Djoko Tjandra Resmi Diserahkan Untuk Dieksekusi

penyerahan djoko tjandra

Konfirmasitimes.com-Jakarta (31/07/2020). Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Kejati DKI Jakarta, dan dihadiri pihak Kemenkumham serta Kepala Rutan Salemba melakukan MoU penyerahan Djoko Tjandra.

Secara resmi Djoko Tjandra kini telah diserahkan kepada pihak Kejaksaan Agung dari pihak kepolisian, untuk kemudian dieksekusi menjalani hukuman.

Disampaikan Djoko Tjandra rencananya akan langsung ditahan dua tahun di Rutan Salemba yang berada di Mabes Polri.

Langkah ini berdasarkan putusan kasus penagihan Bank Bali di Mahkamah Agung.

Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya tetap akan mengusut perkara pelarian Djoko, terlepas telah dieksekusi masalah perkara Bank Bali.

“Hari ini secara resmi 1×24 harus menyerahkan ke Kejaksaan selalu eksekutor dalam kasus PK kami Serahkan,” ujar Sigit, Jumat (31/07/2020) malam.

Menurutnya tujuan eksekusi dilakukan ke Rutan di Mabes Polri guna untuk memudahkan pihak Polri mengusut pelarian Djoko Tjandra. Utamanya soal kasus surat jalan rekomendasi dan dugaan aliran dana.

Djoko Tjandra rencananya akan menjalani tes COVID-19 sebelum dieksekusi ke penjara.

Sebagai informasi, Djoko Tjandra tercatat sebagai terdakwa kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang tengah ditangani Kejaksaan Agung.

Sejak 29 September 1999 hingga Agustus 2000, Kejaksaan pernah menahan Djoko Tjandra.

Kemudian hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan untuk membebaskannya dari tuntutan karena perbuatan itu bukan pidana melainkan perdata.

Lalu Oktober 2008, Kejagung mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap kasus Djoko Tjandra ke Mahkamah Agung.

Pada 11 Juni 2009, Majelis Peninjauan Kembali MA menerima PK yang diajukan jaksa.

Majelis hakim memvonis Djoko Tjandra 2 tahun penjara dan harus membayar Rp 15 juta. Uang milik Joko di Bank Bali sebesar Rp546,166 miliar dirampas untuk negara. Imigrasi juga mencekal Djoko.

Sehari sebelum MA mengeluarkan putusan perkara, Djoko Tjandra meninggalkan Indonesia dan pergi ke Port Moresby, Papua Nugini pada 10 Juni 2009.

Hingga akhirnya Kejaksaan menyatakan Djoko sebagai buronan. Baru-baru ini diberitakan Djoko Tjandra kembali masuk ke Indonesia untuk mendaftarkan PK ke PN Jakarta Selatan dan berakhir penangkapan pada Kamis (30/07/2020) di Malaysia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Update Virus Corona 31 Juli 2020 Semua Provinsi Indonesia

Read Next

Australia Beri Waktu Google dan Facebook Terkait Negosiasi Media Australia