Facebook Dituntut Atas Dugaan Pelanggaran ‘Pengenalan Wajah’

facebook shop

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/08/2020). Perusahaan Facebook telah dituduh mengumpulkan data biometrik lebih dari 100 juta pengguna melalui Instagram, Business Insider melaporkan.

Jaksa penuntut mengatakan alat yang digunakan Instagram mampu mengenali wajah dan juga membuat “template wajah” yang kemudian disimpan di database-nya.

Diasumsikan bahwa jejaring sosial secara otomatis memindai wajah-wajah yang ada di foto-foto pengguna, terlebih di antara mereka bahkan mungkin ada orang yang tidak menggunakan Instagram.

“Saat Facebook mengumpulkan data biometrik yang aman dari pengguna Instagram, ia menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan pengenalan wajah di produknya – termasuk aplikasi Facebook – dan membagikan informasi ini ke seluruh layanan. Facebook melakukannya dengan tidak memberikan pemberitahuan dan informasi yang diperlukan. (yang mana -red) diwajibkan oleh hukum Illinois, ” menurut publikasi mengutip teks pernyataan klaim.

Tercatat bahwa menurut hukum Illinois, Facebook berkewajiban membayar dari 1 hingga 5 ribu dolar untuk pelanggaran. Secara umum, jumlah totalnya bisa mencapai $ 500 miliar.

Juru bicara Facebook Stephanie Otway membantah tuduhan yang diajukan dalam gugatan tersebut.

“Gugatan itu tidak berdasar. Instagram tidak menggunakan teknologi pengenalan wajah,” pungkas Otway.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

China Menuduh Menlu AS Menyebarkan “Virus Politik”

Read Next

Israel Janji Akhiri Aneksasi Atas Wilayah Palestina