Kembali Turun ke Jalan, Massa Aksi Masyarakat Parapat Membawa Keranda Mayat

Kembali Turun ke Jalan, Massa Aksi Masyarakat Parapat Membawa Keranda Mayat

Konfirmasitimes.com-Sumut (16/07/2020). Masyarakat Girsang Sipanganbolon kembali turun kejalan, setelah aksinya pada 20 Mei 2020 tidak ditanggapi oleh pimpinan kecamatan Girsang Sipanganbolon dan pemerintah kabupaten Simalungun. Aksi sebelumnya dilaksanakan dengan berjalan longmarch keliling kota parapat.

Pada hari Rabu (15/07/2020) masyarakat parapat kembali mendatangi kantor camat Girsang Sipanganbolon dengan membawa keranda dan boneka pocong ke. Aksi ini dinamakan Aksi Diam dikarenakan pemerintah dinilai oleh masyarakat hanya diam dan kurang serius dalam menangani dampak pandemi covid-19. Masyarakat juga menuntut  adanya transparansi pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial. Aksi diam yg dilakukan masyarakat Parapat dengan membawa keranda mayat dan boneka pocong sebagai bukti simbolis matinya rasa kemanusiaan dan hati nurani Pemkab Simalungun.

Semula aksi ini dilaksanakan oleh dua orang duduk diam di depan kantor camat Girsang Sipanganbolon dengan membawa keranda bertuliskan “RIP Kemanusian Pemkab Simalungun” dan boneka pocong. Dikarenakan masyarakat turut prihatin dengan aksi diam tersebut masyarakat berkerumun melihat aksi ini di depan kantor camat. Sayangnya pimpinan kecamatan tidak dapat ditemui oleh masyarakat.  “Kita sudah satu jam disini mengharapkan kedatangan ibu camat, namun camat tadi diam-diam pergi dan itu sangat kita sayangkan” kata Rico Nainggolan.

Namun aksi ini berubah jadi keributan dikarenakan peserta aksi mendapat tindakan represif dari pihak kepolisian Parapat dan membubarkan masyarakat yang berkerumun di depan kantor camat. Ketika massa aksi masih menunggu kedatangan camat sembari menelpon via telepon seluler, tiba-tiba Kapolsek Parapat AKP Irsol datang dengan anggotanya dan langsung membubarkan massa dengan alasan sudah mengganggu ketertiban umum.

Kembali Turun ke Jalan, Massa Aksi Masyarakat Parapat Membawa Keranda Mayat

“Kita duduk-duduk dengan diam sambil menanti kehadiran ibu camat tiba-tiba saja Pak Kapolsek membubarkan kita, dan sangat kita sayangkan tindakan represif mereka” ucap Yeriko Manurung selaku peserta aksi.

Rico juga menuturkan bahwa kehadiran Kapolsek Parapat yang kurang komunikatif dan arogan menunjukkan bahwa itu usaha pembungkaman terhadap ruang demokrasi saat ini. ” Dia datang tadi dan tiba-tiba kita langsung ditarik dan diseret-seret tanpa basa-basi, itukan tindakan yang sangat arogan dari seorang polisi” kata Rico Nainggolan selaku kordinator aksi.

Sempat terjadi percakapan antara polisi dengan rico nainggolan saat rico diseret-seret oleh kepolisian dari tempat duduknya. “Aku bukan penjahat, jangan diseret-seret. Jangan main dorong. Kami datang baik-baik menyampaikan aspirasi, jangan dibungkam suara kritik kami pak” teriak Rico.

“Dilarang mengganggu ketertiban umum. Jangan mengganggu jalan, kita berkewajiban menjaga ketertiban dan keamanan. Jangan bakar-bakar ban di jalan” sahut polisi yang bertugas di depan kantor camat.

Adapun tuntutan massa aksi adalah mendesak Pemkab Simalungun untuk segera mendata dan memberikan bantuan kepada warga yang sangat membutuhkan bantuan sosial. “Kita hanya berusaha menyampaikan bahwa ada warga parapat dan kecamatan Girsang Sipanganbolon yang sangat butuh perhatian dan bantuan sosial karena sakit. Kondisi ekonomi mereka tidak memadai dan kita harapkan Bupati Simalungun utk memerintahkan dinas terkait untuk merealisasikan tuntutan kita. Yang kita sampaikan inikan masalah kemanusiaan” kata Rico Nainggolan.

Diakhir aksi, mereka mendesak Bupati Simalungun dan Camat Girsang Sipanganbolon untuk segera mundur dari jabatannya jika tidak mampu merealisasikan janji dan tanggungjawabnya sebagai peminpin. “Kalo Bupati dan Camat tidak mampu lagi menjalankan tanggungjawabnya,ya sebaiknya mundur aja dari jabatannya” tutup Yerikho Manurung.

Sampai berita ini dimuat, AKP Irsol selaku Kapolsek Parapat belum ada jawaban tentang pembubaran aksi diam masyarakat dan tindakan represif kepolisian dalam pembubaran aksi.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Antisipasi Pelonjakan Sampah Plastik Daging Kurban di Hari Raya Idul Adha

Read Next

Di Lapangan Cindua Mato Akan Digelar Shalat Idul Adha 1441 H