Tak Kunjung Tangkap Anak Kiai Di Jombang Yang Cabuli Santrinya, Polda Jatim Didemo

Tak Kunjung Tangkap Anak Kiai Di Jombang Yang Cabuli Santrinya, Polda Jatim Didemo

Konfirmasitimes.com-Surabaya (15/07/2020).  Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual menggelar aksi damai di depan Mapolda Jatim, Rabu (15/7/2020). Dalam aksi tersebut mereka menuntut polisi segera menangani kasus dugaan pencabulan santriwati oleh anak kiai di Jombang dengan inisial MSAT.

Tak Kunjung Tangkap Anak Kiai Di Jombang Yang Cabuli Santrinya, Polda Jatim Didemo

Sambil membawa poster yang bertuliskan antara lain “Numpak Sepeda Tuku Lele, Polda Jatim Ojo Bertele-tele, Kami Menunggu Kerja Profesional Polda Jatim, Pak polisi kapan Bekhi ditangkap, Santri Itu Ngaji Bukan Dicabuli” dan beberapa tulisan lainnya.

Menurut salah satu peserta aksi, Ana Abdillah mengatakan pihaknya berharap agar penyidik Polda Jatim melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Tangkap tangkap tangkap pelaku, tangkap pelaku sekarang juga,” ujarnya.

Diungkapkan oleh wanita asli Jombang ini, mengatakan pihaknya ingin penyidik Polda Jatim lebih tegas dalam menangani kasus pencabulan ini. Karena, kasus ini telah berlangsung dari tahun 2019, namun belum ada titik terang. Massa menilai ada permainan yang membuat kasus ini tak menemui titik terang.

“Kami menuntut Polda Jatim lebih tegas dalam menangani kasus ini. Kami aliansi menuntut Polda Jatim segera menangkap pelaku. Saya menduga dalam kasus ini ada konspirasi Polda Jatim dan pelaku. Karena sudah beberapa tahun tapi tidak ada titik terang sama sekali,”jelasnya.

Diungkapkan oleh Ana Abdillah, dalam pertemuan dengan penyidik polda Jatim dengan pihaknya, menurut keterangan penyidik mengaku kalau berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Namun sampai saat ini tim kuasa hukum santri yaitu dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya sampai saat ini belum menerima SP2HP(Surat Pemberitahuan Perkembangan  Hasil Penyidikan),” jelasnya.

Dengan lamanya kasus tersebut, kata Ana Abdilah, pihaknya kawatir akan dampak psikologi yang dihadapi oleh korban ketika kasus tersebut berlarut-larut.” Tentunya dari hitungan kami sudah ada 262 hari sejak kasus tersebut ditangani Polda Jatim, kuasa hukum kami termasuk keluarga korban belum menerima sama sekali SP2HP. Padahal ini merupakan kewajiban penyidik memberikan laporan kepada pelapor baik diminta maupun dengan diberikan laporan berkala,” jelasnya.

Sementara itu dalam aksi tersebut, Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual mengeluarkan pernyataan sikap antara lain,

  1. Mendesak Polda Jatim untuk segera melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa hingga tanggal 20 Juli 2020 dan menyerahkan tersangka pada kejaksaan,
  2. Mempertimbangkan Hasil Pemantauan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan sebagai Lembaga HAM Negara yakni : Mempertimbangkan Posisi Rentan Korban sebagai Perempuan serta trauma yang dialami,  Menerapkan Ancaman Hukuman Maksimal Pasal 285 KUHP, Jo Pasal 286 KUHP Jo Pasal 294 ayat (2) KUHP,
  3. Melibatkan Secara Penuh Orangtua, Kuasa Hukum, pendamping sosial Korban, Segera Menuntaskan Penyidikan perkara ini secara professional, transparan dan Akuntabel sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 14 tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

Sekedar diketahui, seorang pengasuh sebuah pondok pesantren (Ponpes) berinisial MSA (39), asal Kecamatan Ploso, Jombang, dilaporkan ke polisi. Ia dilaporkan oleh seorang santriwatinya lantaran diduga telah melakukan perbuatan cabul.

Laporan tersebut terungkap dengan keluarnya surat laporan polisi  dengan nomor: LPB/392/X/Res.1.24./2019/JATIMRES JBG Tanggal 29 Oktober 2019.

Laporan terhadap seorang pengasuh Ponpes di Jombang ini ditandai dengan adanya SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) perkara yang telah dikeluarkan oleh Polres Jombang.

Berdasarkan data yang didapat, SPDP telah dikirim Polres Jombang kepada Kejaksaan Negeri Jombang. Surat tersebut tertanggal 12 November 2019 bernomor: B/175/XI/RES.1.24/2019/Satreskrim.

Namun sayangnya, pihak penyidik Polda Jatim sampai saat ini belum melakukan penangkapan terhadap tersangka  meski sudah 2 kali mangkir dari pemanggilan penyidik. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Update Virus Corona 15 Juli 2020 Semua Provinsi Indonesia

Read Next

Penduduk Miskin Meningkat, Kota Ini Terbanyak