Syaikhona Kholil Bangkalan, Inspirasi Anak Muda Masa Kini

Syaikhona Kholil Bangkalan, Inspirasi Anak Muda Masa Kini

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/09/2020). Syaikhona Kholil Bangkalan terkenal seorang wali mahsyhur dimasanya, mengapa? karena disebut-sebut mempunyai banyak karomah yang melekat pada diri beliau.

Serta sanad keilmuan khususnya ilmu Nahwu dan Tafsir Al-quran, serta Qiraat.

Usut punya usut, dulu ketika syekh Kholil belajar di Mekah, ia berhasil menulis Alfiyah selama 3 hari dan selanjutnya setelah selesai di jual kepada santri dan hasilnya diberikan kepada guru syekh Kholil.

Mengenal lebih jauh, Siapa Syaikhona kholil Bangkalan

Syaikhona kholil Bangkalan merupakan ulama dan tokoh penentu berdirinya organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdhatul Ulama pada tahun 1926 H.

Syaikhona kholil Bangkalan lahir pada 1820 H dan meninggal saat bulan Ramadan tahun 1925 H.

Tahukah Anda, Syaikhona kholil Bangkalan ini terkenal sebagai ulama yang melahirkan tokoh-tokoh pesantren di Pulau Jawa, dan luar jawa.

Tentu saja, bagi kalangan pesantren, Syaikhona kholil Bangkalan adalah wali Allah, pemimpin pesantren Demangan Bangkalan dan pemimpin masyarakat dimasanya.

Hingga muncul sebuah pepatah, apabila belum berkunjung ke Syaikhona kholil Bangkalan, maka belum sempurna ilmu yang didapat di pesantren.

Maka dari itu, wajar jika Syaikhona kholil Bangkalan disebut legenda ulama pesantren, pejuang masyarakat dan sekaligus pecinta ilmu.

Berdasarkan catatan sejarah, Syaikhona diketahui menuntut ilmu agama kurang lebih selama 30 tahun, yakni terhitung sejak usia 14 tahun hingga beliau menikah.

Oh iya, selain beliau pecinta ilmu, ternyata Syaikhona kholil Bangkalan mempunyai kiprah sosial yang patut ditiru oleh santri Pesantren.

“Syaikhona ahli sedekah kepada masyarakat sekitar, terutama mereka yang miskin. Juga sangat menghormati tamu yang datang,” cerita Kiai Ali Mas’ud, salah satu santri Syaikhona Kholil.

Menurutnya, Tradisi sedekah yang dilakukan beliau memang luar biasa. Pada masa itu, masih jarang orang kaya, tetapi Syaikhona kholil Bangkalan sudah memberi dan membantu masyarakat, terutama yang miskin. 

Syaikhona kholil Bangkalan, selain ahli sedekah, ia juga sering memberi uang saku, makanan kepada santri-santri dan para tamu.

Hal tersebut dilakukannya dengan sifat pemurah dan lemah lembut terhadap semua orang.

Syaikhona kholil Bangkalan terkenal mencintai masyarakat

Berdasarkan sejarah, kisahnya ketika Kiai Ali Mas’ud menjadi santri Syaikhona Kholil tahun 1920 Hijriyah, jumlah santri syekh Kholil mencapai ratusan orang dari berbagai daerah, mulai jawa, Madura dan bahkan luar Jawa. Waktu itu, syaikhona mengambil banyak santri untuk dijadikan abdi dalem( santri Khidmah) terutama dari kalangan santri yang kurang mampu. Hal itu dilakukan lantaran syaikhona itba’ kepada guru-guru beliau di tanah Mekah.

“Syekh Kholil sangat menyanyangi santri dan masyarakat terutama orang yang tidak mampu. Ahklak dan Pribadinya sangat tinggi,” terang Kiai Ali Mas’ud.

Apa yang dilakukan oleh syekh Kholil patut diteladani dan dijadikan sebagai contoh.

Bersedekah, berbagi dengan sesama dan memuliakan tamu lekat akan budaya pesantren dan perbuatan yang dinilai lumrah.

Artinya, setiap hari santri-santri selalu berinteraksi antar sesama, saling peduli, tolong menolong dan memberi.

Sebagai contoh, apabila ada salah satu santri yang sakit, maka santri tersebut bergegas langsung dibawa ke puskesmas atau klinik terdekat.

Sebagaimana perlu diketahui, lingkungan pesantren mirip dengan lingkungan keluarga, yang dibangun atas dasar, agama, kemanusiaan dan akhlak mulia.

Dalam hal ini, maka kepribadian dan akhlak santri tercipta melalui keteladanan dari seorang ulama dan pengasuh pesantren.

Karenanya santri dididik dan diatur dalam sebuah aturan organisasi agama dan sosial, sehingga ketika santri sudah purna (boyong), diharapkan mereka bisa menjadi manusia yang berakhlak mulia dan berilmu.  

Tentu bukan hanya ilmu agama, tetapi ilmu sosial yang dipelajari ketika di Pesantren yakni saling asah-asuh, saling mengasihi dan saling peduli antar sesama.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kantor Kecamatan Kapuas Timur Tersedia Wifi Gratis

Read Next

Ujian SKB CPNS Mentawai Segera Dimulai, Protokol Kesehatan Jadi Prioritas