Malu Masuk Sekolah Baru karena Tinggal Kelas? Jangan, Tokoh Ini Pernah, kok, Tinggal Kelas!

Malu Masuk Sekolah Baru karena Tinggal Kelas? Jangan, Tokoh Ini Pernah, kok, Tinggal Kelas!

Konfirmasitimes.com-Sumut (14/07/2020). Tahun ajaran baru sudah dimulai per 13 Juli 2020. Di beberapa daerah, dari berbagai sumber yang kami himpun, ada sebanyak 85 kabupaten/kota atau sekitar 6 persen. Selebihnya, sebanyak 94 persen lainnya belajar dari rumah melalui sistem daring (dalam jaringan). Pada tahun ajaran baru, siswa baru adalah hal yang lazim karena penerimaan siswa baru.

Namun, wajah baru (bukan kelas 1 di masing-masing tingkatan) sering juga terlihat. Wajah baru ini adalah pindahan dari sekolah lain. Pindahan sering dikonotasikan sebagai siswa yang tinggal kelas dari sekolah sebelumnya. Supaya siswa tersebut dapat naik kelas, maka ia harus pindah ke sekolah baru. 

Artinya, wajah baru mempunyai stigma rahasia umum: tinggal kelas. Banyak siswa seperti ini kemudian depresi dan minder. Mereka gugup untuk beradaptasi di sekolah yang baru. Namun, jika kamu kebetulan tinggal kelas, jangan khawatir. Tinggal kelas bukan akhir segalanya. Maka, tataplah sekolah barumu dengan semangat. Jangan terlalu ambil pusing dengan gosip-gosip teman barumu. Kamu justru harus menunjukkan, kamu naik kelas.

Lagi pula, jika kamu tinggal kelas sebelumnya, perlu kamu ketahui, banyak tokoh besar saat ini juga pernah tinggal kelas. Bahkan, tokoh yang tinggal kelas ini kemudian tidak hanya ke ih sukses dari temannya yang selalu naik kelas, tetapi juga dari temannya yang sering juara kelas. Siapa saja mereka?

Ada Thomas Alfa Edison. Pada masa kecilnya di Amerika Serikat, Edison selalu mendapat nilai buruk di sekolahnya. Oleh karena itu, ibunya memberhentikannya dari sekolah dan mengajar sendiri di rumah. Namun, fakta berbicara, Thomas Alfa Edison jauh lebih dikenal daripada temannya yang juara kelas.

Albert Einstein, yang kini menjadi lambang kejeniusan, juga pernah tinggal kelas. Namun, fakta kemudian berbicara, Albert Einstein jauh lebih berhasil dari teman-teman sekelasnya. Tokoh lain masih banyak. Artis terkenal dari Indonesia pun ada yang pernah tinggal kelas. Bahkan, mereka sempat terpuruk karena merasa sudah sangat gagal. 

Rio Dewanto, misalnya. Ia sangat frustrasi ketika tinggal kelas di masa SMA. Namun, ia bangkit dan kini sudah menjadi publik figur. Ada juga Dedy Corbuzier. Dedy Corbuzier mengakui hal itu dalam akun Youtubenya. “Saya pernah enggak naik kelas 2 kali. Dan saya sukses sekarang,” tuturnya (30/05/2017). Sophia Latjuba pun mengalami pahitnya tinggal kelas.

Tokoh profesional lain pun banyak. Ada Rhenald Kasali. Siapa yang tidak mengenal Rhenald Kasali saat ini. Lihatlah di pencarian google, maka akan ramai fotonya. Kini, ia menjadi salah satu guru besar di universitas terkemuka di negara ini, Universitas Indonesia. Ia bahkan menjadi satu satunya guru besar dari Indonesia yang masuk pada jajaran Top Guru Besar Dunia.

“Saya sempat bersedih hati sewaktu tidak naik kelas di sekolah dasar. Seingat saya, salah satu penyebabnya adalah nilai Bahasa Indonesia saya yang merah menyala,” aku Rhenald Kasali dalam bukunya Marketing in Crisis: Marketing Therapy (2009).
Tokoh lainnya masih banyak lagi. Ada Soe Hoek Gie, ada Harry Tjan Silalahi. Mau yang lebih hebat? Penemu dan CEO Facebook, yaitu Mark Zuckerberg dan pemilik Microsoft, Bill Gates bahkan dikeluarkan dari universitasnya. Namun, siapa saat ini yang tak mengenal Bill Gates dan Mark Zuckerberg?

Karena itu, bagi kamu yang tinggal kelas dan terpaksa menjadi siswa baru di sekolah baru, kamu jangan berkecil hati. Kamu boleh gagal saat ini. Tapi, tidak ada kesuksesa tanpa kegagalan. Justru, kesuksesan adalah kemampuan kita untuk menghabiskan jatah gagal.

Sementara itu, ketika dihubungi secara terpisah, Radius K.Siburian, guru bahasa Indonesia sekaligus penulis buku ini menyebutkan, tinggal kelas untuk saat ini sudah tidak ada lagi.

“Kalau sampai tinggal kelas, berarti biasanya karakternya sudah keterlaluan. Sering bolos, PR tak satu pun dikerjakan, melakukan kekerasan, melawan guru, bahkan tak mau ujian susulan atau remedial. Jadi, sekarang ini, agar naik kelas gampang saja, belajar dan bersikap sportif,” sebutnya, Senin (13/07/2020).

Dia juga menambahkan, guru mana pun, pada siswa yang sportif pasti akan menaikkan siswa.

Mariah Al-qibtia, guru berprestasi dari Serdang Bedagai Sumatera Utara dan sudah 2 tahun mengabdi di daerah 3T juga mengatakan hal senada. Baginya, jalur untuk naik kelas sangat terbuka dan jalur untuk tinggal kelas sebenarnya tertutup. Maka, menurutnya, jika seseorang tinggal kelas, itu sebenarnya pintu yang dibuat oleh siswa itu sendiri.

Jadi, mari belajar lebih giat lagi jika kamu tinggal kelas karena kurang belajar. Mari berubah dan bertobat jika kamu tinggal kelas karena sikap. Tinggal kelas hal biasa. Yang tak biasa adalah menjadikan tinggal kelas sebagai bekal untuk berubah dan belajar lebih giat lagi. Intinya, kamu jangan malu dan jangan sampai minder.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pecinta Camping Wajib Kunjungi Kawasan Hutan Eksotik di Desa Bangbayang

Read Next

Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini