Jeritan Pelaku Usaha : Langkah Extraordinary Pemerintah Kami Tunggu

Jeritan Pelaku Usaha : Langkah Extraordinary Pemerintah Kami Tunggu

Konfirmasitimes.com-Jember (16/07/2020). Sebelumnya pandemi Covid-19 membuat masyarakat tidak dapat melakukan kegiatan di tempat kerja, sekolah, pasar, pusat perbelanjaan, hingga rumah ibadah. Masyarakat diimbau untuk menghindari kegiatan di ruang publik untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, yang telah menimbulkan krisis kesehatan global.

Namun, pada awal Juni lalu Pemerintah menggerakkan kembali aktivitas normal meskipun jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di berbagai daerah masih tercatat.

Kembalinya masyarakat beraktivitas secara normal diharapkan dapat berdampak positif terhadap perekonomian nasional yang sedang terpuruk akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Data menunjukkan Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal pertama tahun ini hanya 2,97 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Meski begitu, Tatanan norma baru yang diterapkan untuk semua sektor usaha ini harus dilakukan dengan standar protokol kesehatan sesuai dengan panduan bekerja di situasi new normal. Panduan tersebut tertuang dalam keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Data Inflasi Juni 0,18% Indikasi Peningkatan Daya Beli

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam keterangan tertulisnya pada 1 Juli 2020, melaporkan statistik Perkembangan Indeks Harga Konsumen / Inflasi No.50/07/Th.XXIII, ditunjukkan data angka inflasi Juni 2020 sebesar 0,18% (mom) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,06. 

Kenaikan inflasi pada Juni banyak disorot oleh pengamat dan ahli ekonom tanah air. Salah seorang Ekonom UI, Fitrah Faisal mengatakan kenaikan inflasi ini menjadi sinyal positif terhadap kembali bergulirnya kegiatan ekonomi di masa new normal dan indikasi awal meningkatnya daya beli masyarakat.

“Inflasi sebesar 0,18% pada bulan Juni meningkat sejalan dengan tatanan norma baru atau New Normal, seperti Pemerintah mulai membuka beberapa mall dan sektor ekonomi lainnya” ujar Fitrah Faisal.

Selain itu, data yang menunjukkan kelompok pengeluaran yang mengumbang sebagian besar kenaikan inflasi berasal dari kebutuhan pokok seperti makanan, minuman dan juga pakaian kembali menguatkan adanya penguatan daya beli masyarakat.

“Indikasi awal adanya peningkatakan daya beli dapat kita lihat dari kelompok pengeluaran, dimana kebutuhan pokok dan konsumsi serta baju tekstil menyumbang kenaikan” terang Ekonom UI tersebut.

New Normal’ Membawa Angin Segar Bagi Pelaku Usaha

Sejalan dengan data Badan Pusat Statistik, new normal yang telah diberlakukan kurang lebih satu bulan, mulai terasa dampaknya bagi para pelaku usaha.

Jeritan Pelaku Usaha : Langkah Extraordinary Pemerintah Kami Tunggu

Ahmad Haerul Anam yang kini tengah menjalankan usaha makanan ringan menjajakan makaroni, Rumah Makan Samawa, dan brand konsultan mengungkapkan sudah ada peningkatan omset beberapa lini usaha yang dijalankannya.

“Penerapan New Normal kerasa banget dampaknya, bahkan salah satu sektor mengalami peningkatan omset signifikan” ujarnya pada awak media Konfirmasi Times Senin (13/07/2020)

Haerul juga menambahkan jika sebelumnya para pelaku bisnis sangat terdampak Covid-19, tak tanggung-tanggung penurunan omset bisa mencapai angka 60-75 persen.

“Dampak pandemi pasti ngaruh banget ke omset, kalau boleh jujur omset turun 60 s/d 75%,” terangnya.

Saat ditanya mengenai bantuan atau insentif pemerintah kepada pelaku usaha, Ahmad Haerul Anam yang telah menggeluti bisnis lima tahun belakangan ini mengungkapkan belum mendapat bantuan pemerintah bagi pelaku usaha terdampak Covid-19.

“Enggak ada bantuan pemerintah yang nyentuh UMKM di Jember menurut saya sejauh ini,” ujarnya.

Haerul juga mengharapkan keseriusan pemerintah untuk melakukan berbagai kebijakan yang dapat segera menyelamatkan para pelaku usaha khususnya UMKM di masa pandemi ini.

“Yang pasti saya menunggu keseriusan pemerintah buat actionnya dan langkah Extraordinarynya untuk masa pandemi ini, karena Presiden juga sudah menanggapi kinerja para menteri yang beberapa tidak ada program extraordinary, apa lagi kita sebagai pelaku usaha masih menanti program dan real actionnya,” tutupnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kejaksaan Sumedang Musnahkan Barang Bukti Ini, Berharap Ada Efek Jera Bagi Pelaku Pidana

Read Next

Pemkab Karanganyar Mulai Izinkan Warga Gelar Hajatan Dengan Protokol Kesehatan