Melawan Saat Penangkapan, Dua Pelaku Bobol Rumah Di Surabaya Ditembak Mati Petugas

Melawan Saat Penangkapan, Dua Pelaku Bobol Rumah Di Surabaya Ditembak Mati Petugas

Konfirmasitimes.com-Surabaya (13/07/2020). Dua pelaku Pencurian dengan Pemberatan (Curat) ditembak mati oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polrestabes Surabaya di wilayah Dharmahusada Indah Surabaya.

Para pelaku tersebut antara lain DB (53) warga Jakarta dan tersangka berinisial AN (59) warga Tangerang.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan kronologi kejadian bermula adanya aksi kejahatan bobol rumah yang terjadi di beberapa wilayah di Surabaya terekam oleh CCTV.

“Ada 7 titik jalan di Surabaya terekam pelaku bobol rumah di CCTV yang dilakukan empat orang laki-laki yang tidak dikenal dengan menggunakan sarana 2 unit sepeda motor serta menggunakan helm warna hitam,” ungkapnya di Mapolrestabes Surabaya, Senin (13/07/2020).

Mantan ajudan Presiden Jokowi ini mengatakan atas terlacaknya para pelaku tersebut, tim dari Jatanras Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan dan dengan menganalisas hasil rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan mengindentifikasi para pelaku tersebut.

Selanjutnya, kata mantan Kapolsek Karang Pilang ini mengatakan dalam satu minggu opsnal unit Jatanras melakukan Mapping di area perumahan wilayah kota Surabaya untuk mencari para pelaku dengan hasil Analisa melalui CCTV dan keterangan saksi-saksi serta pelaku hingga akhirnya dapat diindentifikasi.

Setelah melakuka identifikasi, kata pria Jonny Isir, tim Jatanras Polrestabes Surabaya mendapati para pelaku melakukan percobaan bobol rumah di sebuah rumah di jalan Dharmahusada Surabaya.

“Setelah terlacak, dan benar adanya mereka sedang beraksi, segera anggota Jatanras melakukan penangkapan terhadap para pelaku. Anggota Jatanras melakukan pembuntutan dan hingga akhirnya terjadi aksi kejar-kejaran antara anggota dengan para pelaku,” jelasnya.

Saat kejar-kejaran tersebut, kata Isir, para pelaku berusaha kabur atas kejaran dari Jatanras Polrestabes Surabaya.

“Oleh anggota diberi tembakan peringatan 2 kali ke udara agar para tersangka ini mau berhenti. Namun, bukannya berhenti, mereka justru berusaha terus kabur untuk menghindari penangkapan,” jelasnya.

Para pelaku tersebut, kata Isir, termasuk pelaku nekat. Dimana nekat menyerempet motor anggota Jatanras yang akan menangkap mereka.

“Motor pelaku dan anggota terjatuh. Dan bukannya malah menyerah namun mereka justru menyerang anggota yang akan menangkapnya,” sambungnya.

Jonny Eddizon Isir mengungkapkan, para pelaku saat terjatuh mengeluarkan sajam penghabisan dan melakukan penyerangan kepada anggota Jatanras.

“Karena nyawa anggota terancam, maka dilakukan upaya melumpuhkan para pelaku dengan memberikannya tembakan terukur dan tegas terukur,” terangnya.

Sesaat setelah dilakukan tindakan tegas terukur, kata Isir,para pelaku dibawa oleh anggota ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan mobil anggota Jatanras guna mendapat pertolongan.

“Namun ditengah perjalanan pelaku meninggal dunia,” terangnya.

Untuk pengembangan selanjutnya, kata Isir, anggota Jatanras Polrestabes Surabaya melakukan pengejaran terhadap teman-teman pelaku saat melakukan perbuatan yang terekam oleh CCTV.

Sementara itu, dalam pengungkapan tersebut diamankan sejumlah barang bukti antara lain hasil rekaman CCTV di beberapa TKP dan sekitarnya, 2 buah sajam, 1 unit sepeda motor honda dengan Nopol L 4010 W, dua buah kunci model L, 1 buah obeng, 1buah dompet berisi uang tunai Rp 4 juta, 1 buah kalung emas dan 1 buah gelang emas.

Sedangkan pasal yang dilanggara para pelaku yaitu pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan sanksi pidana maksimal 7 tahun penjara.

Sekedar diketahui, Pasal 363 ayat (1) KUHP berbunyi:  

“Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah”.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Stres Kasus Cabulnya Terungkap, WNA Prancis Bunuh Diri di Rutan Polda

Read Next

Pekerja Rumah Tangga Wajib Dapat Perlindungan