Hina Ahok, Dua Penggemar Veronica Tan Dibekuk Polisi

ahok puput

Konfirmasitimes.com-Jakarta (31/07/2020). Jajaran Polda Metro Jaya menangkap dua orang yang diduga melakukan pencemaran terhadap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Ahok yang merasa nama baiknya tercemar akibat postingan pelaku di media sosial (Medsos).

“Sudah diamankan dua orang,” kata Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/07/2020).

Ahok yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta itu, melalui kuasa hukumnya pada 17 Mei 2020 lalu melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baiknya ke Polda Metro Jaya. Laporan itu teregister dengan nomor LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ tanggal 17 Mei 2020.

Dalam laporan itu, perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik sebagaimana Pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

Namun baru sekarang kepolisian menangkap pelaku. Pelaku sendiri ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni di Bali dan Medan, Sumatera Utara.  Tak dirinci Yusri siapa saja identitas kedua pelaku tersebut, yang jelas satu diantaranya sedang dilakukan pemeriksaan intensif.

“Satu lagi sedang dijemput oleh tim, nanti akan kita sampaikan,” sambungnya.

Disebut Yusri, kedua pelaku melakukan pencemaran nama baik tak hanya terhadap Ahok secara pribadi. “Menyinggung Ahok, ibunya dan keluarganya ya. Ini masih kita dalami,”  paparnya.

Adapun berdasarkan informasi yang beredar, dua akun media sosial yang dilaporkan Ahok adalah @ito.kurnia dan @an7a_s679. Kedua akun tersebut, kata salah satu pengacara Ahok, Ahmad Ramzy memposting konten yang jelas sangat merugikan kliennya.

“Akun-akun ini sudah sangat keterlaluan sehingga Pak BTP dan keluarga merasa sangat dirugikan,” kata Ramzy.

Salah satu contoh postingan pelaku @ito.kurnia yakni menyandingkan foto istri Ahok, Puput Nastiti Devi, dengan foto monyet. Sementara itu akun @an7a_s679 sudah diketahui hilang dari Instagram.

Pelaku Satu Komunitas

Sementara itu disebutkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, kedua tersangka penghina Ahok dan keluarganya ternyata saling mengenal. Keduanya ternyata tergabung dalam 1 komunitas di media sosial.

“Ini (kedua tersangka-red) satu komunitas sebenarnya,” sambung Yusri.

Kedua tersangka yakni inisial KS (67) dan EJ (47), merupakan ibu rumah tangga. Motif mereka menghina Ahok karena faktor kebencian. Keduanya merupakan pendukung dari mantan istri Ahok, Veronica Tan.

“Pemeriksaan awal terhadap tersangka KS ini Motifnya mereka semua ini penggemar dari saudari Veronica dan rasa punya kesamaan histori dengan saudari Veronica,” papar Yusri.

Kedua tersangka ini, sambung  Yusri tergabung ada satu grup Whatsapp dan Telegram. Grup itu kemudian diberi nama Veronica Lovers. Adapun admin dari grup itu yakni tersangka EJ. Dipastikan Yusri, Veronica Tan tidak masuk dalam grup tersebut, hanya khusus penggemarnya saja.

“Mereka juga punya grup di media sosial di WA dan Telegram. Mereka komunitas dalam satu grup,” ungkap Yusri menambahkan hal ini masih didalami penyidik.

Para anggota grup tersebut mengungkapkan kebenciannya terhadap Ahok karena bercerai dengan Veronica dan menikah dengan Puput Nastiti.  Menurut para pelaku, kehidupan Veronica memiliki kesamaan dengan mereka, sehingga merasa patut membela Veronica.

“Makanya timbul kebencian mereka yang tanpa disadari ini pelanggaran hukum,” sambung Yusri memastikan keduanya akan tetap diproses hukum.

Diketahui tersangka pertama  berinisial KS pemilik akun Instagram @ito.kurnia, diamankan polisi di wilayah Bali. Tersangka berikutnya berinisial EJ pemilik akun Instagram @an7a_s679 yang saat ini sedang diamankan di medan.

Meminta Maaf ke Ahok

Sementara itu salah satu tersangka inisial KS (67), yang sudah ada di Polda Metro Jaya mengaku menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya.

Diketahui  ada beberapa jenis penghinaan yang dilakukan tersangka KS, melalui akun @ito.kurnia dia beberapa kali melakukan aksi pencemaran nama baik dengan cara menghina keluarga Ahok. Salah satu aksi dari tersangka KS saat menghina istri Ahok dengan menyandingkan foto Puput dengan binatang.

“Saya telah melakukan suatu kekhilafan yang didasarkan oleh emosi, karena saya merasa bahwa saya adalah sesama wanita yang juga pernah mengalami hal-hal seperti yang dialami Ibu Vero,” sesal KS.

Dia berdalih tidak mengerti jika aksinya tersebut melanggar hukum. KS mengaku membela Veronica, karena sesama kaum wanita. KS lalu meminta kuasa hukum  Ahok agar bisa mempertemukan dirinya dengan Ahok. KS mengaku akan meminta maaf langsung kepada Ahok.

“Saya betul-betul minta maaf kepada Bapak BTP, sekiranya ada jalan untuk mediasi melalui pengacaranya, saya mohon diberikan kesempatan itu,” mohonnya.

Tersangka KS bahkan sempat mengiba dengan menyebut dirinya sudah berusia lanjut dan memiliki penyakin kronis.

“Jika saya harus menjalankan hukuman seperti itu saya kira saya tidak akan sanggup bertahan lama karena saya mempunyai penyakit-penyakit kronis,” tutupnnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bandara Haji Sidik Muara Teweh, September Mulai Beroperasi

Read Next

Usaha Menguntungkan Budidaya Ikan Koi