Tingkatkan Imun Tubuh, Forikan Jatim Sarankan Ini

Tingkatkan Imun Tubuh, Forikan Jatim Sarankan Ini

Konfirmasitimes.com-Surabaya (15/07/2020). Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Timur, Arumi Elestianto Dardak mengatakan dirinya masyarakat untuk rajin mengkonsumsi ikan, sebagai lauk pauk sehari-hari. Alasannya kandungan gizinya mampu meningkatkan daya tahan tubuh, terlebih saat ini di Jatim sedang pandemi Covid-19.

“Ikan ini selain menjadi pilihan yang paling tepat untuk mencegah stunting pada anak, juga bermanfaat untuk kesehatan, diantaranya dapat meningkatkan imunitas tubuh kita ditengah pandemi covid-19 ini. Maka, kita semua harus rajin mengkonsumsi ikan,” kata Arumi saat di Surabaya, Rabu (15/07/2020).

Arumi mengatakan, ajakan untuk rajin mengkonsumsi ikan harus terus digaungkan. Hal ini karena pencapaian angka konsumsi ikan di Jatim pada Tahun 2019 sebesar 38,82 kg/kapita/tahun. Sedangkan angka konsumsi ikan di Kabupaten Blitar sendiri masih rendah, yakni sebesar 22,12 kg/kapita/tahun.

Fakta itu, imbuh Arumi, menunjukkan bahwa kita masih perlu melakukan upaya-upaya peningkatan konsumsi ikan, melalui kegiatan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau Gemarikan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Forikan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) menggelar berbagai acara, seperti Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), yang bertujuan untuk memperkaya olahan produk ikan, sehingga masyarakat kian memiliki banyak pilihan dan gemar mengkonsumsi ikan.

“Namun karena ada pandemi ini, kampanye Gemarikan bisa dilakukan melalui live streaming seperti sekarang. Ajakan mengkonsumsi ikan ini harus terus dilakukan agar masyarakat terbiasa makan ikan, kalo sudah terbiasa maka menjadi suka. Sebab, mungkin ada yang punya faktor alergi, amis, dan lainnya terhadap ikan. Tapi jika sudah bisa mengolah ikan, dan rasanya enak, mereka akan rajin makan ikan,” jelasnya.

Arumi menambahkan, salah satu olahan ikan yang sangat direkomendasikan adalah dengan cara dikukus, dijadikan sop, atau dipepes. Hal ini bertujuan untuk menjaga kandungan gizi dalam ikan tersebut, sebab jika ikan digoreng, dikhawatirkan kandungan gizinya menjadi berkurang dan gampang hancur. Apalagi jika menggorengnya dengan minyak yang sudah berulang kali dipakai.

“Jadi misalnya anak kita harusnya makan protein yang banyak, tapi ketika ikan itu sudah digoreng, apalagi dengan minyak yang bukan sekali pakai, nah ini kandungan gizinya hampir habis. Tentu kan sayang sekali,” tambahnya.

Arumi  dalam hal ini mengajak masyarakat Jatim, khususnya ibu-ibu untuk gencar budidaya ikan  dengan memanfaatkan di pekarangan rumah masing-masing. Salah satu tekniknya dikenal dengan nama budikdamber (budidaya ikan dalam ember), yang merupakan teknik pengembangan dari aquaponik, di mana ikan dan tanaman bisa tumbuh dalam satu tempat.

“Semakin besar embernya  maka semakin banyak bibit yang bisa dimasukkan, contohnya bibit ikan lele. Budidaya ini relatif terjangkau dan membuat kita punya stok makanan bergizi selama 24 jam di rumah. Bahkan jika anda pintar merawatnya, makin banyak lele-nya, maka bisa anda jual ke pasar,” pungkas mantan model dan artis ini.

Sekedar diketahui,Banyak kandungan di dalam tubuh ikan sebagai nutrisi bagi tubuh manusia jika mengkonsumsinya. Nutrisinya antara lain seperti asam lemak tak jenuh, kandungan kalori yang rendah, yodium, selenium, flourida, zat besi, magnesium, zink, taurin, dan masih banyak lagi, sehingga manfaat makan ikan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Mengonsumsi ikan minimal 2 – 3 kali seminggu adalah pilihan yang baik, karena bisa dikata telah melakukan pencegahan terhadap beberapa penyakit.

Tak hanya itu, makan ikan juga memiliki efek jangka panjang yang dapat membuat generasi yang lebih cerdas dan sehat.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Petugas Tindak Tegas Tempat Usaha yang Melanggar Protokol Kesehatan

Read Next

Pesona Gunung Boga di Paser Membawanya Menjadi Populer