Penduduk Miskin Meningkat, Kota Ini Terbanyak

Penduduk Miskin Meningkat, Kota Ini Terbanyak

Ilustrasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/07/2020). Presentase penduduk miskin di 22 Provinsi mengalami kenaikan pada Maret 2020 sebagaimana catatan Badan Pusat Statistik (BPS).  Provinsi yang kenaikan persentase penduduk miskin yang paling tinggi adalah di DKI Jakarta.

“Jadi dari 34 provinsi itu 22 provinsinya mengalami kenaikan persentase kemiskinan,” kata Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Rabu (15/07/2020).

Disebut Suhariyanto, seluruh provinisi di Pulau Jawa mengalami kenaikan kemiskinan. Dan yang tertinggi adalah DKI Jakarta, meningkat  1,11 persen poin dari 3,42 persen di September tahun lalu menjadi 4,53 persen pada Maret 2020.

Kemudian Jawa Barat mengalami kenaikan  1,06 persen poin dari 6,82 persen di September 2019 menjadi 7,88 persen di Maret 2020.

Kemudian Banten mengalami kenaikan  0,98 persen poin dari 4,94 persen menjadi 5,92 persen. Lalu  Jawa Timur naik 0,89 persen poin dari 10,2 persen menjadi 11,09 persen, kemudian Daerah Istimewa Yogyakarta naik 0,84 persen dari 11,44 persen menjadi 12,28 persen. Terakhir Jawa Tengah 0,83 persen poin dari 10,58 persen menjadi 11,41 persen.

Sedangkan di Bali mengalami kenaikan namun tidak signifikan yakni hanya 0,17 persen poin dari 3,61 persen menjadi 3,78 persen di Maret 2020.

Lalu wilayah Sumatra hanya mengalami kenaikan tingkat kemiskinan tak lebih dari 0,12 persen. Aceh, Sumatra Barat, Riau justru sebaliknya terjadi penurunan kemiskinan di kisaran 0,01-0,08 persen poin.

Di wilayah Kalimantan, kenaikan tertinggi hanya dialami Kalimantan Utara dari 6,49 persen naik menjadi 6,8 persen atau 0,31 persen poin. Adapun Kalimantan Timur hanya naik 0,19 persen poin.

Untuk wilayah Sulawesi dan Maluku hampir seluruhnya justru mengalami penurunan tingkat kemiskinan.

Kenaikan hanya terjadi di Sulawesi Utara yakni dari 7,51 persen menjadi 7,62 persen dan Sulawesi Selatan dari 8,56 persen menjadi 8,72 persen.

Kemudian wilayah Papua mengalami kenaikan tingkat kemiskinan 0,09 persen poin dari 26,55 persen menjadi 26,64 persen.

Sebaliknya, Papua Barat mengalami penurunan 0,14 persen poin dari 21,51 persen menjadi 21,37 persen per Maret 2020.

Jakarta Termiskin

Untuk wilayah DKI Jakarta sendiri, angka kemiskinan naik sebanyak 1,11 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebut posisi ini berdasarkan data dari September 2019 hingga Maret 2020.

Dimana pada bulan Maret 2020 presentase penduduk miskin Jakarta berada di angka 4,53 persen. Sedangkan di September 2019 lalu, presentase penduduk miskin berada di angka 3,42.

Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga menyebut jumlah penduduk miskin Jakarta Maret 2020 dengan demikian mencapai 480,86 ribu orang.

“Angka ini hampir setara dengan 20 tahun yang lalu. Dimana tahun 2000 kemiskinan di DKI berada di angka 4,96 persen lalu kembali turun, namun pada 2006 dan 2007 mengalami kenaikan kembali 4,57 persen dan 4,61 persen,” papar Buyung.

Meski demikian, Buyung menyampaikan kenaikan juga terjadi di tingkat nasional. Dimana pada tahun 2019 DKI Jakarta berada di angka 3,47 persen dan kembali meningkat menjadi 4,53 persen di bulan Maret 2020.

Di sisi lain, data tingkat nasional mencatat kemiskinan berada di angka 9,41 persen pada tahun 2019 dan mengalami kenaikan 9,78 persen di bulan Maret 2020.

Penyebab Kemiskinan Meningkat

Buyung menyebut, selain banyaknya orang miskin dan bertambahnya orang miskin, penyebab lain yakni Proverty Gap Index (P1)/ indeks kedalaman kemiskinan. Proverty severity (P2) indek keparahan kemiskinan juga menunjukan Gap kemiskinan yang terus mengalami kenaikan.

Dipaparkan Buyung,  P1 pada Maret 2020 sebanyak 0,590 persen dan P2 sebanyak 0,399 persen

Sementara itu Badan Statistik DKI Jakarta mengunakan metode berdasarkan kebutuhan dasar yang di keluarkan oleh world bank pada tahun 2019. Dalam metode ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi terhadap masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Kebutuhan dasar tersebut baik makanan maupun bukan makanan yang di ukur berdasarkan ketetapan garis kemiskinan. Penduduk miskin ini sendiri diterjemahkan sebagai penduduk yang memiliki rata rata pengeluaran perkawinan perbulan dibawah garis kemiskinan.

“Metode ini digunakan BPS sejak 1998 supaya ada ketergantungan antar waktu dari tahun ke tahun. Survey yang digunakan survey sosial ekonomi nasional yang dilakukan pada bulan Maret 2020,” pungkasnya.

Sementara itu Kasudin Sosial Jakarta Timur, Purwono membenarkan wilayah Jakarta Timur merupakan wilayah berpenduduk miskin terbanyak di Jakarta.

Terkait data ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki pandangan berbeda, menurut Anies Baswedan, jumlah penduduk miskin di Jakarta minim, dan menyebut angka persentase penduduk miskin di Jakarta terkecil. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tak Kunjung Tangkap Anak Kiai Di Jombang Yang Cabuli Santrinya, Polda Jatim Didemo

Read Next

Dibuka Lowongan Calon Guru Penggerak