KPU Blitar Di Teror, Petugas Trauma

kpu blitar

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/09/2020). Di Blitar, menjelang proses penetapan Pasangan Calon Wali Kota, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kota Blitar di teror.

Akibatnya, dilaporkan sejumlah petugas penyelenggara di tingkat bawah alami trauma psikis, sebagian yang lain hingga takut untuk bekerja dalam lanjutan tahapan Pilwali Blitar 2020.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rangga Bisma Aditya melalui keterangan tertulis, Kamis (10/09/2020) malam membenarkan peristiwa teror tersebut hingga memakan korban mengalami gangguan psikis.

“Mengakibatkan adanya gangguan psikis terhadap beberapa penyelenggara dalam melaksanakan tahapan yang sedang dijalankan,” kata Rangga.

Selanjutnya, setelah kejadian teror tersebut, KPU Blitar berencana akan melakukan konsultasi dengan aparat Kepolisian Resor (Polres) Blitar Kota. Selain itu, KPU juga akan membawa sejumlah bukti terkait teror tersebut dalam rangka laporan ke polisi.

“Kami akan berkonsultasi sambil membawa sejumlah alat bukti kepada pihak Polres Blitar Kota,” lanjut Rangga.

Bentuk Teror dan Kronologi

kpu blitar teror

Oleh orang tidak dikenal, KPU Kota Blitar dilaporkan dikirimi kembang setaman dan boneka kertas dengan tusukan jarum di bagian belakang.

Motif pengiriman tersebut ke Kantor KPU yang diketahui beralamat di Jalan Pemuda Sumpomo, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini belum jelas apa motifnya.  

Ketua KPU Kota Blitar Choirul Umam dalam keterangannya mengatakan teror di kantor KPU Blitar dimulai pada Senin (07/09/2020). Sejauh ini, beberapa Komisioner KPU yakni Choirul Umam, Rangga Bisma Aditya dan Hernawan M Habib baru saja mengikuti musyawarah sengketa pemilu di Bawaslu Kota Blitar. 

Selepas kegiatan yakni sekitar pukul 23.00 WIB, ketiga komisioner menemui kuasa hukum termohon di salah satu rumah makan di Kota Blitar untuk mendiskusikan perkembangan sengketa. Selanjutnya, pada Selasa 8 September pukul 00.55 WIB mereka pulang ke kediaman masing-masing.

“Setelah agenda itu, Pak Rangga akan berangkat ke Malang untuk mendampingi tes kesehatan Bapaslon. Kami kemudian pulang ke rumah masing-masing. Pak Habib pulang diantar oleh Mas Aris sopir KPU. Sementara saya dan Pak Rangga pulang ke Sananwetan,” jelas Umam, dalam keterangannya, Jumat (11/09/2020). 

Selesai mengantar komisioner pulang ke rumahnya, Aris kembali ke kantor KPU Kota Blitar. Dia tiba di kantor KPU sekitar pukul 01.08 WIB dini hari. 

Aris kemudian melihat barang aneh berbentuk bunga setaman dan boneka kertas berbentuk orang ditusuk jarum di bagian belakang. Barang tersebut tergeletak sekitar tiga meter dari pintu gerbang KPU Kota Blitar. Posisinya tepat berada di halaman kantor. 

“Mas Aris kemudian memberitahu satpam. Keduanya kemudian menjadi saksi barang bukti teror. Mas Aris juga mendokumentasikan kejadian ini dan dikirim ke saya dan Pak Habib. Saya waktu itu langsung bereaksi kaget dan meminta teman-teman untuk pasrah saja dan terus berdoa memohon keselamatan,” kata Aris.

Benda tersebut dibiarkan tergeletak hingga pagi di halaman Kantor. Benda tersebut kemudian dimusnahkan pada sekitar pukul 07.00 WIB, atas perintah Sekretaris KPU Kota Blitar Edy Winarno,

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Persiapan Pembangunan, Sosialisasi Tol Jambi-Rengat Dimulai

Read Next

Aset Nurhadi Sulit Dilacak