Ikan Mas Besar di Danau Toba: Sudut Reinkarnatif atau Higienis?

Ikan Mas Besar di Danau Toba: Sudut Reinkarnatif atau Higienis?


Konfirmasitimes.com-Sumut (13/08/2020). Viral lagi di masyarakat Sumatera Utara tentang tertangkapnya ikan mas sebesar 15 kg di Tao Silalahi, Danau Toba. Hasil tangkapan melalui pancingan itu diabadikan melalui foto dan disebar ke dunia maya. Warga Sumatera Utara, terkhusus warga di sekitar danau langsung heboh. Ingatan mereka kembali ke peristiwa trahedi dua tahun lalu, yaitu tenggelamnya Kapal Sinar Bangun.

Sebagai informasi, sebelum Kapal Sinar Bangun karam, seorang pemancing di Danau Toba sebelumnya mendapatkan ikan mas besar. Viral pula saat itu warga menyesalkan pemancing yang mendapatkan ikan besar dan tidak melepaskannya. 

Bahkan, saat itu, Rismon Raja Mangatur Sirait yang dikenal sebagai budayawan Batak dan menyebut dirinya sebagai Guru Spritual Danau Toba menuturkan bahwa penangkapan ikan besar itu berbuah malah petaka pada saat itu.

Ia menuliskan kalimat ini: “Dengan bangganya para pemancing tidak mengindahkan saran orang tua di sana langsung membawa ikan mas ini ke rumahnya untuk dimasak dan dimakan,” begitu ia menuliskannya.

Maka, ketika tak lama ini, seorang pemancing, juga di Tao Silalahi Danau Toba mendapatkan ikan mas besar, warga banyak yang menyarankan supaya ikan itu dikembalikan. Banyak warga mulai mencocokkan peristiwa, seperti tenggelamnya Kapal Sinar Bangun tersebut. Apalagi pula, saat Kapal Sinar Bangun karam, dua peristiwa hampir mirip: ikan mas besar tertangkap dan Gunung Sinabung bereaksi. Sekarang, hal yang sama juga terjadi, Gunung Sinabung sedang erupsi.

Memang, Danau Toba sering didekatkan dengan ikan. Terjadinya Danau Toba menurut mitos adalah karena ikan yang menjelma manusia dan dinikahi seorang pria.

Kemudian, karena pelanggaran janji oleh suami pada manusia jelmaan ikan itu, bencana pun terjadi dan terbentuklah Danau Toba.

Walau begitu, terkait dihubungkannya ikan mas besar terhadap bencana di sekitar Danau Toba, tak selalu harus dipercayai. Menurut Budayawan Batak Toba, Thompson Hs, setidaknya hal itu bisa dipandang dari dua sisi: takhayul dan kewajaran higienis. “Dari pandangan takhayul, mungkin ada argumen yang terkait secara intrinsik dengan cerita karena makhluk-makhluk tertentu bisa jadi suatu reinkarnasi,” jelas Thompson Hs (13/08/2020).

Namun, kata Thompson Hs, pandangan reinkarnasi tak umum di masyarakat sekitar Danau Toba. “Pandangan masyarakat di sekitar Danau Toba tidak umum tentang reinkarnasi,” sambungnya lagi. Thompson Hs kemudian menyarankan, meski tak harus percaya takhayul, ikan besar sebaiknya dilepaskan saja.

“Ada batas berat ikan mas yang masih enak untuk dilahap. Saya kira, kalau sudah lebih dari 10 kg, sudah tidak enak atau sudah ketuaan. Jadi lebih baik tidak dimakan. Atau, kalau masih hidup, kembali saja dilepaskan,” sarannya.

Ikan mas umumnya tak terlalu besar. Maka, yang jadi pertanyaan, mengapa ikan mas bisa tumbuh besar? Dijelaskan dalam kazinform, pada dasarnya ikan mas adalah jenis ikan peliharaan. Hampir 2.000 tahun lalu, orang China kuno mulai menjinakkan ikan mas Prusia dan Carassius gibelio.Seiring waktu, mutasi menciptakan warna oranye, merah, dan kuning mulai muncul pada ikan mas Prusia yang awalnya berwarna kusam, sehingga dijuluki ikan mas. 

Ikan tersebut kemudian dibawa ke Eropa pada tahun 1600-an dan menyebar ke Amerika Serikat pada 1850-an. Menurut Tropical Fish Data, data base ikan tropis, ikan mas bisa tumbuh besar tergantung pada pasokan makanan dan suhu di tempat tinggalnya. Protein tinggi umumnya dianggap dapat meningkatkan berat badan ikan mas. Air yang lebih hangat juga bisa menambah ukuran mereka.

Dalam aquariumadviser, lingkungan juga disebut sangat memengaruhi pertumbuhan ikan mas. Mereka bisa tumbuh sangat besar ketika pasokan oksigen mereka cukup, air di tempat tinggalnya bersih tanpa tercemar, dan tidak ada predator alami. Artinya, ikan mas besar tak selalu dekat artinya dengan mitos. Justru, jika tidak ada ikan mas besar, berarti habitat di danau sudah mulai tak kondusif lagi.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Harga Tandan Buah Segar di Paser Kaltim Alami Kenaikan

Read Next

Omzet Keranjang Tembakau Turun, Berharap Segera Pulih Perekonomian Indonesia