Siswa Bandung Bisa Pinjam Laptop hingga Dapat Dukungan Kuota Untuk PJJ

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/07/2020). Sembilan puluh (90) persen siswa di Kota Bandung sudah bisa melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama 3-4 bulan pada tahun ajaran 2019-2020 lalu.

Hal tersebut dinyatakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Jawa Barat.

Langkah ini menjadi bekal untuk semakin pemperbaiki PJJ pada tahun ajaran 2020-2021.

Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto dalam keterangannya mengakui, ada sejumlah kendala pada PJJ tingkat Taman Kanak-kanak (TK, Sekolah dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada awal pandemi Covid-19. Namun setelah proses adaptasi, PJJ bisa berjalan dengan baik.

“Kekagetan di seluruh dunia (pandemi Covid-19), kita tidak mempersiapkan (PJJ). Tapi itu hanya berlangsung satu bulan, setelahnya kita bisa beradaptasi,” kata Bambang, Selasa (14/07/2020).

Kendala kedua, tambahnya, ada sekitar 9,25 persen siswa yang terkendala dengan alat-alat yang menunjang pembelajaran. “Misal di satu rumah yang punya HP ayahnya, ketika ayahnya harus bekerja, maka siswa tidak bisa belajar. Bahkan ada yang sama sekali tidak punya sarana penunjangnya,” katanya.

Terkait kendala tersebut, Bambang mengatakan telah mempunyai solusi. Seluruh sekolah diimbauan meminjamkan tablet atau laptop sebagai menunjang PJJ untuk siswanya.

“Sekolah memiliki alat seperti tablet atau laptop, bahkan di SMP negeri jumlahnya bisa ratusan. Misal anak-anak yang tidak mampu ada 50 siswa, tinggal didistribusikan atau dipinjamkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan,  kalau untuk kesulitan dalam biaya untuk membeli kuota, sekolah juga diimbau untuk menganggarkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu anak-anak tersebut,” lanjutnya.

Menurutnya, jika satu sekolah misal SMP Negeri memiliki 100-200 laptop dengan rata-rata Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) di angka 5-8 persen, maka laptop tersebut bisa dipinjamkan.

“Prosedurnya, sekolah membuat berita acara peminjaman. Misalkan anak yang terdata ada 10 orang, lalu diantarkan laptopnya ke rumah oleh guru. Nantinya orang tua menandatangani Berita Acara Peminjaman,” ucap Bambang

Bambang mengungkapkan, kendala lainnya terkait kompetensi teknologi dari sebagian guru-guru di sekolah sebanyak 8,35 persen dalam metode PJJ ini. Namun hal tersebut sudah diantisipasi dengan menggelar pelatihan.

“Selama PJJ jilid 1 berlangsung kemarin sekitar 3-4 bulan kita melatih para guru. Insyaallah guru-guru di Kota Bandung semakin siap untuk PJJ jilid 2 sekarang,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Presiden Undang Pelaku Usaha Untuk Terima Bantuan Rp. 2,4 Juta

Read Next

Perkawinan Massal di Pendidikan Vokasi