Jelang Idul Adha, RSUI Banyu Bening Boyolali Adakan Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban

Bapak Sulistyo, S.T., M.Si menyampaikan materi tentang penyembelihan hewan kurban secara halal di RSUI Banyu Bening Boyolali

Bapak Sulistyo, S.T., M.Si menyampaikan materi tentang penyembelihan hewan kurban secara halal di RSUI Banyu Bening Boyolali

Konfirmasitimes.com-Boyolali (12/07/2020). Bertempat di Aula Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Banyu Bening, Jl Waduk Cengklik Boyolali, Pada hari Sabtu 11 Juli 2020 di gelar pelatihan penyembelihan hewan kurban.

Pelatihan tersebut diadakan mengingat pentingnya penyembelihan hewan kurban yang mampu memenuhi syarat dan rukunnya, sesuai dengan tuntunan Islam.

Seperti kita ketahui tidak ada sebulan lagi umat muslim akan menyambut datangnya Idul Adha yang salah satunya ditandai dengan pemotongan hewan kurban, baik sapi, kambing, domba maupun lainnya.

Sebelum pokok materi disampaikan, dilakukan seremoni dari pihak RSUI Banyu Bening, dengan pembacaan Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta tidak lupa sambutan dari pihak RSUI Banyu Bening sebagai tuan rumah kegiatan. Pada kesempatan itu, pihak RS menyampaikan terimakasih terhadap pemateri dan seluruh peserta yang hadir. Selain itu juga menyampaikan tujuan diadakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen dan kontribusi RS dalam memajukan umat Islam. Dengan adanya pelatihan tersebut, peserta akan mampu menerapkan cara penyembelihan dengan aspek kehalalannya.

Bapak Sulistyo, S.T., M.Si menyampaikan materi tentang penyembelihan hewan kurban secara halal di RSUI Banyu Bening Boyolali
Bapak Sulistyo, S.T., M.Si menyampaikan materi tentang penyembelihan hewan kurban secara halal di RSUI Banyu Bening Boyolali

Pelatihan yang dimulai dari pukul 10.00 WIB berjalan dengan sangat seru dibawah pemateri Bapak Sulistyo,S.T., M.Si dari Prodi Peternakan Fakultas Peternakan UNS Surakarta. Pemateri menyampaikan pentingnya penyembelihan hewan kurban dengan memperhatikan unsur kehalalannya. Dimana ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, salah satunya penyembelih beragama Islam dan diutamakan yang sholatnya tidak pernah putus. Selain itu juga perlu diperhatikan sarana dan prasarana yang harus tersedia, misalnya pisau yang memenuhi syarat.

“Perlu diperhatikan yang paling  utama jika ingin memperoleh kehalalan dalam penyembelihan hewan kurban yakni penyembelih harus beragama Islam, minimal sholat lima waktu tertib. Selain itu juga pisau yang dipergunakan harus standar, setidaknya harus tajam dan memiliki panjang paling  tidak 1.5 Cm lebih lebar dari leher hewan kurban”, Ujar Sulistyo ketika memberikan materi pada Sabtu 11 Juli 2020.

Pemaparan tentang teknik pemilihan pisau yang standar
Pemaparan tentang teknik pemilihan pisau yang standar

Selanjutnya pemateri yang baru saja mengikuti sertifikasi penyembelihan hewan kurban di Bogor beberapa waktu lalu tersebut juga menyampaikan beberapa teknik penyembelihan halal terhadap hewan kurban. Diantaranya pemotongan harus dengan sekali potong dan tidak boleh diangkat pisaunya sebelum mengenai tiga saluran yang ada di leher hewan.

“Untuk memperoleh aspek kehalalan, pemotongan harus mengenai tiga saluran di leher hewan kurban dengan sekali potong dan pisau tidak boleh lepas dari posisi leher hewan tersebut”, Ujarnya lebih lanjut.

Berbagai peralatan standar dalam pemotongan hewan kurban
Berbagai peralatan standar dalam pemotongan hewan kurban

Selain itu pemateri juga menyampaikan sangat banyak seputar tehnik – tehnik memilih pisau yang bagus dan standar untuk menyembelih berikut contohnya. Tidak lupa karena masih dalam keadaan pandemi covid-19, pemateri juga menekankan pentingnya protokol kesehatan selama dalam proses penyembelihan hewan ternak tersebut.

Antusiasme Peserta

Pelatihan yang sudah diselenggarakan dua kali tersebut, diikuti tidak kurang dari tiga puluh peserta dengan penuh semangat dan antusias. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dari peserta yang hadir, namun karena terbatasnya waktu, panitia akhirnya membatasi pertanyaan yang ada dan bisa dilanjutkan melalui telepon kepada pemateri.

Sedangkan peserta kebanyakan berasal dari para takmir masjid dan mushola desa – desa yang ada di sekitar RS tersebut. Salah satunya Bapak Edi Mulyono yang berasal dari Mushola Al Khasan Desa Tanjungsari, Beliau sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini dan sempat bertanya beberapa kali terhadap pemateri.

Edi Mulyono, salah satu peserta pelatihan
Edi Mulyono, salah satu peserta pelatihan

“Saya datang mengikuti pelatihan ini bersama beberapa teman dari takmir mushola di Desa Tanjungsari, sangat senang dengan kegiatan tersebut karena jadi lebih tahu bagaimana cara menyembelih hewan kurban yang baik, sehingga aspek kehalalannya akan diperoleh”, ujar Bapak Edi Mulyono siang itu.

Selain itu, banyak peserta lainnya yang sangat puas mengikuti pelatihan ini meskipun hanya bersifat teori saja. Namun tidak menjadikan mereka berkecil hati mengingat jelang Idul Adha seperti ini, pelatihan penyembelihan hewan kurban yang baik memang sangat diperlukan bagi warga masyarakat di desa – desa khususnya. Selain itu pelatihan ini sangat menarik karena biasanya tukang jagal yang ada dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH), jumlahnya sangat terbatas dan biasanya warga melakukan pemotongan secara swadaya di masing – masing masjid atau mushola.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pasar Ikan Explorer 2020 Ungkap Kisah Babad Walangsungsang Asal Muasal Kota Cirebon

Read Next

Jatim Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Bisnis Online