Aceh Izinkan SLTA Belajar Tatap Muka

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/07/2020). Mulai hari Senin (13/07/2020) seluruh sekolah dan madrasah Tingkat SLTA se Kabupaten Aceh Tengah melakukan aktifitas belajar di kelas dengan sistem tatap muka. Proses belajar mengajar dikelas diterapkan sesuai dengan pedoman Keputusan Bupati Aceh Tengah Nomor 094/3027/2020, bahwa  seluruh sekolah dan madrasah tingkat SLTA (SMA, MA, SMK) diperbolehkan memulai aktifitas belajar di kelas. 

Namun meski telah diaktifkan kembali proses belajar mengajar di sekolah, protokol kesehatan tetap diterapkan dengan ketat di kabupaten penyandang status zona hijau ini, diantaranya pengaturan jarak kursi siswa minimal 1,5 meter, seluruh siswa dan guru memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan dicek suhu sebelum masuk kelas.

Di pintu gerbang setiap sekolah, semua siswa dan guru wajib dicek suhu menggunakan thermo gun dan di setiap pintu masuk kelas tersedia tempat cuci tangan dengan sabun.

Pengaturan letak dan jarak tempat duduk juga telah disesuaikan, antara tempat duduk satu dengan lainnya berjarak 1,5 meter dan setiap lokal hanya diisi 9 -12 siswa.

Semua siswa dan guru juga terlihat menggunakan masker selama mengikuti proses belajar mengajar dan sementara kantin sekolah belum dibuka. Sementara jadwal masuk siswa menggunakan sistem sift dan jam belajar di sekolah dibatasi.

Pejabat tingkat kabupaten maupun kecamatan, hari ini juga melakukan peninjauan ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah mereka untuk memastikan bahwa protokol kesehatan telah diterapkan oleh semua sekolah pada jenjang SLTA.

Dalam keterangannya Camat Kute Panang, Alwin Syahri, yang melakukan peninjauan langsung ke  SMA Negeri 16 Takengon, Senin (13/07/2020) mengatakan bahwa sekolah yang dikunjunginya sudah memenuhi protokol kesehatan.

“Pagi ini kami telah melakukan peninjauan langsung ke sekolah, kami melihat semua siswa dan guru dicek suhunya, menggunakan masker dan mencucu tangan dengan sabun sebelum masuk kelas, di dalam ruangan kelas juga sudah diatur jarak tempat duduk siswa, setiap lokal hanya diisi 9 sampai 12 orang” jelas Alwin.

Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Ketua MPD Aceh Tengah, Dr. Edy Putra Kelana, M Pd juga melakukan peninjauan sekaligus memberikan arahan kepada para siswa di SMA Negeri 1 Takengon.

Dalam keterangannya Edy meminta kepada para siswa agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama proses pembelajaran di sekolah dan usai belajar di sekolah, langsung pulang ke rumah masing-masing.

Edi juga menambahkan bahwa pembelajaran tatap muka sekarang ini berbeda dengan hari-hari biasa, karena masih dalam situasi pandemi.

“Saya berharap para siswa tetap mematuhi protokol kesehatan selama di sekolah, dan habis jam pelajaran di sekolah langsung pulang kerumah, jangan lagi mampir ke kafe atau warnet, lebih baik sambung belajar di rumah, karena jam pelajaran di sekolah dikurangi” pesan Edy.

Meski bestatus daerah zona hijau, untuk sementara sekolah tingat SLTP (SMP, Madrasah Tsanawiyah) dan tingkat Dasar (SD dan Madrasah Ibtidaiyah), sesuai dengan Keputusan Bupati Aceh Tengah tersebut belum diijinkan untuk melakukan pembelajaran sistem tatap muka. Untuk jenjang SLTP kebawah, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah merekomendasikan tetap memberlakukan Belajar Dari Rumah (BDR) dengan sistem daring.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bayi Baru Lahir Menangis di Pemakamannya Sendiri

Read Next

Gangguan Kamtibmas Meningkat Lebih Dari 10 Persen