ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
14 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Jelang Hari Raya Idul Adha, Permintaan Kambing untuk Qurban Menurun

Jelang Hari Raya Idul Adha, Permintaan Kambing untuk Qurban Menurun

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/07/2020). Mendekati perayaan Hari Qurban tahun ini, para peternak kambing di Kab. Majene, Sulawesi Barat dibuat dilematis, lantaran permintaan hewan Qurban tidak sebanyak tahun kemarin.

Melemahnya ekonomi akibat dari penyebaran covid-19 dijadikan alasan atas menurunnya permintaan kambing untuk hewan Qurban. Sejumlah peternak kambing mengakui bahwa omset mereka turun 50 – 60 persen tahun ini.

Hal ini dirasakan oleh Jumadi, salah seorang peternak asal Kab. Majene Prov. Sulawesi Barat. Ia mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat untuk hewan qurban tahun ini.

“Tahun ini, tidak seperti tahun kemarin. Dimana tahun kemarin saya masih bisa menjual 10 -15 ekor kambing. Namun tahun ini, ini sudah seminggu menjelang hari raya Idul Adha, tapi kambing yang terjual hanya 5 ekor,” Pungkasnya (26/07/2020)

Ia pun membeberkan bahwa dari segi harga tak ada perubahan dari tahun-tahun sebelumnya, berkisaran 2 – 3 juta sesuai dengan bobot kambingnya.

“Saya tidak mempermainkan harga kambing, harganya masih sama dengan tahun lalu, tidak ada perubahan. Bahkan kadang saya harus menurunkan harga kambing saya, agar bisa menjadi uang. Daripada kambingnya tidak terjual,” Ungkapnya

Jumadi menambahkan terkadang kambing-kambingnya juga dikirim ke daerah Kalimantan. Namun kali ini permintaan dari kallimantan juga sepi.

“Biasanya ada permintaan dari pulau Kalimantan, seperti tahun lalu. Tapi sekarang tak ada lagi. Mungkin di sana juga lagi sepi pembeli. Sehingga tidak ada permintaan.” Jelas ketua kelompok tani asal Kab. Majene ini

Jumadi berharap bahwa pemerintah dapat memberikan solusi terkait regulasi dalam hal pemasaran hewan qurban.

“saya berharap kepada pemerintah, untuk ikut mempromosikan hewan ternak kambing kami, karena kambing-kambing ini dikelola oleh kelompok tani. Jadi ada banyak keluarga yang menggantungkan hidupnya dari hasil penjualan kambing ini” keluhnya

Hal senada juga dikeluhkan oleh Bakri, salah seorang peternak kambing di Kab. Polewali Mandar Prov. Sulawesi Barat. Menurutnya di masa covid-19 omsetnya menurun, lantaran daya beli masyarakat rendah.

“Saya juga sudah berhari-hari mencoba memasarkan kambing-kambing saya untuk dijadikan hewan qurban, namun hanya sedikit yang laku terjual, mungkin ini salah satu dampak karena perekonomian terhambat akibat virus corona” tuturnya

Biasanya Bakri menjual harga kambingnya sama seperti rata-rata peternak kambing di Sulawesi barat,  yaitu berkisaran antara 2 – 3 juta rupiah perekor. Semakin besar kambing yang dijual semakin tinggi pula harganya.

Selama ini, selain menjual ke perorangan, Bakri juga sering bekerjasama dengan pihak pengurus Masjid yang mengadakan pelaksanaan hewan Qurban. Namun tahun ini, Bakri mengakui permintaan dari pengurus Masjid pun hanya beberapa.

“Pengurus masjid pun juga sudah jarang menghubungi saya untuk membeli hewan qurban, sehingga mau tak mau saya harus rutin promosi ke orang-orang agar kambingnya laku terjual,” terangnya.

Bakri menegaskan bahwa pada tahun sebelumnya ia mampu menjual kambing 15 – 20 ekor. Dan itu tersebar di beberapa kecamatan di Kab. Polewali bahkan ada yang memesan di luar daerah.

“Tahun lalu, bukan hanya orang-orang polewali yang membeli kambing di sini, bahkan ada yang dari kota Mamuju yang datang membeli kambing. Sehingga kami harus sediakan mobil pick up untuk membawa kambing itu ke daerah Mamuju,” kenangnya.

Bakri mengakui bahwa banyak cara dilakukan untuk memasarkan kambingnya, salah satunya dengan metode pemasaran melalui online.

“Saya coba menjual kambing saya melalui media sosial, yaitu facebook, siapa tau ada yang berminat” tutupnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Masjid Lembung, Peninggalan Guru Bindara Saot

Read Next

Gerakan ‘BISA’ Wisata Pantai Depok Indah