Tips Bedakan CV dan Resume

Tips Bedakan CV dan Resume

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/07/2020). CV dan Resume apakah sama? Ingat ya, jangan sampai salah apalagi keliru, pahami betul apa itu cv , apa itu resume. Ghilmansyah Amri seorang Headhunter berbagi tips penting perbedaan antara CV dan Resume di akun Twitter pribadinya.

“Yuk Mulai! “CV vs Resume: 3 Perbedaan Penting yg Wajib Diketahui agar Tidak Salah Kirim ke HR/Rekruter,” tulisnya di Twitter mengawali.

Menurutnya definisi CV ialah “CV. Kepanjangan dari Curriculum Vitae. Itu bahasa Latin. Bahasa Inggrisnya adalah Course of Life. Bahasa Indonesianya apa kak?, Riwayat Hidup. Ingat ini baik2 ya. “Riwayat Hidup”,” tulis Ghilman.

Sementara resume yaitu “DEFINISI RESUME. Resume diambil dari bahasa Perancis: résumé. Yang artinya summary. Bahasa Indonesianya apa kak? Ringkasan. Ingat baik2 ya. “Ringkasan”,” lanjut Ghilman.

Ghilman menjelaskan ada tiga perbedaan antara CV dan Resume jika dilihat berdasarkan kacamata internasional.

Diuraikan oleh Ghilman, perbedaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut

1. Fungsi / penggunaan

Menurutnya penggunaan CV hanya untuk acara atau kegiatan.

“CV dipake untuk kegiatan / keperluan akademik. Misalnya, mau daftar kampus S2 atau daftar beasiswa. CV juga dipake untuk kegiatan / keperluan seminar atau konferensi. Misalnya, diundang jadi speaker TEDx atau isi konferensi nasional,” jelas Ghilman.

Sementara resume khusus dipakai untuk urusan kerja.

“Kalau Resume dipake untuk: Kerja! Misalnya: Mau daftar kerja ke perusahaan XYZ di Mega Kuningan. Pasti kita diminta untuk kirim dokumen yg menjelaskan tentang diri kita secara ringkas kan? Nah. Resume ya,” lanjut Ghilman menjelaskan.

2. Isi

“Kalau CV isinya banyak banget. Bisa. lebih dari sepuluh sections. Apa2 aja isi di CV: A. Nama Lengkap Data lengkap (Alamat, no hp, email, dll) B. Edukasi (SD-Kuliah) C. Pengalaman Kerja D. Organisasi E. Publikasi F. Training G. Sertifikasi H. Seminar I. Beasiswa J. Konferensi L. Bahasa yg dikuasasi Dll,” jelas Ghilman.

Sementara di resume,

“Terus, kalau Resume isinya apa?, Iya. Misalnya kamu Fresh Graduate. Mau kirim email yg ditujukan ke posisi Accounting Staff yg menerima FG. Isinya: A. Nama B. Data diri (alamat singkat, no hp, email, dan linkedin untuk networking) C. Edukasi (Kampus, gelar, ipk dan pencapaian akademik) D. Pengalaman Magang / Freelance. E. Pengalaman Organisasi/Relawan/Acara. F. Technical skill / soft skill. Training & sertifikasi G. Seminar H. Bahasa yg dikuasai I. Awards J. Interest/hobby (opsional),” lanjut Ghilman.

“Nah untuk di poin D – J, Hanya SESUAI DAN RELEVAN dengan kebutuhan posisi Accounting Staff. Lalu, Gimana caranya tau pengalaman ku sesuai apa ga?,” lanjutnya menjelaskan.

Menurut Ghilman jika pelamar pernah memiliki pengalaman magang, disarankan untuk tetap disertakan sebagai bahan pendukung.

“Lihat iklan loker, bagian requirement. Skill/pengalaman apa yg mereka butuhkan? Kira2 ketika dulu kamu magang/freelance/organisasi, kamu pakai skill itu juga ga? Kalau iya, TULIS! WAJIB! Kalau ga, mending dijadikan space kosong. Biar estetikanya lebih bagus,” tulis Ghilman.

“Ingat yg BERHUBUNGAN aja ya!!! Khusus untuk pengalaman magang, gw sangat sarankan untuk ditulis. Karena ketika magang, interpersonal skill di dunia kerja dipakai. Dan hampir semua lowongan kerja butuh pengalaman interpersonal skill itu. Catat ya!,” tulis Ghilman.

3. Panjang Halaman

Ghilman menyarankan panjang halaman pada CV setidaknya minimal dua halaman.

“CV itu biasanya minimal 2 lembar. Resume biasanya maksimal 2 lembar. Kenapa? Untuk CV. Misalnya, ketika konferensi. MC / Panitia akan melihat CV pembicara kemudian memilih apa saja hal yg perlu dan bisa di infokan ke audience. Makanya minimal 2 halaman,” jelasnya.

Sementara panjang halaman untuk resume maksimal dua lembar.

“Untuk Resume. Misalnya, ketika melamar pekerjaan. Rekruter tidak punya waktu untuk baca resume yg panjang mengawang2 dan dangkal isinya. Apalagi kalau satu posisi ada ratusan dan ribuan lamaran yg masuk. Kita pengen resume yg lugas, tegas, on point. Yg gw cari, lo ada. Kalau lo ada. Apa buktinya? Kasih angka! Makanya dikit2 aja halamannya. Maksimal 2 lembar. Nah, save bagian ini nih. Biar gada yg bingung lagi kenapa harus dua lembar atau harus satu lembar?,” tulisnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Warga Kuansing, Bayar Pajak Tepat Waktu Untuk Hindari Denda

Read Next

Papilon, Budidaya Ikan yang Menggiurkan