Pasca Diperiksa, Begini Reaksi Jaksa Pinangki

Jaksa Pinangki

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/09/2020). Sebagai informasi, Jaksa Pinangki diperiksa mulai pada Jumat (04/09/2020) pukul 10.17 WIB di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung.

Baru kemudian, Jaksa Pinangki diketahui keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 21.16 WIB.

Jaksa Pinangki yang terlihat memakai rompi Jampidsus berwarna pink dengan tangan yang diborgol. Pada pemeriksaan sebelumnya, Pinangki tidak pernah diborgol.

Selain itu, Jaksa Pinangki juga dikawal sejumlah aparat berbaju cokelat menuju ke mobil tahanan.

Ketika, awak media berusaha meminta keterangan dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Jaksa tersebut hanya memilih diam dengan mengangkat tangannya seraya meminta maaf.

Terbaru, Kejaksaan Agung menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari, Djoko Tjandra, dan Andi Irfan Jaya dengan pasal pemufakatan jahat. Ketiganya dikenai Pasal 15 UU Tindak Pidana Korupsi tentang pemufakatan jahat. 

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah dalam keterangannya mengatakan kerja sama antara Djoko Tjandra alias Joker dengan Jaksa Pinangki Malasari kandas di tengah jalan, saat perkara belum selesai.

Febrie melanjutkan, keduanya diduga melakukan pemufakatan jahat untuk mengatur fatwa di Mahkamah Agung terkait kasus yang menjerat Djoko Tjandra.

Namun Djoko Tjandra sudah menaruh curiga terhadap tawaran dari Pinangki.

Febrie menambahkan, sebelum memutus perjanjian, terpidana kasus hak tagih Bank Bali ini sudah memberikan uang muka sebesar US$ 500 ribu atau setara sekitar Rp 7,5 miliar kepada Jaksa Pinangki. Pengacara Djoko, Anita Kolopaking disebut mendapat bagian sebesar US$ 50 ribu dari Pinangki.

Menurut Febrie, Kejaksaan Agung hanya mengurus ihwal fatwa MA. Adapun ketika Djoko sudah diurus oleh Anita Kolopaking, itu merupakan ranah kasus di Badan Reserse Kriminal Polri.

“Iya jadi kami hanya sampai di Pinangki maju jualan fatwa. Anita setelah putus fatwa, masuk sendiri, nah itu sudah proses di Mabes Polri ya, jadi sudah beda uangnya,” kata Febrie.

Sebelumnya, Kuasa hukum Pinangki, Jefri Moses yang juga berada di lokasi membenarkan adanya agenda pemeriksaan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan waktu itu adalah lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya.

“Diperiksa sebagai tersangka lanjutan pemeriksan kemarin. Lanjutan yang kemarin doang. Saya belum tahu apa isinya,” katanya.

Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung sendiri, telah menetapkan Pinangki sebagai tersangka lantaran sebagai pegawai negeri diduga menerima hadiah dari Djoko Tjandra.

 
Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Jaksa Pinangki ditahan dengan tujuan kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kejaksaan Agung juga menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka dalam kasus ini. Pemberian hadiah diduga berkaitan dengan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA).

Dalam rangka menelusuri dugaan pencucian uang Pinangki, jaksa penyidik telah menggeledah beberapa lokasi. Salah satu barang bukti yang disita dalam penggeledahan tersebut adalah sebuah mobil mewah merek BMW milik Pinangki.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Sejumlah Perusahaan di Depok Ajukan Upah Minimum Sektoral Kota

Read Next

Pekan Depan, Wisatawan Bisa Menikmati Restoran Terapung Sungai Siak