Kemlu Buka Suara, Kebijakan Baru AS Terkait Deportasi Pelajar Internasional

Harvard, MIT Ajukan Gugatan Tentang Aturan ICE Pada Siswa Internasional

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/07/2020). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan pemerintah Amerika Serikat (AS) menerapkan kebijakan  baru untuk pelajar, dan mahasiswa asing.

Kebijakan itu menyebabkan mahasiswa tidak bisa mengambil kelas online secara penuh, dan harus mengambil kelas tatap muka atau campuran. 

Hal itu disampailan Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Judha Nugraha, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (10/07/2020).

“Jika tidak bisa melakukan hal itu, maka konsekuensi adanya tindakan keimigrasian, termasuk deportasi,” ungkap Judha.

Menurut Judha, perwakilan RI telah melakukan komunikasi, tentunya pertama dengan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di AS atau Permias. Pertemuan itu dilakukan pada 9 Juli 2020 lalu, dan dalam pertemuan itu meyakinkan bahwa perwakilan Indonesia akan memberikan perlindungan dan berbagi pandangan mengenai hal ini.

“Selain itu, perwakilan Indonesia juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak kampus, meminta tanggapan kampus mengenai kebijakan baru tersebut,” ucap Judha.

Dia  menuturkan, perwakilan Indonesia juga sudah mengeluarkan imbauan kepada pelajar di AS untuk tetap tenang dan menghubungi perwakilan Indonesia jika mengalami permasalahan.

“Berbagai kampus di AS juga sudah mengajukan tuntutan kepada pemerintah federal untuk mencabut kebijakan tersebut dan telah menyesuaikan diri dengan membuat kelas tatap muka atau campuran,” sambungnya. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Warga Jakarta Bisa Gunakan Sepeda Sebagai Alat Transportasi

Read Next

Update Virus Corona 11 Juli 2020 Semua Provinsi Indonesia