Buron Empat Tahun, Polda Jatim Bekuk Anggota Komplotan Rampok Antar Provinsi

Buron Empat Tahun, Polda Jatim Bekuk AnggotaKomplotan Rampok Antar Propinsi

Konfirmasitimes.com-Surabaya (17/07/2020). Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jatim menangkap salah satu DPO (Daftar Pencarian Orang) pelaku perampokan di Jatim. Dimana tersangka yang ditangkap juga masuk DPO kepolisian dengan melakukan aksi perampokan di toko emas di daerah Indramayu. Dimana aksi pelaku dilakukan pada tahun 2017 lalu.

Penangkapan tersangka berdasarkan laporan polisi nomor LP/32/XI/2017/JATIM/RES.JBG/SEK.JGRT  dengan tanggal laporan 8 November 2017.Tersangka yang diamankan bernama Nawawi, (38) warga Pasuruan.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kronologis kejadian aksi kejahatan tersangka yaitu melihat sasaran yang akan dikuras hartanya terlebih dahulu. “Setelah menemukan sasaran, tersangka ini dengan menggunakan cadar dan rekannya yang berjumlah enam orang masuk ke dalam rumah korban,” jelasnya di Mapolda Jatim, Kamis (16/07/2020).

Diungkapkan oleh Trunoyudo, untuk bisa masuk ke dalam rumah korban, para tersangka lalu menggunakan linggis kecil merusak kunci pagar  rumah yang diincarnya.

“Sebenarnya aksi para tersangka ini dipergoki oleh penjaga rumah korban. Namun para tersangka ini mengancam korban agar tak melakukan perlawanan. Bahkan, pelaku kepada korban mengatakan” jangan bergerak hidup atau mati,” sambil mengalungi leher korban dengan clurit yang dibawa para tersangka,”terangnya.

Setelah berhasil membuat korban ketakutan, kata Trunoyudo, para pelaku menguras barang berharga milik pemilik rumah.

“Penghuni rumah yang mereka ancam diikat kawat belakang keduanya. Sedangkan kedua kakinya diikat dengan menggunakan tali raffia,” jelasnya.

Usai menguras isi rumah, lalu komplotan tersebut berhasil kabur dengan meninggalkan penjaga rumah yang mereka ikat di dalam rumah.

Diungkapkan oleh Trunoyudo, setelah komplotan perampok kabur, penjaga rumah berhasil meloloskan diri dan segera melaporkan ke pemilik rumah yang bernama Haji Suyanto.

“Namun, mungkin karena syok atau apa pemilik rumah tersebut meninggal dunia setelah mendengar kabar rumahnya usai kerampokan,” jelasnya.

Dalam pengejaran para pelaku perampokan ini, kata Trunoyudo, pihak kepolisian sebelum menangkap tersangka  Nawawi, juga telah melakukan penangkapan terhadap anggota komplotan tersebut.

“Yang sudah tertangkap terlebih dahulu antara lain bernama Syaifulloh (38) warga Pasuruan. Tersangka ini ditangkap di Batam kepulauan Riau dimana juga terlibat dalam tindak pidana curat (pencurian dengan pemberatan) di daerah desa Tutur Pasuruan,” jelasnnya.

Sedangka tersangka lainnya, lanjut Trunoyudo, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap empat tersangka lainnya.” Identitas mereka sudah dikantongi anggota dilapangan untuk dilakukan pengejaran,”jelasnya.

Sementara itu, dalam pengungkapan tersebut diamankan beberapa barang bukti antara lain perhiasan emas, 2 gelang emas dengan berat masing-masing 40 gram dan 20 gram, uang tunai Rp 50 juta, dua buah ponsel, 1 unit sepeda motor Kawazaki ninja warna hijau, 1 buah truk cantet warna biru polos  dan 1 ton muatan gabah di dalam truk tersebut.

Sedangkan untuk pasal yang dijeratkan yaitu pasal 365 KUHP dengan sanksi pidana maksimal 5 tahun penjara.

Sekedar diketahui, dalam pasal 365 KUHP berbunyi:

(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri.

(2) Diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun:

  1. jika perbuatan dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, di jalan umum, atau dalam kereta api atau trem yang sedang berjalan;
  2. jika perbuatan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu;
  3. jika masuk ke tempat melakukan kejahatan dengan merusak atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu;
  4. jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat.

(3) Jika perbuatan mengakibatkan kematian, maka diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(4) Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau kematian dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, disertai pula oleh salah satu hal yang diterangkan dalam no. 1 dan 3

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Panitia Qurban Kota Depok Harus Terapkan Tata Penanganan Limbah Daging Kurban

Read Next

Penduduk Miskin Kepri Tambah 5,92 Persen