Terancam Sanksi Denda dan Kurungan Jika Tidak Patuhi Protokol Kesehatan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (06/09/2020). Kepolisian Daerah Sumatera Barat mendukung penuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang disusun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat.

Raperda yang mengatur tentang adaptasi kebiasaan baru tersebut telah disampaikan oleh Pemprov kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatra Barat.

Jika disahkan, Perda tersebut akan memuat sanksi berupa denda dan kurungan bagi yang tidak mentaati protokol kesehatan Covid-19, seperti tidak memakai masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan.

Raperda tersebut akan dikebut pembahasannya dan direncanakan disahkan menjadi Perda pada 11 September 2020 mendatang.

Menanggapi Raperda tersebut, Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya terkait Raperda tersebut.

Menurut Kapolda walau hanya kurungan dalam satu atau dua hari dan denda, ini perlu dilakukan pada mereka yang betul-betul tidak patuh pada protokol kesehatan.

Menurutnya, masyarakat kita punya karakter sendiri, jadi perlu penegasan untuk menegakkan peraturan.

“Ini memang kami telah kami minta pada Pemerintah Provinsi, pada waktu Maklumat Kapolri keluar, karena Maklumat Kapolri tidak cukup untuk kita bertindak,” katanya di Mapolda Sumbar, Jumat (04/09/2020).

Kapolda menyebutkan, agar Pemprov Sumbar tetap melakukan evaluasi kegiatan, terutama evaluasi penambahan jumlah Covid-19 yang cukup tinggi akhir-akhir ini.

“Kami yakin dengan langkah-langkah yang dilakukan tersebut kita mampu menekan penyebaran Covid-19. Apalagi Sumbar telah diapresiasi oleh Bapak Presiden dan Bapak Mendagri dalam penanganan Covid-19,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pilkada 2020; Bupati Karawang Kena Tegur

Read Next

Festacap Sebagai Ajang Kreasi Mahasiswa Cilacap Dalam Melestarikan Budaya Daerah