Harga Waluh Turun, Petani Blora Mengeluh

Konfirmasitimes.com-Jakarta (06/09/2020). Harga labu kuning (waluh) yang dipanen hanya memiliki nilai jual antara Rp800,00 hingga Rp1.000,00 per kg. Turunnya harga tersebut membuat Petani di Kecamatan Blora, Kabupaten Blora Jawa Tengah mengeluh.

“Harga waluh tak seranum dan sebagus dengan buahnya. Daripada tidak laku, saya jual sesuai harga yang dipatok pedagang,” kata Sukarno, petani waluh Dusun Dumpul, Desa Kamolan, Kecamatan Blora, dalam keterangannya, Sabtu (05/09/2020).

Menurutnya, lebih kurang 1 hektare sawahnya ditanami waluh ketika memasuki musim kemarau tahun ini, hingga selang beberapa bulan kini mulai panen.

“Saya tanam waluh, yang mudah perawatan dan tidak butuh banyak air. Cukup pupuk kandang, buahnya besar. Tapi harganya turun drastis dibandingkan tahun lalu. Pada tahun lalu harga waluh bisa mencapai Rp3.000,00 per kg,” ungkap dia.

Sementara itu Rustamaji, seorang pedagang waluh mengatakan, waluh yang dibeli dari petani dikirim ke luar daerah seperti Grobogan dan Kudus.

“Harganya memang turun. Itu pun untuk yang buahnya tergolong bagus. Kalau yang biasa Rp800,00/kg,” kata dia.

Waluh dimanfaatkan untuk bahan membuat kue, jajanan dan campuran kolak.

Beberapa warga merebus waluh untuk menu tambahan keluarga karena kandungan gizi yang bermanfaat menyehatkan tubuh.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ditangkap Pakai Sabu, Reza Artamevia Menambah Deretan Musisi Terjerat Narkoba

Read Next

Kembangkan Wisata, PSM Padang Libatkan Warga