Tiga Pilot Ditangkap Karena Narkoba, Kemenhub Tak Beri Ampun

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/07/2020). Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan menangkap tiga orang pilot terkait penyalahgunaan narkoba.  Para pilot tersebut bekerja di maskapai pelat merah dan swasta.

Tiga pilot yang ditangkap adalah tersebut berinisial IP, DC, dan DSK. Sedangkan 1 tersangka lainnya berinisial S diduga sebagai pemasok narkoba jenis sabu kepada pilot tersebut.

“Tiga adalah pilot maskapai penerbangan yang ada di Indonesia. Ketiga-tiganya dari maskapai yang berbeda,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono, Sabtu (11/07/2020)

Penangkapan sendiri dilakukan di Cipondoh Kota Tangerang, Green Lake, pada 6 Juli 2020 lalu. Mulanya petugas menangkap S selaku pengedar, yang ingin menjual barang haram tersebut kepada IP.

“Oleh IP sebagian narkotika jenis sabu tersebut dijual kepada DC dan oleh DC sebagian narkotika jenis sabu tersebut di jual kepada DSK,” paparnya.

Ditegaskan Budi, apa yang dilakukan para pilot tersebut yakni memakai narkoba sangatlah membahayakan para penumpang, oleh itu sanksi berat akan dijatuhkan kepada mereka.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti delapan paket sabu dengan berat 4 gram, satu buat timbangan digital, satu bungkus plastik klip bening dan tiga paket sabu dengan berat 0,90 gram serta satu alat hisap sabu dan satu korek gas dalam dompet warna merah.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) Sub Pasal 127 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009, Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Pakai Narkoba untuk Konsentrasi

Sementara itu berdasarkan keterangan ketiga pilot tersebut, narkoba jenis sabu yang dibeli untuk dikonsumsi secara pribadi, alias tidak dijual kembali.

Kepada penyidik mereka mengaku memakai sabu untuk meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Tapi para pilot tersebut tak menyebutkan apakah sabu itu dipakai usai penerbangan atau sesudah penerbangan.

“Yang bersangkutan sementara alasannya untuk konsentrasi. Kita tanya apakah pemakai sebelum penerbangan atau setelah, dia (para pilot-red) masih mengelak katanya setelah penerbangan,” papar Budi.

Antara IP, DS dan DSK dipastikan saling mengenal. Namun belum diketahui apakah para pilot itu memakai sabu secara bersama-sama atau sendiri-sendiri. Para pilot tersebut ditangkap di kediamannya masing-masing.

Adapun berdasarkan pengakuan, para pilot tersebut sudah memakai sabu selama tahunan. “Ada yang tiga tahun, empat tahun. Tapi ini masih pendalaman awal, nanti kita kembangkan,” pungkas Budi.

Kemenhub Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Sementara ituKementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan  menyerahkan seluruhnya proses hukum tiga pilot itu pada jajaran Polres Jakarta Selatan.

Kementerian Perhubungan memastikan  tidak akan mengintervensi proses hukum yang dilaksanakan pihak Kepolisian terhadap para pilot tersebut.

“Penanganan terhadap dugaan penyalahgunaan narkoba oleh pilot adalah wewenang penuh pihak kepolisian. Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengapresiasi kepolisian dalam upaya pemberantasan narkoba, khususnya yang dilakukan oleh pilot ataupun personel penerbangan,”  kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto.

“Saya pastikan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara tidak akan mengintervensi,” imbuhnya lagi.

Hal tersebut merupakan komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk mewujudkan penerbangan di Indonesia bebas dari penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Disebut Novie, salah satu wujud komitmen lainnya yakni adanya tes narkoba atau RUN (rapid Uuine napza) secara random dilakukan di bandara diseluruh Indonesia. Bahkan operator penerbangan diminta erus melakukan sosialisasi bahaya narkoba serta melakukan tes narkoba kepada para personelnya.

Selain itu dia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melindungi personel penerbangan yang terlibat dengan narkoba. Setiap personel penerbangan yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba tidak akan mendapat perlindungan dari Kementerian Perhubungan.

“Kami berkomitmen penuh dalam pemberantasan narkoba, demi terwujudnya penerbangan di Indonesia yang selamat, aman, dan nyaman,” pungkasnya.

Adapun Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pihaknya turut melakukan penelusuran lebih lanjut atas penangkapan pilotnya. Dipastikan Irfan, pilot yang tersandung narkoba akan langsung dipecat. Diketahui diantara yang ditangkap adalah pilot Garuda Indonesia.

“Garuda Indonesia tidak memberikan toleransi terhadap karyawan yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika dan akan menerapkan sanksi tegas, berupa pemutusan hubungan kerja (PHK),”  kata Irfan dalam keterangan tertulis.

Irfan pada kesempatan ini juga memastikan, secara berkala maskapai Garuda Indonesia melakukan pemeriksaan narkoba kepada seluruh pegawai, sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja sekaligus untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para penumpang.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Update Virus Corona 11 Juli 2020 Semua Provinsi Indonesia

Read Next

Dimulai Pekan Depan, Hewan Kurban Diperiksa di Jaksel