Omzet Keranjang Tembakau Turun, Berharap Segera Pulih Perekonomian Indonesia

Omzet Keranjang Tembakau Turun, Berharap Segera Pulih Perekonomian Indonesia

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/08/2020). Pandemi Covid-19 membuat omzet keranjang tembakau turun, hal ini termasuk dialami oleh Pengrajin keranjang tembakau skala besar di Dusun Tentrem, Desa Rowo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Salah satu yang terdampak dan omzet menurun dialami Nanang Setiawan (28).

Nanang sendiri diketahui memiliki 9 karyawan yang terlibat dalam produksi keranjang tembakau yang sudah dilapisi pelepah pisang.

Bahan baku yang diperlukan hanyalah keranjang, dan pelepah pisang. Nanang membeli keranjang dari penduduk sekitar, sedangkan pelepah pisang didatangkan dari Purwodadi, Boyolali, dan Jogja.

“Modal awal yang saya keluarkan sekitar 150 juta, berupa mesin giling pelepah pisang, mobil untuk operasional, timbangan, pelepah pisang, serta keranjang,” kata Nanang dalam keterangannya pada Rabu (13/08/2020).

Usaha ini dapat menghasilkan keuntungan sesuai dengan harga tembakau, dan faktor alam. Saat pandemi Covid-19, usaha yang dibangun oleh Nanang mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan, hingga mencapai 50%.

Di tahun-tahun sebelumnya, Nanang dapat menjual keranjang sebanyak 2250 kepok. Sedangkan di tahun ini, Nanang hanya mampu menjual 1500 kepok, karena dari gudang tembakau sendiri membatasi jumlah beli.

Keranjang tembakau yang diproduksi oleh Nanang biasanya disetorkan ke gudang-gudang yang ada di Temanggung, serta petani-petani tembakau.
Dalam waktu sehari, Nanang dan karyawan mampu memproduksi 50 kepok dengan harga jual Rp. 160.000 per kapok. Hambatan yang dialami, seperti modal produksi, penurunan pembelian tembakau, serta faktor alam.

“Saya sebagai pengusaha keranjang sangat berharap bahwa tembakau laku seperti biasanya. Pandemi cepat berakhir sehingga usaha saya tetap berjalan dengan lancar dan maju,” imbuhnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ikan Mas Besar di Danau Toba: Sudut Reinkarnatif atau Higienis?

Read Next

Doa Ketika Mimpi Buruk