Akibat “Di Rumah Aja”, Bisnis Tanaman Hias Naik Daun

Akibat "Di Rumah Aja", Bisnis Tanaman Hias Naik Daun

Konfirmasitimes.com-Jember (13/07/2020). Selama pandemi Covid-19 tercatat beberapa tren baru yang bermunculan di tengah masyarakat. Mulai dari tren “dalgona coffee” yang memikat hati anak-anak muda untuk berkreasi di rumah, aktivitas gowes bersama yang diminati hampir semua kalangan baik anak muda dan “Emak-emak”, hingga saat ini tren bercocok tanam aneka tanaman hias juga mulai digeluti sebagai pengisi waktu luang di rumah.

Seperti yang dirasakan oleh Ibu Luluk, pemilik toko tanaman hias berdomisili di Jember yang mengaku imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar ruuangan jika tidak terlalu penting, berbuah manis bagi pelaku bisnis tanaman hias miliknya.

“Dari adanya virus korona kan sekarang pada di rumah semua, kemungkinan besar pada bosen dan gak tau mau ngapain, akhirnya lari ke bercocok tanam sebagai pengisi waktu luang,” terangnya pada awak media Konfirmasi Times pada Minggu (12/07/2020).

Beliau juga mengungkapkan bahwa sebagian besar konsumen berasal dari kalangan Ibu rumah tangga yang memang menyukai tanaman hias. Semenjak pandemi jumlah konsumen meningkat sehingga stok tanaman yang ditawarkan terjual dalam waktu singkat.

“Apalagi para Ibu-ibu yang suka banget sama tanaman. Sekarang pembeli mulai meningkat di toko kami sampai-sampai stok cepat sekali habis” tambahnya.

Kepada konfirmasi Times, Elfira, yang juga ikut menjalankan bisnis tersebut mengatakan jika tanaman yang diperjualbelikan hasil budidaya sendiri sehingga dengan banyaknya pembelian membuat mereka cukup kewalahan.

“Kami kebetulan budidaya sendiri, jadinya sampai kewalahan karena yang nanam kalah dengan yang beli. Alhamdulillah setiap hari selalu ada pesanan,” terangnya dengan antusias.

Saat ditanya strategi khusus yang dilakukan untuk menarik hati konsumen, Safira mengaku melakukan promosi melalui sosial media, terutama instagram. Menariknya selain Ibu-ibu, konsumen juga banyak dari para penjual tanaman hias lainnya.

“Strategi kami hanya upload stok tanaman di sosial media. Toh sekarang semua pada pegang HP semua, misalnya melalui instagram. Gak hanya pembeli biasa yang beli disini tapi juga plant shop lainnya kulakan disini,” terangnya.

Merawat Tanaman Hias : Hobi Baru yang Produktif

Diwawancarai secara terpisah, Aswan Adi  salah seorang mahasiwa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor mengaku sedang menggeluti hobi yaitu merawat tanaman hias di sela-sela perkuliahan daring kepada awak media Konfirmasi Times, Minggu (12/07/2020).

“Lagi hobi menanam bunga, nggak bunga aja sih yang penting tanaman untuk mengisi pekarangan rumah,” ujar mahasasiswa yang berasal dari Paser, Kalimantan ini.

Adi menambahkan jika sebenarnya memang sudah menyukai kegiatan merawat tanaman sebelum pandemi Covid-19, namun karena sebagian besar waktu kini dihabiskan di rumah membuat hobinya semakin intens dilakukan.

“Awalnya karena memang di rumah sudah sering nanam-nanam bunga sejak dulu.. Cuman selama pandemi lebih intens aja nanamnya karena lebih banyak aktivitas di rumah.. Yah menurutku hal positif aja dan pastinya bermanfaat. Selain memang untuk memperindah pekarangan rumh.. Bisa mengisi waktu kosong di pagi hari” terangnya.

Saat ditanya jenis tanaman yang banyak dikoleksi, Adi mengaku banyak memilih jenis tanaman rambat dan bergantung untuk menghiasi rumahnya.

“Sekarang sih lebih banyak tanaman-tanaman yg jenis merambat dan bergantung gjtu.. Seperti Bunga Geri,  Bunga Gantung Sedum dan Bunga Gantung Sirih Blaster…,” ujarnya.

Dia juga menambahkan tak semua koleksi tanaman hias berasal dari membeli, sebagian justru didapatkan secara cuma-cuma.

“Jarang beli sih. Biasanya aku nggak sengaja dapat pas lagi jogging d sekitar kompleks rumahku,  kadang juga cuman dapat tanaman nganggur di pinggir selokan dan kadang juga d kasih tetangga yg hobby nanam juga. Paling kalau beli untuk beberapa jenis khusus aja…yg biasanya untuk hiasan di dalam rumah,” terangnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Wisatawan dan Warga Sambut Antusias Pembukaan Kembali Sejumlah Wisata di Semarang

Read Next

Penegasan Batas Wilayah Selesai Untuk Desa Melobok Tayan Hilir Sanggau