Masih Zona Biru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Bandung Gunakan Sistem Daring

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/07/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung menegaskan bahwa tahun ajaran baru yang dimulai pada Senin (13/07/2020) menggunakan sistem pembelajaran masih dilakukan secara daring.

Dalam keterangannya Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar, Minggu (12/07/2020) mengatakan bahwa Kota Bandung masih menerapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh karena Kota Bandung masih berstatus zona biru Covid-19. Kendati demikian, ia memastikan seluruh perangkat pembelajaran sudah siap.

“Baik guru, tenaga kependidikan, dan orang tua insyaallah sudah siap sebagaimana yang sudah dilakukan pada tahun ajaran lalu,” tutur Hikmat.

Hikmat juga menambahkan bahwa sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, para siswa baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari. Materinya telah disiapkan oleh Disdik bekerja sama dengan tiap-tiap sekolah.

“Setiap sekolah sudah kami berikan pedoman MPLS-nya,” ujar Hikmat.

Pada MPLS tersebut, siswa baru akan diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, khususnya warga sekolah, seperti kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya. Dengan begitu diharapkan siswa akan mengenal lingkungan sekolah dengan baik.

Hikmat mengatakan bahwa pihaknya telah mengevaluasi PJJ periode sebelumnya. Ia pun mengapresiasi semua pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan PJJ, baik pendidik, tenaga kependidikan, siswa, maupun orang tua.

“Saya mengapresiasi para pendidik, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua yang sudah bekerja sama menyelenggarakan belajar-mengajar sekalipun harus PJJ. Kerja sama ini telah menjadi kolaborasi yang sangat bagus dan para peserta didik telah lulus dengan baik,” ucap Hikmat.

Di sisi lain, metode daring yang juga dilakukan terhadap sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga dipandang mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Meskipun terjadi dinamika, tapi semua pihak bisa bekerja sama dan saling mendukung.

“Yang luar biasa adalah PPDB online kemarin. Kita mampu menyelenggarakannya dan memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya untuk pelajar. Indikatornya tidak ada peserta didik yang terpapar Covid,” imbuhnya.

Hikmat meminta kepada seluruh komponen belajar-mengajar untuk melanjutkan kerja sama yang baik ini dalam melaksanakan PJJ di tahun ajaran baru. Ia berharap semua dapat menyesuaikan diri di tengah pandemi yang belum berakhir ini.

“Diharapkan kerja sama semua pihak. Tentu kita semua ingin segera normal. Kita tidak bisa terlalu berharap ideal tapi harus mampu beradaptasi dengan situasi saat ini, salah satu metodenya dengan internet,” katanya.

Hikmat juga menambahkan bahwa semua tenaga kependidikan, guru, dan orang tua diharapkan bisa menyesuaikan. Sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bacaan Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah

Read Next

Kasian; Petani Padi Merugi, Hasil Panen Tidak Maksimal Di Boyolali