ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mantan PM Malaysia Najib Razak Dihukum 12 Tahun Penjara

Mantan PM Malaysia Najib Dihukum 12 Tahun Penjara

Konfirmasitimes.com-Jakarta (29/07/2020). Pengadilan Malaysia telah menjatuhi hukuman kepada mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak 12 tahun penjara dengan denda 210 juta ringgit ($ 49,40 juta) karena penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan skandal keuangan bernilai miliaran dolar di dana negara 1MDB.

Pengadilan pada hari Selasa (28/07/2020) juga menghukumnya 10 tahun penjara karena masing-masing dari tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan dan tiga tuduhan pencucian uang karena menerima secara ilegal hampir $ 10 juta dari unit 1MDB SRC International.

Hakim pengadilan tinggi Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali memerintahkan agar hukuman penjara berjalan bersamaan. Namun, pengadilan mengizinkan penundaan hukuman penjara dan mengajukan banding.

Sebelumnya, pengadilan menyatakan Najib bersalah atas semua tujuh dakwaan dalam persidangan korupsi pertamanya atas penjarahan bernilai jutaan dolar dari dana investasi 1MDB. 

Keputusan itu muncul lima bulan setelah pemerintah baru mengambil alih kekuasaan dengan partai Melayu Najib, blok terbesar dalam aliansi itu. Pemecatan pemilihan partainya yang mengejutkan pada tahun 2018 didorong oleh kemarahan publik atas skandal 1MDB . 

“Saya menemukan terdakwa bersalah dan menghukum terdakwa dari ketujuh tuduhan,” kata Hakim Mohamad Nazlan Ghazali setelah menghabiskan dua jam untuk membacakan putusannya.

Para analis mengatakan putusan itu akan mendukung kasus penuntutan dalam persidangan Najib lainnya dan akan memberi sinyal kepada komunitas bisnis Sistem hukum Malaysia memiliki kekuatan dalam menangani kejahatan keuangan internasional.

Najib, 67, telah berjanji untuk mengajukan banding. Dia mengatakan dia disesatkan oleh bankir nakal dan kasus terhadapnya bersifat politis.

“Dari hari pertama, saya telah mengatakan ini adalah kesempatan bagi saya untuk membersihkan nama saya,” ″ tulisnya di Facebook Senin malam. “Setelah ini, kita akan pergi ke Pengadilan Banding. Aku siap.”

Sebagai keturunan salah satu keluarga politik paling terkemuka di Malaysia, ia menghadapi 42 dakwaan dalam lima persidangan terpisah dan bisa menghadapi tahun penjara.

Persidangan saat ini melibatkan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan dan tiga tuduhan pencucian uang.

Hakim mengatakan Najib gagal mengajukan keraguan dan bahwa jaksa penuntut telah menetapkan tanpa keraguan bahwa Najib menyalahgunakan uang untuk penggunaannya sendiri.

“Hukuman itu akan menjadi dasar yang kuat untuk penuntutan dalam proses pengadilan terkait IMDB,” kata Oh Ei Sun, seorang rekan senior di Institut Urusan Internasional Singapura.

Dia mengatakan keputusan itu juga akan memperkuat kredibilitas Perdana Menteri saat ini Muhyiddin Yassin, yang dipecat sebagai wakil Najib pada tahun 2016 karena berbicara tentang skandal 1MDB meskipun dia sekarang bergantung pada partai Najib untuk dukungan.

Partai Najib adalah blok terbesar dalam aliansi nasionalis Melayu saat ini, yang dibentuk pada bulan Maret setelah kudeta politik oleh partai Muhyiddin yang menggulingkan mantan pemerintah reformis.

Najib tak lama setelah menjabat pada tahun 2009 mendirikan 1MDB untuk seolah-olah mempercepat pembangunan ekonomi Malaysia.

Tetapi dana tersebut mengakumulasi miliaran utang, dan para penyelidik AS menyatakan bahwa setidaknya $ 4,5 miliar telah dicuri darinya dan dicuci oleh rekanan Najib untuk membiayai film-film Hollywood dan membeli hotel, kapal pesiar mewah, karya seni, perhiasan, dan pemborosan lainnya. Lebih dari $ 700 juta dari dana yang diduga mendarat di rekening bank Najib.

Istri Najib dan beberapa pejabat dari partainya dan pemerintahan sebelumnya juga telah dituduh korupsi. Najib, yang ayah dan pamannya adalah perdana menteri kedua dan ketiga Malaysia, membantah melakukan kesalahan. Dia menyebut penuntutan sebagai serangan politik terhadapnya.

Uji coba pertama Najib dimulai pada April 2019 atas tujuh tuduhan terkait dengan transfer 42 juta ringgit ($ 9,8 juta) dari SRC International, mantan unit 1MDB, ke rekening banknya melalui perusahaan perantara. Najib dituduh menggunakan posisinya untuk menerima suap karena menyetujui jaminan pemerintah untuk miliaran pinjaman kepada SRC, melakukan pelanggaran kepercayaan kriminal dan menerima hasil dari kegiatan yang melanggar hukum.

Bukti menunjukkan jejak uang yang rumit melalui rekening yang membayar untuk merenovasi rumah Najib, pembelian kartu kredit termasuk arloji Chanel yang dibeli di Hawaii sebagai hadiah ulang tahun untuk istrinya dan pengeluaran untuk partai politik.

Dalam pembelaannya, Najib mengatakan ia disesatkan oleh para bankir nakal yang dipimpin oleh pemodal buron Malaysia Low Taek Jho, yang diidentifikasi oleh para penyelidik sebagai dalang dalam kisah 1MDB.

Najib bersaksi bahwa dia menganggap uang itu adalah bagian dari sumbangan Arab yang diatur oleh Low. Hakim membantah argumen itu dalam putusan bersalah, dan menganggapnya sebagai “rekayasa yang rumit tetapi lemah”.

Pengacara Najib mengatakan Low menggunakan sumbangan itu sebagai kedok untuk mencegah Najib curiga atas penjarahannya atas dana 1MDB. Jaksa berargumen bahwa Najib adalah kekuatan nyata di balik 1MDB dan SRC, dan menyebut sumbangan Arab sebagai “bukti buatan” untuk menutupi jejaknya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Iran Latihan Militer dengan Menembakkan Rudal ke Kapal Ini

Read Next

Yunani Izinkan Kapal Pesiar Berlabuh Mulai Agustus