari keberhasilan  Ibu Dwiyati meneliti kunir putih beserta kandungan di dalamnya bagi kesehatan tubuh manusia.

“Pemanfaatan kunir putih ini di berdayakan, karena selama ini Ibu Dwiyati meneliti kandungan kunir putih bagi kesehatan manusia”, ujar Tri Indarto pada awak media konfirmasi times.

“Saat ini warga sekitar yang ikut membantu pengolahan kunir putih disini ada lebih dari 40 warga yang mayoritas para ibu – ibu di sekitar daerah sini”, ujarnya lebih lanjut.

Mengenal lebih jauh jenis tanaman herbal, empon-empon

Tanaman empon-empon dikenal menghasilkan rimpang yang digunakan sebagai bumbu dapur, bahan makanan dan minuman, kosmetik, dan bahan baku jamu serta obat herbal. Pemanfaatannya pun mudah. Ada yang tinggal diiris lalu dimasukkan ke dalam masakan, diparut, dan ditumbuk langsung. Ada banyak ragam masakan tradisional yang tidak meninggalkan empon-empon untuk penyedap dan pewarna. Di toko-toko telah beredar permen, minuman serbuk, dan olahan pangan yang memakai bahan empon-empon. Dalam dunia kecantikan, ada yang menggunakan lulur berbahan kunyit untuk perawatan kulit. Sebagai jamu yang dikenal manfaatnya, empon-empon memiliki khasiat untuk mencegah ragam penyakit. Hasil tanaman ini memiliki kandungan metabolit sekunder seperti gingiro pada jahe dan santoriso pada temulawak yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kendati demikian, mengonsumsi jamu tidak berarti bisa menyembuhkan penyakit, namun lebih ke arah pencegahan. Kalau pun ada, biasanya hanya untuk meredakan rasa kurang enak badan. Namun, jika hasil empon-empon sudah diproduksi menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT) atau yang lebih tinggi adalah fitofarmaka yang sudah diuji klinis pada manusia, maka khasiatnya sudah bisa dinyatakan sebagai obat atau penyembuh. Beberapa produsen modern di Indonesia sudah memproduksi OHT dan beberapa fitofarmaka dengan berbagai merek.

Potongan Temulawak
Potongan Temulawak

Di Indonesia, tanaman empon-empon menjadi prioritas pengembangan tanaman obat, di antaranya adalah jahe, kunyit, laos/lengkuas, dan kencur. Meskipun peluangnya luar biasa untuk bersaing dengan negara lain dalam hal tanaman obat, masih ada banyak kendala dalam produksi. Empon-empon memang tidak sepopuler hasil bumi lain yang umumnya berupa bahan pangan pokok atau buah dan sayuran sehingga belum banyak dibudidayakan secara luas. Kegiatan budidaya tanaman empon-empon memang belum dilakukan secara profesional.

Sebagian besar bahan bakunya berasal dari tumbuhan liar, hutan, atau hasil pekarangan. Minimnya bimbingan dan pelatihan terhadap para petani empon-empon membuat kualitas tanaman ini kurang bisa dijaga. Lalu, penelitian ilmiah untuk pengembangan produk herbal juga masih minim. Anggaran biaya untuk usaha agribisnis, khususnya tanaman empon-empon, seharusnya mendapat porsi yang besar dan optimal agar skalanya bisa meningkat. Semua hal tersebut bisa diatasi apabila ada perhatian yang lebih terhadap budidaya dan pemanfaatan tanaman empon-empon, baik oleh pemerintah maupun masyarakat luas.

Berikut ini adalah penjelasan tentang empat jenis empon-empon yang menjadi prioritas:

a. Jahe

Jahe

Jahe memiliki rasa pedas karena senyawa keton bernama zixngeron. Berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkan mabuk perjalanan, menghangatkan badan, mencegah kanker, dan mengurangi peradangan serta nyeri. Kari ayam adalah salah satu masakan yang memakai bumbu jahe.

b. Kunyit

kunyit

Kunyit dikenal mampu memberi warna kuning alami pada makanan sekaligus sebagai bumbu dapur. Kunyit bisa menghilangkan bau amis pada masakan. Sebagai perawatan kulit, kunyit bisa dicampur dalam lulur. Kunyit memiliki khasiat sebagai anti oksidan, anti inflamasi, anti tumor, anti mikroba, pencegah kanker, penurun kolesterol, dan pembersih darah.

c. Laos/Lengkuas

laos lengkuas

Ada beragam masakan tradisional yang memakai laos sebagai bumbu dapur. Biasanya dikeprak dahulu sebelum digunakan. Lengkuas berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, penurun tekanan darah tinggi, dan meningkatkan kesuburan pria.

d. Kencur

kencur

Kencur dapat menambah nafsu makan, meredakan influenza, masuk angin, diare, batuk, memperlancar haid, dan penambah stamina. Kencur juga bermanfaat untuk bumbu dapur dan bahan makanan yang sedap. Kencur mengandung minyat atsiri dan alkaloid yang berfungsi sebagai stimulan.

Di tengah adanya ancaman virus dan kesadaran kembali ke alam, permintaan akan empon-empon semakin meningkat. Salah satu yang menjadi masalah dalam konsumsi adalah keamanan produk. Ada beberapa produk herbal yang ternyata dicampur dengan bahan kimia yang berbahaya jika terus dikonsumsi. Hal ini sulit dihindari sehingga harus ada edukasi terhadap konsumen dalam konsumsi produk berbahan empon-empon ini. Dengan begitu, masyarakat bisa terhindar dari konsumsi zat-zat berbahaya. Perlu adanya pengawasan dan pengujian terhadap produk herbal yang beredar di masyarakat agar bisa terjamin keamanannya. Harus ada langkah preventif dalam menyikapi peredaran produk berbahaya dan siapa pun yang melakukan tindak kejahatan dalam produk herbal harus ditindak tegas.

Selain industri modern yang besar, masih banyak yang menggunakan cara-cara tradisional dalam mengolah empon-empon menjadi sebuah produk yang umumnya beredar di toko-toko kecil dan sedang. Produsen kecil dan menengah memiliki sumber daya dan peralatan terbatas sehingga jangkauan dan jumlah produksi tidak begitu besar. Produk jamu yang biasa dikemas dalam cairan atau bubuk tetap menjadi produk olahan empon-empon terpopuler. Jamu dipandang sebagai produk kesehatan yang alami dan aman, produk warisan leluhur yang telah terjamin manfaatnya, kandungannya yang alami, dan harga yang terjangkau. Untuk terus mengembangkan produksi tanaman ini, harus ada dorongan terhadap pihak swasta oleh pemerintah agar bisa bekerja sama dengan petani tanaman empon-empon secara lebih efektif dan efisien. Produsen kecil dan menengah juga perlu diberi penyuluhan supaya pengolahannya lebih baik dan turut mencukupi kebutuhan produk herbal masyarakat.

Warisan leluhur tentang pengolahan dan pemanfaatan tanaman empon-empon perlu dijaga dan diwariskan. Jangan sampai generasi yang akan datang tidak tahu bahwa Indonesia punya tanaman empon-empon yang punya ragam manfaat. Sudah harus menjadi kesadaran agar manusia bisa mengonsumsi ragam olahan dan menjaga kesehatan dengan memanfaatkan kebaikan alam, khususnya dalam hal ini adalah empon-empon. Tidak perlu lahan yang luas untuk menanam empon-empon. Cukup beberapa meter saja, beberapa jenis tanaman empon-empon sudah bisa tumbuh dengan baik. Dan jika dimanfaatkan dengan baik, tentu berpotensi untuk memberi pengaruh besar bagi kehidupan manusia dan pembangunan ekonomi Indonesia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Sudah Dikonstruksi Lima Jembatan Tol di Bengkulu – Lubuk Linggau

Read Next

Baznas dan Pita Merah Beri Bantuan Kepada Anak Penderita HIV