BPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Digunakan Untuk Memeras

BPK Ungkap Hasil Pemeriksaan Digunakan Untuk Memeras

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/09/2020). Laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kerap disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memeras orang atau kelompok tertentu, termasuk kepala daerah.

Hal tersebut dinyatakan oleh Anggota BPK Achsanul Qosasi.

“Berkali-kali kami sudah mendapatkan komplain dari beberapa pihak karena hasil pemeriksaan itu digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, misalnya memeras kepala daerah segala macam,” kata Achsanul Qosasi dalam diskusi publik yang digelar Ombudsman secara daring di Jakarta, Kamis (10/09/2020).

Pihak-pihak tak bertanggung jawab tersebut, padahal tidak mengetahui substansi dari laporan pemeriksaan yang dikeluarkan oleh BPK.

Achsanul mengatakan, BPK saat ini lebih memilih untuk menyampaikan laporan mereka kepada DPR melalui berkas dalam bentuk hardcopy dan softcopy.

“Kami tidak melayani satu per satu permintaan rakyat karena akan kerepotan bagi kami apabila semua perorangan datang ke BPK meminta laporan,” ujar Achsanul.

Lebih lanjut, menurutnya dengan memberikan kepada DPR, masyarakat yang ingin memperoleh laporan BPK bisa langsung menghubungi para wakil mereka di parlemen.

“Siapa pun yang berkepentingan sebenarnya terhadap pemeriksaan BPK, wakilnya sudah memiliki. Wakil rakyat bapak ibu semua sudah memiliki ada di DPR,” ujar Achsanul.

Namun, dia mengakui masih terdapat sejumlah masyarakat yang masih datang langsung kepada BPK untuk meminta laporan tersebut.

Terhadap hal yang demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya masih tetap memberikan pelayanan dengan lebih selektif dan berhati-hati.

“Cuma memang kami hati-hati untuk memberikan laporan ini kepada orang-orang,” katanya.

Perlu diketahui, selain menyampaikan pemeriksaan ke DPR, setiap enam bulan BPK wajib menyampaikan hasil pemeriksaannya kepada Presiden RI sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan terhadap program-program yang dijalankan oleh seluruh kementerian dan lembaga.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lagi, Rupiah Melemah ke Level Rp15.000

Read Next

Hore! Cair Hari Ini, Subsidi Gaji Untuk 3,5 Juta Pekerja