Pergerakan Penumpang Pesawat Tidak Berdampak Signifikan Meski PSBB Total

Wajib Punya SIKM: Semua Penumpang yang Mendarat di Bandara Soetta

Konfirmasitimes.com-Jakarta (10/09/2020). PSBB Total di Jakarta diperkirakan tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan penumpang di 19 bandara, termasuk di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kata PT Angkasa Pura/AP II.

Sebagaimana diketahui penerapan PSBB di DKI Jakarta berlaku mulai pekan depan, yakni 14 September 2020.

Adapun pada bulan ini (1–8 September 2020), rata-rata pergerakan penumpang di 19 bandara PT Angkasa Pura II sebanyak 66.032 orang/hari. Khusus di Bandara Soekarno-Hatta rata-rata pergerakan penumpang mencapai 38.852 orang/per hari.

“PSBB penuh di DKI Jakarta pada 14 September nanti ditetapkan setelah ada angka psikologis baru pergerakan penumpang di tengah pandemi. Hal ini berbeda ketika PSBB diterapkan pertama kali yaitu tidak jauh ketika penerbangan di dalam kondisi normal, sehingga terjadi penurunan pergerakan penumpang pada April 2020 cukup signifikan,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II (persero), Muhammad Awaluddin, dalam keterangannya, Kamis (10/09/2020).

Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan juga mulai terjaga berkat berjalannya protokol kesehatan secara ketat yang dijalankan PT Angkasa Pura II dan stakeholder antara lain maskapai, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes), dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.

Lebih lanjut, Awaluddin menuturkan, saat ini kondisi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta masih berada di dalam koridor regulasi yang ditetapkan sesuai dengan Surat Edaran Ditjen Perhubungan Udara Nomor SE 13/2020.

Berdasarkan surat edaran tersebut, jumlah penumpang waktu sibuk di terminal bandara maksimal 50 persen. Sementara itu, di Soekarno-Hatta rata-rata baru 35 persen dari kapasitas. Adapun load factor dibatasi maksimal 70 persen, sementara jumlah penumpang pesawat yang berangkat dari Soekarno-Hatta saat ini rata-rata berkisar 52 – 54 persen dari kapasitas pesawat.

“Melihat data-data yang ada, Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih sangat optimal dan maksimal dalam beroperasi dengan mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi ini,” jelas Awaluddin.

Operasional seluruh bandara PT Angkasa Pura II juga memenuhi Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 41/2020 tentang Perubahan Atas Permenhub No. 18/2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Peraturan lain yang menjadi pegangan operasional bandara PT Angkasa Pura II adalah Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9/2020 Tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 7/2020 Tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ekspor Kerapu Makin Cerah di Kepulauan Anambas

Read Next

Pemain Game of Thrones Diana Rigg Meninggal