Keliling Kota Solo Dengan Bis Wisata Werkudara

Bis Wisata Werkudara dengan tingkat atas terbuka

Bis Wisata Werkudara dengan tingkat atas terbuka

Konfirmasitimes.com-Solo (13/08/2020). Bagi anda yang suatu saat singgah dan bermain di Kota Solo jangan lewatkan kesempatan menikmati keliling kota dengan menggunakan bis “Werkudara”. Bis milik Dinas Perhubungan Kota Solo tersebut di tujukan bagi para pelancong yang ingin menikmati Kota Solo dengan mempergunakan kendaraan roda empat itu. Bis tersebut tersedia dalam dua jenis yakni bis tingkat dengan model atas tanpa jemdela (terbuka) dan bis tingkat dengan model biasa. Namun sayang armada tersebut sampai saat ini jumlahnya masih sangat terbatas hanya tersedia dua buah saja.

Bis Wisata Werkudara dengan tingkat atas terbuka
Bis Wisata Werkudara dengan tingkat atas terbuka

Sedangkan untuk rute keberangkatanya, bis tersebut dimulai dari pangkalannya yang ada di Manahan (belakang Stadion Manahan) – Jl. Ahmad Yani – Jl. Slamet Riyadi (Museum Radya Pustaka, Museum Batik Danar hadi, Batik Kauman) – Gladag – Jl. Jend Sudirman – Jl. Urip Sumoharjo – Jl. Kol Sutarto – Jl. Ir. Sutami (UNS) – berakhir di pool Jurug. Untuk rute kembalinya meliputi Jurug – Jl. Ir. Sutami ­­– Jl. Kol. Sutarto – Jl. Urip Sumoharjo – Jl. Jend. Sudirman – Jl. Sunaryo – PGS (Pusat Grosir Solo) – Jl. Kapt. Mulyadi – Jl. Veteran – Jl. Bayangkara – Jl.. Radjiman (Kampung Batik Laweyan) – Jl. Wahidin – Jl. dr Moewardi – Manahan.

Bis Wisata dengan tingkat tertutup atasnya
Bis Wisata dengan tingkat tertutup atasnya

Bagi para penumpang yang ingin mencoba bis tingkat tersebut maka disediakan tiket baik bagi perorangan dengan harga sebesar Rp 20.000. Atau jika menginginkan bisa melalui model carteran dengan rute yang sudah ditentukan tersebut. Bis yang memiliki ciri khas tingkat dan bergambar tokoh pewayangan “ Werkudara ” tersebut beroperasi setiap hari dengan waktu antara lain jam 09.00, 12.00 dan 15.00 WIB.

Pada masa new normal, bis tersebut sudah beroperasi meskipun dengan tempat duduk terbatas. Biasanya bis tersebut mengangkut 54 penumpang, namun pada masa new normal seperti saat ini membatasi hanya 24 penumpang saja.

Kandang bis wisata Werkudara di Manhan Kota Solo
Kandang bis wisata Werkudara di Manhan Kota Solo

“Selama masa pandemi kemarin, penumpang sepi sekali bahkan jarang beroperasi, namun sekarang sudah mulai lumayan. Namun untuk tempat duduk kita batasi hanya 24 penumpang saja”, ujar Rangga, salah satu crew dari bis Werkudara kepada konfirmasitimes, pada Senin 12 Agustus 2020.

Wisata Edukasi

Memang sangat menarik keliling kota dengan naik bis tingkat tersebut, selain lebih seru (apalagi jika duduk di atas) juga banyak spot untuk foto bagi para penumpang. Dimana bis ini akan berhenti pada setiap tempat – tempat yang bagus untuk berfoto dan sebagai tempat pembelajaran, seperti di Gedung Bank Indonesia (Gladag), Kampung Batik Laweyan dan Taman Margasatwa Jurug. Ditempat – tempat tersebut, bis wisata akan berhenti selama 30 menit, guna memberikan kesempatan penumpang berfoto dan menikmati suasana tempat yang ada.

“Banyak penumpang yang suka berfoto – foto pada beberapa tempat yang kita kunjungi seperti Bank Indonesia (BI) atau Kampung Batik Laweyan. Kita akan berhenti beberapa menit guna memberi kesempatan mereka mengambil gambar”, ujar rangga lebih lanjut.

Para penumpang mendapat pengarahan dari salah satu crew bis werkudara

Selain sebagai sarana keliling kota untuk memanjakan para penumpang, bis tingkat itu juga akan memberikan keterangan tentang tempat – tempat yang di singgahi penumpang bis tersebut. Semisal sejarah Kampung batik Laweyan, Museum Radya Pustaka dan sebagainya.

“Saya naik bis ini bersama cucu dan keluarga saya, sangat senagn rasanya keliling kota dengan naik bis ini karena dapat bercengkerama bersama keluarga. Selain itu dengan wisata menggunakan bis ini, cucu saya yang masih kecil akan lebih kenal dengan kota solo, beserta tempat – tempat bersejarahnya”, Ujar Bapak Sucipto salah seorang penumpang yang datang di pool bis Manahan bersama cucunya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mulai Hari Ini, Sekolah Tatap Muka di Kota Pariaman

Read Next

Petani Kena Imbas Musim Kemarau