Bisnis Ini Bakal Terancam Saat PSBB Total

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/09/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total mulai Senin 14 September 2020.

Kebijakan tersebut dinilai akan semakin memperparah keuangan emiten pengelola pusat perbelanjaan yang dilaporkan telah jatuh sejak semester I tahun ini.

Sebelumnya 197 mal di Jakarta terpaksa tutup sejak diberlakukannya PSBB pada bulan April. Hingga Juni mal kembali diperbolehkan untuk dibuka.

Meski begitu, pengunjung masih sepi hingga membuat pengusaha resah, karena pendapatannya sudah tergerus besar tahun ini.

Dilaporkan Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) tengah berupaya melobi Pemprov DKI untuk melonggarkan kebijakan tersebut.

Wakil Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja dalam keterangannya mengatakan, pelaku usaha saat ini masih berupaya semaksimal mungkin untuk bertahan di tengah pandemi.

“Tapi kalau kondisi semakin memburuk, tidak tertutup kemungkinan terpaksa akan terjadi lagi efisiensi tenaga kerja,” kata Alphonzus kepada media, Selasa (08/09/2020).

Pandemi Covid-19 dan kebijakan PSBB dinilai telah membuat pendapatan perusahaan pengelola pusat perbelanjaan anjlok. Perhitungan APPBI, transaksi di pusat perbelanjaan mencapai 12 triliun dalam satu bulan. 

Penurunan pendapatan sudah terlihat dari laporan keuangan emiten pengelola pusat perbelanjaan sepanjang semester I-2020.

Pendapatan atau penjualan hampir seluruh emiten pengelola pusat perbelanjaan tercatat menurun sepanjang semester I-2020.

Dari 10 emiten, hanya Lippo Cikarang yang terlihat mengalami peningkatan. Namun, peningkatan penjualan Lippo Cikarang bukan dari bisnis mal.

Sekitar 66,3% penjualan perseroan disumbang oleh penjualan rumah hunian dan apartemen.

Direktur PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) Tulus Santoso dalam keterangannya mengatakan pendapatan dari bisnis pusat perbelanjaan perusahaannya turun lebih dari 50% pada semester I-2020. Penurunan tersebut terjadi karena dalam enam bulan pertama tahun ini, pusat perbelanjaan yang dikelola Ciputra hanya bisa beroperasi bulan. Dua bulan Sepanjang April dan Mei 2020, pusat perbelanjaan Ciputra tidak bisa beroperasi akibat kebijakan PSBB yang diberlakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kami patuh menjalankan protocol kesehatan, termasuk mengikuti arahan yang ditentukan pemerintah terhadap operasional mal,” kata Tulus kepada media, Jumat (11/09/2020).

Sementara itu keterangan lain dari Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) Minarto Basuki menyampaikan sumber pendapatan perusahaan terbagi dua. Pertama, recurring, yakni bisnis pusat perbelanjaan, perkantoran, dan hotel. Kedua, development, yakni perumahan, apartemen, dan penjualan perkantoran. “Kedua sumber itu selama ini balance (seimbang) di kisaran 50:50 terhadap total pendapatan perusahaan,” kata Minarto.

Di antara kedua sumber pendapatan tersebut, recurring yang paling berdampak dari kebijakan PSBB yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta.

Pengelola mal Kota Casablanca dan Gandaria City juga tercatat mengalami penurunan pendapatan Semester I-2020 hingga 43,7%, menjadi 1,97 triliun. Minarto mengatakan semua pengelola mal pasti berharap mal masih bisa tetap buka.

Kinerja Saham Emiten Pengelola Mal Pergerakan saham emiten-emiten sepanjang tahun ini anjlok sangat dalam. Dari 10 emiten, seluruhnya mencatat penurunan harga saham. Penurunannya sejak awal tahun hingga 11 September tahun ini berada dalam rentang 10-73%. Matahari Departement Store tercatat mengalami penurunan paling besar, yakni 73,04%. Sementara saham emiten yang penurunannya rendah hanya Megapolitan Development, yakni 10,7%. Anjlok harga saham-saham emiten pengelola pusat perbelanjaan ini salah satunya terkait kinerja keuangan yang rendah sepanjang tahun ini.

Christine Natasya selaku Analis Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan membeli saham-saham emiten pengelola pusat perbelanjaan pada saat harga yang sedang rendah saat ini.

“Karena kami melihatnya untuk 2021. Tidak mungkin PSBB diberlakukan hingga tahun depan,” kata Christine kepada media, Jumat (11/09/2020).

Walau begitu, masih ada peluang harga saham-saham pengelola pusat perbelanjaan bisa naik tahun ini. Kenaikan saham saham tersebut bisa terjadi jika ada sentimen positif, salah satunya kebijakan pemerintah. Menurutnya sentimen positif bisa terjadi jika pemerintah merelaksasi PSBB.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Terlibat Kasus Suap PLTU, Idrus Marham Bebas Murni

Read Next

Bantuan Subsidi Internet, Kemendikbud Diminta Lebih Bijak