Terduga Teroris Tewas Ditembak Densus, Keluarga Protes

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/07/2020). Aparat Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Polri menembak mati seorang terduga teroris inisial MJI alias IA (22). Tindakan tersebut dilakukan karena MJI melawan saat akan diamankan petugas saat upaya penangkapan yang dilakukan pada Jumat (10/07/2020) lalu di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

“Tersangka IA melawan dengan menggunakan senjata tajam sehingga dilakukan penindakan terarah dan terukur,” kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (12/07/2020).

Terduga teroris IA dinyatakan tewas setelah  sempat dirawat selama 24 jam di RS Bhayangkara dan RSUP dr Kariadi Semarang. Nyawa IA tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu 11 Juli 2020, sekira pukul 17.20 WIB.

Dijelaskan Argo, penangkapan terhadap terduga teroris IA merupakan pengembangan dari kasus penyerangan Wakapores Karanganyar Kompol Busroni dengan pelaku Karyono Widodo.

Sebagaimana diberitakan, Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni diserang orang tak dikenal saat melaksanakan susur Gunung Lawu bersama relawan di Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (21/06/2020) lalu.

Sekitar pukul 10.45 WIB, tiba-tiba saja pelaku yang diketahui bernama Karyono Widodo menyerang Busroni saat sedang memindahkan barang dari tas gunung ke tas kecil. Serangan sabit itu ditangkal Busroni dengan tongkat, namun tetap mengenai tangan.

Sopir Busroni juga dikejar-kejar pelaku dan mengalami luka cukup serius di bagian leher dan punggung. Sedangkan relawan bernama Jarot ikut mengalami luka sobek di lengan kanan dan punggung saat hendak mengejar pelaku. Sementara pelaku, Karyono Widodo tewas ditembak.

Adapun Karyono Widodo sendiri diketaui baru keluar dari penjara pada Juli 2019 atas kasus terorisme. Lepas dari penjara, Karyono Widodo diantar petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ke rumah orang tuanya, di Menisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur. Namun Karyono tiba-tiba menghilang dan justru menyerang Kompol Busroni.

Sementara itu, Argo melanjutkan selain IA, pihaknya juga mengamankan tersangka lainnya terkait peristiwa penyerangan Kompol Busroni.  Mereka yang ditangkap yakni seorang perempuan berinisial IS warga Semarang Utara, Kota Semarang.

Terhadap IS ditangkap di sebuah rumah yang terletak di kampung Purwosari Perbalan, Semarang Utara. Dia diduga terlibat dalam perencanaan penyerangan terhadap Kompol Busroni.

Kemudian, dua orang lainnya yakni inisial Y dan W, warga Boyolali. Y sendiri diketahui seorang pedagang ikan, sementara W sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek online.

“Kelompok ini berafiliasi dengan ISIS, yang juga berencana meledakkan markas polisi di Lampung. Saat ini Y, IS dan W ditahan untuk pengembangan penyidikan selanjutnya,” ungkap Argo.

Atas perbuatnnya, sambung Argo, para tersangka dijerat Pasal 15 Jo 6 dan 15 Jo 7 Undang-Undang no 5 tahun 2018 Tentang Perubahan Atas UU No.15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Perpu No.1 tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang.

Pihak Keluarga Protes

Tindakan terukur dan terarah, atau tembak yang dilakukan aparat Densus 88 Antiteror Polri terhadap terduga teroris IA menuai protes dari pihak keluarga. IA diketahui meninggal pada Sabtu kemarin di RSUP dr Kariadi Semarang usai mendapatkan perawatan.

Perwakilan keluarga IA, yakni Endro Sudarsono dari  The Islamic Study and Action Center (ISAC) menyebut IA ditangkap saat pulang dari salat Jumat di masjid Baiturrahman. Saat itu IA tengah menaiki sepedanya.

Saat ditangkap, Endro menyebut tidak ada alasan penangkapan atau tidak ada surat penangkapan yang ditunjukkan pihak aparat.

“Belum ada surat penangkapan untuk MJI alias IA. Sehingga alasan resmi penangkapannya belum dikonfirmasi,” kata Endro.

Dan yang disesalkan pihak keluarga adalah, mengapa terhadap IA dilakukan penembakan.

“Harusnya kami tanya lagi. Kenapa harus ada tembakan mematikan, cukup hanya dengan tembakan untuk melumpuhkan saja,” tegas Endro.

Disebut Endro, jika memang IA dituduh terlibat dalam aksi penyerangan Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni, menurutnya hal itu harus dibuktikan terlebih dahulu di pengadilan. Sebab perlu ada saksi dan bukti yang mengaitkan dengan kasus tersebut.

“Memang kalau melihat media arah pemberitaannya memang kesana (terlibat penyerangan Kompoll Busroni-red). Namun perlu ada asas praduga tak bersalah,” pungkasnya.

Selain itu pihak keluarga juga sempat meminta penyebab kematian IA dari pihak rumah sakit.

Adapun jenazah IA sudah diambil oleh orang tua yang bersangkutan kemarin. Jenazah keluar dari kamar jenazah RS Bhayangkara Semarang sekitar pukul 14.00 wib. Selanjutnya jenazah IA langsung dimakamkan di Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

KIM “Mekarsari” Kelurahan Surodinawan Masih Exsis Ditengah Pandemi

Read Next

Taman Wisata Kawah Ijen Kembali Dibuka Untuk Wisatawan Domestik