Pelarian Djoko Tjandra Berakhir, Ini Dia Pejabat yang Menemuinya Selama Buron

Pelarian Djoko Tjandra Berakhir, Ini Dia Pejabat yang Menemuinya Selama Buron

Momen Pertemuan Jaksa Pinangi dan Djoko Tjandra Beredar di Media Sosial

Konfirmasitimes.com-Jakarta (31/07/2020). Pada Kamis (30/07/2020) malam menandakan berakhirnya 11 tahun pelarian Djoko Tjandra Buronan kasus cassie Bank Bali

Djoko Tjandra ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia atas kerjasama Polri dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM).

Sesampainya di Indonesia, Djoko Tjandra dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Perlu diketahui sebelumnya, ternyata ada sejumlah oknum polisi hingga jaksa bisa dengan leluasa bertemu Djoko Tjandra.

Brigjen Prasetijo Utomo, jenderal bintang satu ini menerbitkan surat jalan dan surat keterangan bebas Covid-19 untuk Djoko Tjandra.

Sehingga buronan tersebut bisa berpergian menggunakan pesawat terbang. Bahkan keduanya pernah bersama-sama terbang dengan pesawat pribadi.

“Dari kesimpulan gelar perkara menetapkan 1 tersangka BJPU (Brigjen Prasetijo Utomo). Dengan Pasal 263 KUHP ayat 1 jo 2 dan pasal 246 KUHP, dan 221 KUHP ayat ke 1 dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit di Bareskrim Polri, Jakarta.

Penyelidikan polisi juga mengungkap alasan Prasetijo membantu Djoko. Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan keduanya saling kenal dari seorang teman. Namun Argo tidak menjelaskan lebih jauh soal pertemanan tersebut.

“(Motif) mau menolong saja,” kata Argo.

“Dikenalkan temannya,” tambahnya.

Dalam penyelidikan kasus surat sakti itu polisi telah memeriksa lima orang saksi yaitu B dan SB yang merupakan fleet operation dari perusahaan PT TPA, seorang dokter berinisial P, oknum polisi Iptu J, serta seseorang berinisial E.

Tidak hanya Prasetijo, Jaksa Pinangki Sirna Malasari diketahui melalui foto yang beredar di media sosial melakukan pertemuan. Dari pemeriksaan Kejaksaan Agung diketahui, Pinangki tercatat 9 kali berpergian ke luar negeri pada 2019 tanpa izin atasannya. Salah satunya digunakan untuk bertemu Djoko.

“Melakukan pertemuan dengan buronan terpidana Djoko S. Tjandra,” ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono.

Hari menyebut perjalanan Jaksa Pinangki ke luar negeri tanpa izin ialah ke Singapura dan Malaysia. Djoko Tjandra sebelumnya dikabarkan sedang berada di Kuala Lumpur Malaysia.

Akibatnya, Pinangki dicopot dari jabatan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan.

Hukuman disiplin itu dikeluarkan Wakil Jaksa Agung melalui Surat Keputusan Nomor: KEP-IV-041/B/WJA/07/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat.

Pinangki terancam hukuman lebih berat yaitu pemecatan tidak hormat sebagai PNS. Hal itu terkait dengan laporan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) kepada Komisi Kejaksaan (Komjak).

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menyatakan telah memberikan bukti tambahan kepada Komjak berupa berkas penerbangan Jaksa Pinangki dengan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 25 November 2019. Boyamin menduga kepergian keduanya di hari tersebut untuk bertemu Djoko Tjandra.

“Kami meminta Komisi Kejaksaan untuk membuat rekomendasi pemecatan dengan tidak hormat dari PNS terhadap Pinangki apabila terbukti dugaan pertemuan Pinangki dengan Djoko Tjandra,” ucap Boyamin.

Ketua Komjak, Barita Simanjuntak mengatakan pihaknya telah menindak lanjuti laporan tersebut dengan mengirimkan surat pemanggilan kepada Pinangki. Surat itu telah dilayangkan pada Senin (29/7).

“Ini yang dilaporkan ke Komisi tentu kami akan minta penjelasan dan keterangan dari terlapor soal pertemuan dengan terpidana buron kapan, di mana, izin pimpinan tidak, dan sebagainya,” kata Barita.

Djoko Tjandra kini telah berada di Indonesia. Babak baru kasusnya pun akan dimulai. Bukan tidak mungkin pihak-pihak lain yang terlibat dalam pelariannya bisa terbongkar dan terjerat pidana.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Turun Harga! Tiket Kapal Rute Dermaga Kaliadem ke Pulau Permukiman

Read Next

Tiga RW di Kelurahan Cakung Barat Mendirikan Bale Buku