Bentrok Dengan Warga Di Situbondo, Polisi Tetapkan 45 Pesilat PSHT Jadi Tersangka

Bentrok Dengan Warga Di Situbondo, Polisi Tetapkan 45 Pesilat PSHT Jadi Tersangka

Konfirmasitimes.com-Surabaya (14/08/2020). Sebanyak 45 anggota Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) cabang Situbondo ditetapkan sebagai tersangka dalam penganiayaan dan pengerusakan terhadap orang atau barang yang terjadi di dua desa di kabupaten Situbondo, Kamis (13/08/2020).

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan adapun kronologis kejadian tersebut bermula ketika kelompok pencaksilat dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Kabupaten Situbondo, melakukan perayaan (ueforia) saat kenaikan pangkat. Saat melintas di depan Desa Trubungan, Kecamatan Mangaran dan Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo. Beberapa orang mengambil bendera merah putih milik salah satu warga sekitar.

“Mengetahui bahwa bendera diambil oleh anggota PSHT, warga tidak terima dan terjadi cekcok antara warga dan kelompok/anggota PSHT,” ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (13/08/2020).

Mantan Kabidhumas Polda Jabar ini, kejadian tersebut membuat anggota PSHT ini tidak terima dengan perlakuan warga, pada hari Senin dini hari sekira pukul 02.00 WIB, anggota PSHT dengan massa yang diperkirakan ratusan orang ini kembali dan melakukan penyerangan ke rumah warga dengan melempar batu serta melakukan pengerusakan barang milik warga diantaranya, rumah, kios serta mobil, selain melakukan pengerusakan mereka juga melakukan penganiayaan terhadap warga sekitar.

“Hari Senin Polres Situbondo mendapatkan laporan dari warga bahwa ada pengerusakan dan penganiayaan terhadap warga Desa Kayu putih dan Desa Trubungan Kecamatan Panji, atas laporan tersebut anggota menuju ke lokasi melakukan penyelidikan,” ucapnya saat didampingi Kapolres Situbondo AKBP Sugandi.

Senada dengan Trunoyudo, kapolres Situbondo AKBP  Sugandi menambahkan  atas kejadian tersebut sedikitnya lima orang warga di Desa Kayu Putih mengalami luka-luka dan dilakukan perawatan ke Rumah Sakit Situbondo. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap sembilan tersangka yang melakukan penganiayaan serta pengerusakan di desa kayu putih, sedangkan dari desa tribungan sebanyak 36 orang tersangka. Sehingga ada 45 orang yang ditetapkan tersangka.

“Dari kejadian tersebut anggota mengamankan 45 orang dari perguruan PSHT. Dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, kata Sugandi, pihaknya segera bergerak cepat untuk melakukan penyidikan terlebih menjaga agar kejadian tersebut tak merembet ke wilayah lainnya di Situbondo.

“Setelah dilakukan penyidikan, polisi akhirnya kembali menangkap beberapa orang lagi hingga saat ini jumlah yang sudah diamankan total 45 orang. Kini, kami masih terus mengembangkan untuk mencari tersangka lainnya,”jelasnya.

Sebelumnya Sebelumnya, terjadi bentrok antara warga Desa Kayuputih dengan gerombolan pesilat PSHT yang melakukan konvoi kendaraan bermotor.

Bentrokan dimulai saat warga menegur para pemuda peserta konvoi karena mengambil bendera merah putih yang dipasang di tepi jalan desa. Bendera tersebut dipasang di dekat kios bensin milik, Zainal Abidin, warga setempat.

Tidak terima dinasehati, para pesilat melakukan pengeroyokan terhadap warga yang menegur. Tidak hanya itu, mereka juga melemparkan batu kepada para warga lain yang hendak melerainya.

Akibatnya, lima orang warga desa menjadi korban luka. Zainal Abidin yang merupakan warga setempat.

Insiden bentrok antara warga desa dengan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang terjadi di Situbondo terus berlanjut hingga dua kali. Usai bentrok pada Minggu, 9 Agustus 2020, puluhan pesilat dari kelompok yang sama, kembali mendatangi wilayah dan bentrok dengan warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji pada Senin( 10/8/2020) dini hari.

Bahkan, kericuhan merembet ke Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, yang jaraknya hanya berbatas jalan raya dengan lokasi kerusuhan semula. Sejumlah mobil dan rumah milik warga mengalami kerusakan akibat aksi anarkis.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Hebat! Terpilihnya Pakar Pendidik Inovatif Microsoft Asal Magelang

Read Next

Bisnis Keranjang Tembakau Tetap Stabil Meski Pandemi