Alfred Riedl Meninggal di Usia 70 Tahun

Alfred Riedl

Konfirmasitimes.com-Jakarta (08/09/2020). Sepak bola Austria dan Indonesia sedang berduka. Alfred Riedl meninggal karena kanker pada malam hari dari Senin hingga Selasa. Mantan bos tim Austria itu dirawat dengan penuh kasih oleh istrinya Jola hingga akhir hayat. Alfred tutup usia di umur 70 tahun dan meninggalkan dua anak yang sudah dewasa, Kurier melaporkan.

Alfred Riedl diketahui sukses berkarir di dunia sepak bola mulai dari sebagai pemain dan kemudian sebagai pelatih. 

Striker itu dua kali juara bersama Austria dan direkomendasikan sebagai pencetak gol terbanyak pada tahun 1972 untuk luar negeri. Di Belgia, Alfred Riedl mencapai status yg dipuji pada tahun 1970-an: Dia menyerbu St. Truiden, Royal Antwerp dan Standard Liège dan merupakan salah satu striker terbaik di liga Belgia pada saat itu. Pada tahun 1975 ia memenangkan sepatu perunggu untuk pencetak gol terbaik ketiga di klub sepak bola Eropa.

Empat pertandingan internasional

Fakta bahwa Alfred Riedl hanya membuat empat penampilan internasional terutama karena persaingan yang ketat dalam serangan Austria. Dengan Hans Krankl, Walter Schachner, Franz Oberacher atau Kurt Welzl, tim ÖFB memiliki banyak striker yang sempurna pada saat itu.

Di Indonesia sendiri, nama  Alfred Riedl sudah tidak asing karena tercatat, pelatih asal Austria ini pernah bergabung di Persebaya selain sebelumnya menangani Timnas Indonesia.

Sejak memulai karier sebagai pelatih pada 1989, mantan striker Timnas Austria itu pernah jadi pelatih timnas di enam negara.

Masing-masing adalah Austria (1990-1991), Lichtenstein (1997-1998), Vietnam (1998-2000, 2003-2004, 2005-2007), Palestina (2004-2005), Laos (2009-2010), dan terakhir Indonesia (2010-2011, 2013-2014, 2016).

Alfred Riedl pernah menangani sembilan klub, di enam negara yang berbeda dan belum mencatatkan prestasi mengesankan. Dia memulainya dengan melatih klub asal negaranya, Wiener SC, yang berkompetisi di kasta tertinggi Austria pada 1989-1990.

Oleh Riedl, klub tersebut finis peringkat ke-11 dari 12 kontestan. Wiener juga hanya meraup 11 poin dari 12 sehingga tidak bisa melaju ke babak perebutan juara.

Selanjutnya, Alfred pindah ke Favoritner SC, klub kasta kedua Austria, selama dua musim pada 1991-1993. Di musim pertama, dia gagal membawa klubnya masuk promosi. Musim kedua lebih baik, dengan masuk play-off promosi, meski Favoritner gagal juga mendapat slot ke kasta tertinggi.

Masih di Austria, pria yang semasa bermain membukukan empat caps untuk Timnas Austria itu menangani klub kasta kedua, yaitu SC Obewart. Belum sampai musim 1993-1994 rampung, dia hengkang saat tim itu di papan bawah.

Di musim yang sama, Alfred Riedl mengembara ke Afrika dengan menerima pinangan dari klub kasta teratas Maroko, Olympique Khouribga. Tak sampai merampungkan musim 1994, dia memutuskan pergi dan klub tersebut terdegradasi.

Alfred Riedl kemudian menjadi globetrotter hebat sebagai pelatih. Setelah menghabiskan satu tahun sebagai bos tim Austria – orang Wina mewarisi Josef Hickersberger setelah kekalahan 1-0 melawan Kepulauan Faroe pada musim gugur 1990 – pekerjaan kepelatihan membawanya ke sepuluh negara.

Riedl adalah pemimpin tim di tujuh negara, termasuk Liechtenstein, Vietnam, Laos, dan Indonesia. 

Berikut Profil dari Alfred Riedl:

Nama Lengkap: Alfred Riedl
Tanggal Lahir: 2 Nopember 1949
Tempat Lahir: Vienna, Austria

Karir Kepelatihan:

1989–1990: Wiener Sport-Club
1990–1991: Austria
1991–1993: Favoritner AC
1993–1994: Olympique Khouribga
1994–1995: El Zamalek
1997–1998: Liechtenstein
1998–2000: Vietnam
2001: Khatoco Khánh Hòa
2001–2003: Al Salmiya
2003–2004: Vietnam
2004–2005: Palestine
2005–2007: Vietnam
2008–2009: Hải Phòng
2009–2010: Laos
2010–2011: Indonesia
2011–2012: Laos (Direktur Teknik)
2012–2013: Visé (Head of Youth Development)
2013–2014: Indonesia
2015: PSM Makassar
2016: Indonesia
2019: Persebaya

Ucapan duka mendalam Alfred Riedl Meninggal banyak beredar di media sosial hingga trending di Twitter.

“Selamat jalan Coach Alfred Riedl Terimakasih pernah memberikan kontribusi luar biasa bagi Timnas,” tulis @yayang_apr.

“Innalillahi wainnailaihi roji’un. Selamat jalan Opa Alfred Riedl. Pelatih timnas terbaik yg pernah gue lihat. Doi bisa kasih yg terbaik ditengah semrawutnya dunia bola di Indonesia kala itu. Rest in peace Opa,” tulis @achmujib.

“urut berduka cita atas meninggalnya mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl pada hari ini (Selasa 08.09.2020) di usia 70 tahun,” tulis @hangseng2000.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Semakin Menggeliat, Masker Sebagai Peluang Usaha Kekinian

Read Next

Kejagung Gelar Perkara Kasus Jaksa Pinangki, KPK Turut Dilibatkan