Kejagung Belum Temukan Aliran Suap Pinangki ke Pihak Ini

Jaksa Pinangki

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/09/2020). Kejaksaan Agung (kejagung) belum berhasil sepenuhnya membongkar seluruh aliran dana suap dari Djoko Tjandra meskipun Jaksa Pinangki Sirna Malasari telah diperiksa.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah dalam keterangannya mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan keterkaitan dalam bentuk aliran dana dari Jaksa Pinangki kepada mantan Jaksa Agung Muda bidang Intelijen Jan S Maringka.

“Tidak ada, sampai sekarang tidak ada,” kata Febrie kepada wartawan di Gedung Bundar, Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (08/09/2020).

Febrie pun mengatakan uang suap yang diterima Pinangki dari Djoko Tjandra memang tersebar ke sejumlah pihak.

Sementara ini, pihaknya baru mengetahui uang itu salah satunya disebar kepada pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, sebesar Rp500 juta.

“Hingga saat ini fakta hukum masih dikuasai oleh Pinangki. Karena ini kan uang muka, terus ribut dia kan gak jadi kemudian beralih PK ke Anita,” ujar Febrie.

Sebagai informasi, nama Jan S Maringka belakangan disebut-sebut lantaran juga kedapatan berkomunikasi dengan Djoko Tjandra saat masih berstatus buron.

Pada akhir Juli lalu pun, Jan telah dicopot dari jabatannya. Dia dimutasi menjadi Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Posisi Jamintel kini dipegang Sunarta yang sebelumnya menjabat sebagai Jaksa Agung Muda bidang Pidana Umum (Jampidum).

Jan pun disebut Komisi Kejaksaan telah mengakui komunikasi tersebut saat dimintai klarifikasi pada Kamis (03/09/2020), terkait dengan laporan masyarakat yang diterima pihaknya.

“Ada 2 kali [komunikasi telepon Maringka ke Djoko Tjandra], kalau tidak salah tanggal 2 dan 4 Juli 2020,” kata Ketua Komjak Barita Simanjuntak.

Barita mengatakan dari keterangan yang diberikan komunikasi tersebut dilakukan Maringka dengan dalih untuk operasi Intelijen. Kepada Komjak, Maringka mengaku pihaknya berusaha untuk membuat Djoko Tjandra kembali ke Indonesia untuk dieksekusi.

Dalam perkara ini, Pinangki diduga mendapat uang senilai Rp7 miliar untuk mengurus fatwa MA. Dalam perjalanannya, terungkap bahwa Pinangki dibantu eks Politikus Partai NasDem Andi Irfan Jaya untuk mengajukan proposal itu. Andi yang dipecat dari NasDem setelah ditetapkan jadi tersangka itu digadang-gadang menjadi perantara suap antara Djoko Tjandra dengan Pinangki.

Kasus yang menjerat Jaksa Pinangki diketahui sudah masuk ke Tahap I. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menyatakan berkas perkara telah diserahkan ke penuntut umum.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Provinsi Babel Menjadi Tuan Rumah Bersama Popnas XVI 2021

Read Next

Pohon Pinago Tangkal Ancaman Abrasi dan Tsunami di Pantai Pariaman