Jarak Yang Jauh, Akhirnya Pasien Melahirkan Di Atas Mobil Ambulance

Proses persalinan di atas mobil ambulance

Proses persalinan di atas mobil ambulance

Konfirmasitimes.com-Sulbar (15/07/2020). Seorang pasien terpaksa harus diberi pertolongan persalinan di atas mobil ambulance mengingat saat perjalanan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Pangale, Kab. Mamuju Tengah menuju rumah sakit di daerah Mamuju, pasien memiliki tanda-tanda akan melahirkan.

Jarak Yang Jauh, Akhirnya Pasien Melahirkan Di Atas Mobil Ambulance
Herawati dan rekannya berhasil melakukan upaya persalinan pasien

Menurut Herawati Pattawe, salah seorang bidan di PKM Pangale yang ikut menemani pasien tersebut, ia menyampaikan bahwa kontraksi pasien cukup kuat saat perjalanan menuju rumah sakit rujukan.

“Pasien tersebut datang di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Pangale,  pukul 05.30 dengan kontraksi yang begitu kuat pembukaan 4-5 cm, dengan presentase letak bokong,” Terangnya saat dikonfirmasi awak media konfirmasitimes.com (14/07/2020)

Ia melanjutkan bahwa rencananya pasien tersebut akan dirujuk di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Mamuju, agar mendapat perawatan yang lebih maksimal. Mengingat sarana dan prasarana lebih lengkap di rumah sakit rujukan daripada yang ada di PKM.

“Dirujuk karena memang indikasi dan hasil USG bokong dan sudah serotinusmi dan memang anjuran melahirkan di Rumah Sakit dan kami harus ikuti protap,” Ungkap Herawati

Bidan PKM Pangale ini menjelaskan bahwa rencana awalnya ketika sampai di Rumah Sakit Mamuju, pasien tersebut akan diberikan pertolongan persalinan secepatnya. Namun karena jarak antara Kec. Pangale dan kota Mamuju cukup jauh, sekira menempuh waktu kurang lebih 60 menit. Maka tindakan untuk persalinan di atas mobil ambulance dilakukan.

“Saya merujuk sama teman kontrak, Dimana faskes rujukan cukup jauh jadi memungkinkan untuk lahir di jalan. Namun karena partus ibu tersebut sudah tidak bisa ditahan untuk sampai di faskes,” terangnya

Meskipun seperti itu, lanjut Hera, dia dan rekannya berusaha untuk mencari PKM ataupun rumah sakit terdekat dari posisi mobil ambulance yang sementara melaju menuju daerah Mamuju.

“Kami sudah berusaha untuk cari faskes terdekat tapi belum sempat menemukannya. Akhirnya pasien  melahirkan di mobil ambulance dalam posisi mobil harus tetap jalan. Di pinggir sawah dan posisi dan kondisi yang tidak nyaman apalagi lahirnya yang tidak normal lahir  bokong,” jelasnya

Dalam proses memberikan pertolongan persalinan kepada pasien, Herawati dan rekannya berupaya memberikan penyelamatan bagi ibu dan bayi, meskipun sarana dan prasarana di atas mobil ambulance terbatas. Apalagi si pasien ditengarai memiliki posisi janin yang tidak normal.

“Saya sempat syok karena kepala nyangkut lama baru bisa keluar, dan Alhamdulillah lahir selamat,“ imbuhnya.

Herawati mengakui ia sempat meneteskan air mata haru bersama rekannya di atas mobil ambulance sesaat setelah bayi itu lahir.

“Walaupun bayinya lama baru menangis keluar dengan warna kulit biru dengan berbagai macam tindakan akhirnya bisa menangis juga dan kulitnya berubah warna merah  jambu. Sampai menetes semua air mata di atas mobil kemarin bayi itu menunjukkan gejala sebagai bayi normal,” terangnya

Setelah proses persalinan pasien di atas ambulance berhasil dilakukan Herawati dan rekannya, akhirnya mereka putuskan untuk kembali ke PKM Pangale atau tidak melanjutkan perjalanan ke rumah sakit yang berada di daerah Mamuju.

“Setelah beberapa menit dipantau dan konsultasi dengan dokter yang bertugas juga sebagai kepala puskesmas. Pihaknya  melihat kondisi umum ibu/bayi cukup baik, kami putuskan untuk kembali ke PKM untuk di observasi lebih lanjut,” Terang salah satu bidan PKM Pangale.

Herawati mengakui bahwa kejadian memberikan pertolongan persalinan kepada pasien sudah sering ia lakukan bersama rekannya. Namun keadaan kemarin cukup menantang.

“Saya sudah sering menolong di atas mobil tapi meskipun begitu kemrin saya juga sempat histeris,” tutupnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Khitanan Gratis untuk Warga Semarang

Read Next

Kabar Baik! Destinasi Wisata Dieng Telah Dibuka Kembali