Wisuda Daring Unimed: Karena Lulusan Universitas itu Harus Punya Empati

Wisuda Daring Unimed: Karena Lulusan Universitas itu Harus Punya Empati

Konfirmasitimes.com-Sumut (13/08/2020). Untuk pertama sekali dalam sejarah, Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan wisuda Daring dengan live Streaming Youtube di Ruang Sidang A Pusat Administrasi Unimed, Rabu (12/8/2020). Pada wisuda daring tersebut, Rektor Unimed mewisuda 812 lulusan.

Turut juga hadir Ketua Senat Unimed Syawal Gultom, keempat wakil rektor, Direktur Pascasarjana, Dekan se-lingkungan Unimed, juga Ketua LPPM dan Ketua LPPMP.

Adapun lulusan terbaik wisuda periode Agustus 2020, di antaranya :

  • Ilham Syahputra dengan IPK 3,90 dari Prodi S-2 Antropologi Sosial Pascasarjana,
  • Canra Wijaya Nasution dengan IPK 3,81 dari Prodi S-1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan,
  • Yuriska Dewi dengan IPK 3,92 dari Prodi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni,
  • Devi Juliani dengan IPK 3,95 dari Prodi S-1 Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial,
  • Abdul Rasyid Fakhrun Gani dengan IPK 3,82 dari Prodi S-1 Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
  • Siti Asmawati dengan IPK 3,84 dari Prodi S-1 Tata Boga Fakultas Teknik,
  • Erlina Sihotang dengan IPK 3,24 dari Prodi D3- Teknik Sipil Fakultas Teknik,
  • Rocky Charles Andreas Sihombing dengan IPK 3,85 dari Prodi S-1 Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan,
  • Yosiva Lufi dengan IPK 3,90 dari Prodi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi.

Pada sambutannya, Rektor Unimed Syamsul Gultom mengucapkan selamat kepada para wisudawan. “Kami mengucapkan selamat atas kelulusan Saudara dan gelar akademik yang Saudara raih sesuai dengan bidang ilmu masing-masing,” ucap Syamsul. Syamsul juga berterima kasih kepada seluruh orang tua karena sudah mempercayakan anaknya belajar di Unimed.

Sang Rektor berharap, lulusan UNIMED yang diwisuda dapat mengaplikasikan ilmunya sebagai bekal mengabdi negara.

“Semoga apa yang Saudara raih setelah menempuh serangkaian aktivitas akademik dan nonakademik di kampus yang kita banggakan ini dapat menghantarkan Saudara ke gerbang kesuksesan menyongsong masa depan yang gemilang dan membahagiakan,” pungkasnya.

Karena pandemi, universitas memang tak diperbolehkan mengadakan wisuda karena mengumpulkan massa, termasuk wisuda. Padahal, wisuda adalah acara yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Namun, demi kepentingan yang lebih besar, acara sakral itu pun dilaksanakan tanpa tatap muka.

“Saya mengajak kepada kita semua, bahwa di balik kegiatan wisuda daring kita ini, ada kepentingan yang lebih besar yakni kesehatan masyarakat untuk terhindar dari COVID-19 yang hingga saat ini belum reda. Semoga kita bersama dapat menerima dengan ikhlas dan sabar,” harap Syamsul.

Syamsul, pada kesempatan itu, mengingatkan semua wisudawan untuk selalu belajar dan belajar. “Upacara wisuda bukanlah acara untuk menyatakan bahwa masa belajar Saudara telah berakhir, justru sebaliknya merupakan sebuah titik pangkal perjuangan yang baru dalam mengimplementasikan kemampuan yang sudah dimiliki selama studi di Unimed,” tegas Syamsul lagi.

Pada kesempatan itu, Syamsul juga memberikan beberapa tantangan kepada para lulusan sekaligus bekal yang harus dimiliki.

“Di era pandemi Covid-19 saat ini, Saudara para wisudawan dituntut untuk lebih memiliki rasa empati, kepedulian, sense of belonging dan kemahiran dibidang IT,” harap Syamsul.

Tantangan pendidikan kontemporer ini sangat kompleks, terutama di masa industri 4.0.

“Kami berharap saudara secara personal tetap memperkuat skill yang dibutuhkan di era industri 4.0, agar saudara mampu bersaing didunia kerja yang semakin kompetitif,” tantangnya. Industri 4.0 memang menuntut kecakapan personal. ijazah tak bisa diandalkan. Perlu kreativitas dari setiap personal.

Karena itu, lanjut Syamsul, Unimed harus bisa menempa personal unggul. Apalagi, UNIMED adalah lembaga pendidik calon guru. Guru adalah andalan penempa generasi unggul.

“Masyarakat menaruh harapan yang cukup besar kepada Unimed untuk mendidik dan menghasilkan guru, konselor, pamong belajar, dan tenaga kerja yang bermutu dan berkarakter yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, maupun kinestetik yang menjadi sikap dan mentalitas para wisudawan,” ingat Syamsul.

Syamsul berharap, gelar akademik para lulusan itu dipertanggungjawabkan dengan baik di masyarakat.

“Apapun gelar akademik yang Saudara sandang, tentu saja membawa suatu kebahagian, kebanggaan, dan tanggung jawab tersendiri bagi Saudara,” tutupnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Petani Kena Imbas Musim Kemarau

Read Next

PLTSa Pertama di Indonesia Siap Beroperasi