2025, Seoul Berencana Hapus Mobil Diesel

2025, Seoul Berencana Hapus Mobil Diesel

Konfirmasitimes.com-Jakarta (02/08/2020). Seoul berencana untuk menghapus mobil diesel dari sektor publik dan armada angkutan massal pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat transisinya ke mobilitas hijau yang ramah lingkungan, Yonhap melaporkan. 

Pemerintah metropolitan merilis inisiatif “No Diesel” minggu ini yang bertujuan untuk menghilangkan mobil yang beremisi tinggi dari jalan dan menggantinya dengan kendaraan bertenaga listrik dan hidrogen.

Mobil diesel, yang dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim dan polusi udara debu halus, menyumbang 64,6 persen kendaraan yang digunakan oleh pemerintah kota, kantor distrik, dan organisasi pubis yang berafiliasi dengan kota. Diesel juga membuat 0,9 persen dari sistem transportasi umum ibukota.

“Kami berharap rencana ‘No Diesel’ yang dipimpin oleh Pemerintah Metropolitan Seoul akan berkontribusi pada penciptaan ekosistem konsumsi dan produksi mobil ramah lingkungan yang tepat,” kata Hwang Bo-yeon, kepala kebijakan transportasi perkotaan dalam keterangannya.

Kebijakan baru berfokus pada penggantian mobil diesel dan van di armada kemaluan dengan alternatif ramah lingkungan selama lima tahun ke depan.

Dari total 5.153 mobil diesel yang saat ini digunakan di sektor publik, 3.586 mobil akan diganti dengan kendaraan listrik dan hidrogen secara bertahap pada tahun 2025, City Hall mengatakan.

Otoritas kota juga akan bekerja sama dengan pembuat mobil untuk mempercepat pengembangan model hijau untuk truk pemadam kebakaran, ambulans dan kendaraan pembersih, yang sebagian besar menggunakan diesel.

Pada awal Juli, pemerintah kota melarang pembelian mobil diesel baru untuk keperluan umum, dengan rencana untuk hanya membeli mobil ramah lingkungan di masa depan.

Ini juga akan menghapus kendaraan diesel dari transportasi umum, termasuk taksi, bus bandara dan bus wisata kota. Kota, yang sudah mengganti semua bus diesel dengan bus gas alam terkompresi pada tahun 2015, berencana untuk memperkenalkan sekitar 4.000 bus listrik dan hidrogen pada tahun 2025, kata para pejabat.

Selain itu, kota ini akan meningkatkan kerja sama dengan organisasi swasta dalam penggerak mobilitas hijau. Pemerintah berupaya mengganti 30 persen bus komunitas dengan kendaraan listrik pada 2023 dan mendorong operator bus sekolah dan layanan penyewaan mobil untuk mengadopsi mobil ramah lingkungan.

Menurut rencana itu, pihak berwenang akan meningkatkan sosialisasi kepada publik dan berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk memperluas manfaat bagi penggunaan mobil ramah lingkungan dan penghapusan dini kendaraan diesel lama. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Membanggakan, 4 Medali Berhasil Di Borong Indonesia

Read Next

Irak Umumkan Pemilu 6 Juni 2021