Takmir Mushola di Tanjungsari Boyolali, Lakukan Penyembelihan Hewan Kurban Secara Mandiri

Idul Ada di Tanjungsari Boyolali 4

Idul Ada di Tanjungsari Boyolali

Konfirmasitimes.com-Boyolali (31/07/2020). Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Mushola Al-Hasan Desa Tanjungsari Kecamatan Banyudono daerah Boyolali di lakukan secara mandiri oleh warga masyarakat. Seperti setiap tahunnya, penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah warga muslim pedesaan menyelenggarakan sholat Idul Adha sebagai salah satu rangkaiannya. Namun yang membedakan pada pelaksanaan tahun ini, penyembelihan dan pengulitan hewan kurban di lakukan oleh para panitia yang dibentuk takmir setempat,  panitia sendiri terdiri dari para pemuda dan warga sekitar. Sedangkan pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun lalu dilakukan tukang jagal dari luar daerah, sedangkan warga hanya membantu saja.

Pembacaan doa oleh Takmir Mushola Al hasan Tanjungsari
Pembacaan doa oleh Takmir Mushola Al hasan Tanjungsari

Hal tersebut dilakukan dalam rangka kaderisasi jagal lokal yang dilakukan oleh takmir mushola tersebut. Dengan adanya kaderisasi jagal lokal, maka panitia tidak kesulitan dalam mencari tukang jagal pada saat musim Idul Adha tiba. Selain itu juga akan mampu menghemat biaya, dimana setiap tahunnya terjadi kenaikan dalam ongkos penyembelihan hewan kurban.

“Alhamdulillah untuk tahun ini, kita mencoba melakukan penyembelihan secara mandiri yang dilakukan oleh warga sendiri. Selama ini mereka telah dibekali dengan pelatihan – pelatihan sebelumnya. Selain memberdayakan potensi pemuda yang ada, juga mampu menghemat biaya penyembelihan yang setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan”, ujar Bapak Jacob Ismanto salah satu takmir mushola kepada awak konfirmasitimes.com pada Jumat (31/07/2020).

Pada tahun ini, jumlah hewan kurban untuk mushola ini terjadi kenaikan, dimana pada tahun kemarin mushola ini menerima 3 ekor sapi dan 2 ekor kambing, sedangkan pada moment Idul Adha tahun ini terdapat 4 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Oleh panitia setempat, daging – daging tersebut nantinya akan dibagikan pada warga sekitar yang membutuhkan termasuk kepada madrasah yang ada di lingkungan wilayah tersebut. Bukan hanya itu saja, daging – daging yang ada juga di sebarkan pada warga daerah lainnya yang masih memerlukan.

Penyembelihan hewan kurban secara mandiri
Penyembelihan hewan kurban secara mandiri

“Untuk daging sendiri kita bagikan kepada beberapa tempat, selain warga sekitar sendiri, juga kita bagikan kepada madrasah yang ada di sini. Selain itu juga pada daerah lainnya yang masih membutuhkan”, ungkap Zaenuri, salah satu panitia yang hadir pada acara penyembelihan hewan kurban tersebut.

Protokol Kesehatan dan Peduli Lingkungan

Dalam melaksanakan pemotongan hewan kurban, takmir Mushola Al Hasan betul – betul berusaha menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran dari pemerintah. Para panitia selain mewajibkan menggunakan masker pada setiap pengunjung, juga menyediakan tempat cuci tangan di beberapa tempat. Selain itu dalam prosesi pemotongan hewan dilakukan secara bertahap waktunya. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan warga yang biasanya menonton prosesi pemotongan hewan ternak tersebut.

Pemakaian “besek” untuk mengurangi sampah plastik
Pemakaian “besek” untuk mengurangi sampah plastik

“Kita berusaha semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah di tengah masih berlangsungnya wabah covid-19 yang terjadi. Selain mewajibkan para pengunjung untuk memepergunakan masker juga kita sediakan tempat cuci tangan di beberapa tempat. Sedangkan untuk menghindari kerumunan warga yang menonton, kita laukan penyembelihan dengan bertahap waktunya”, ungkap  Eko, salah satu panitia lainnya.

Takmir Mushola Al Hasan lakukan penyembelihan secara mandiri
Takmir Mushola Al Hasan lakukan penyembelihan secara mandiri

Sedangkan dalam pembagian daging, panitia sangat memperhatikan dan peduli terhadap lingkungan, hal ini dibuktikan dengan penggunaan “besek” dari bambu  sebagai pengganti kantong plastik untuk membungkus daging – daging tersebut. Penggunaan besek sendiri, diterapkan panitia bukan hanya pada tahun ini saja, namun pada beberapa tahun sebelumnya panitia juga sudah melakukan hal tersebut. Hal ini dilakukan guna meminimalkan penggunaan plastik yang akan menjadi sampah dan menimbulkan masalah terhadap lingkungan.

“Untuk pembagian daging, kita memepergunakan besek dari bambu. Hal tersebut untuk meminimalkan pemakaian kantong plastik yang biasanya akan membuat masalah bagi lingkungan sekitar’, ujar Ibu Ifah, sambil menata besek berissi daging, yang siap diantar kepada warga yang membutuhkan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Dataran Engku Putri Jadikan Lokasi Salat Idul Adha di Kota Batam

Read Next

Hingga 31 Agustus, Diskon Pajak Kendaraan Jatim Diperpanjang