Pemuda Desa Denggungan Boyolali, Diberdayakan Dengan Kelompok Hadrah

Istamar ketika pembukaan “Mabes” Assholihin Desa Denggungan

Istamar ketika pembukaan “Mabes” Assholihin Desa Denggungan

Konfirmasitimes.com-Boyolali (08/07/2020). Pemuda Desa merupakan potensi tersendiri bagi suatu daerah guna memajukan wilayahnya. Optimalisasi pemuda desa dapat dilakukan dengan berbagai cara, agar lebih bermanfaat dan dapat di dayagunakan. Namun jika remaja dan pemuda desa tidak terurus, maka bencana akibatnya. Mulai dari kenakalan remaja, kriminalitas, miras sampai pada penyalahgunaan narkoba merupakan dampaknya. Tidak salah jika pemuda dea salah satu faktor maju tidaknya desa.

Di Desa Denggungan Kecamatan Boyolali, pemuda desa di dayagunakan melalui kelompok Hadrah. Melalui kelompok ini diharapkan membawa pengaruh positif terhadap lingkungan sekitar serta membawa dampak signifikan dalam pelestarian budaya islami khususnya. Selain itu dengan adanya kelompok musik islami ini, kearifan lokal di desa tersebut akan tetap terjaga. Hadrah sendiri merupakan kelompok musik islam yang biasanya membawakan syair lagu – lagu religius sebagai sarana syiar. Diharapkan dengan adanya Hadrah, syiar melalui syair akan saling mendukung dan berjalan.

Kelompok Hadrah Assholihin ketika peresmiaan tempat latihan baru
Kelompok Hadrah Assholihin ketika peresmiaan tempat latihan baru

Menurut Istamar ketua kelompok sekaligus penggagas Hadrah Assholihin ini mengatakan, dibentuknya kelompok ini guna memberikan kegiatan positif terhadap para pemuda dan remaja di desanya. Dengan adanya kelompok musik islami tersebut, diharapkan dapat menangkal berbagai dampak negatif dari perkembangan jaman, seperti kenakalan remaja, miras, kriminalitas serta pergaulan bebas yang berakibat hamil sebelum nikah.

“Awal di bentuknya Hadrah Assholihin di Kampung Nglundu Desa Denggungan ini karena saya merasa prihatin dengan banyaknya remaja dan pemuda yang kurang produktif, bahkan cenderung pada tindakan yang tidak baik, semisal miras, judi bahkan banyak yang hamil di luar nikah. Oleh karenanya, pada sekitar tahun 2017 an, saya memiliki ide untuk membentuk kelompok musik islam ini”, terang Istamar pada awak media Konfirmasitimes.com pada Selasa 07 Juli 2020.

Istamar ketika pembukaan “Mabes” Assholihin Desa Denggungan
Istamar ketika pembukaan “Mabes” Assholihin Desa Denggungan

Selanjutnya bersama beberapa teman satu pengajian yang ada di desa tersebut, Istamar menawarkan untuk membentuk kelompok Hadrah tersebut, namun dengan satu sarat harus betul – betul serius. Hal ini dikarenakan pengalaman dia dahulu pernah membuat kelompok yang sama namun bubar, sebab anggotanya tidak banyak yang bertahan, karena banyak warga menganggap kelompok musik hadrah adalah kampungan. Akhirnya gagasan itu dapat diterima teman – temannya dan bertahan serta berkembang sampai sekarang dengan anggota total lebih dari empat puluhan pemuda dan pemudi desa.

“Sekarang anggota kita ada lebih dari empat puluhan pemuda dan pemudi, namun untuk latihannya kita pisah, biasanya laki – laki sendiri dengan langsung saya pimpin dan perempuan tersendiri dengan di pimpin kawan yang lain. Selain itu saya selalu bilang kepada teman – teman jika kita mau berbuat, salah satunya kita harus tahan dengan omongan orang”, terangnya lebih lanjut.

Mulai Berkembang Dengan Tempat Baru

Pelan namun pasti, kelompok Hadrah Assholihin ini sekarang sudah mulai berkembang, hal ini ditandai dengan banyaknya tawaran untuk pentas pada acara – acara tertentu, semisal pengajian, pernikahan dan lain sebagainya. Bahkan kelompok ini sudah sering pentas keluar daerah Boyolali serta banyak mengikuti festival dan kompetisi kesenian islam, meskipun masih dalam tingkat daerah dan lokal.

“Alhamdulillah, untuk pentas ada saja jadwalnya. Karena kemarin sempat pendemi covid-19, banyak pentas kita yang sedianya dijadwalkan akhirnya batal. Namun sekarang sudah mulai aktif kembali, baik latihan rutin setiap malam sabtu maupun jadwal pentas. Seperti besok taggal 18 Juli 2020 kita ada  undangan untuk sebuah acara di daerah lain”, Ujar Istamar yang juga pemilik bengkel las besi tersebut.

Sedangkan untuk tarifnya sendiri, kelompok hadrah ini tidak mematok tarif pasti dan hanya mengandalkan pemberian seikhlasnya dari orang yang mengundang mereka untuk membawakan lagu – lagu islami.

Hendra (kedua dari kiri) ketika suasana latihan
Hendra (kedua dari kiri) ketika suasana latihan

“Untuk tarif, kita tidak mematok harga, terserah mau di kasih alhamdulillah jika tidak juga tidak apa-apa, kita sudah diundang dan dapat pentas sudah sangat senang sekali”, kata Hendra salah satu anggota kelompok Hadrah ini, sekaligus mahasiswa Amikom Solo yang juga sebagai penggerak kelompok ini.

Beberapa hari yang lalu, kelompok ini juga telah meresmikan tempat untuk biasa latihan bersama, mereka biasa menyebut dengan “Mabes” Hadroh Assholihin, yang terletak di pinggir sungai yang juga merupakan masih tanah keluarga Istamar.

Suasana latihan setiap malam sabtu
Suasana latihan setiap malam sabtu

“Alhamdulillah, beberapa hari lalu kita menempati tempat baru untuk latihan bersama. Selama ini kita latihan dirumah warga, banyak warga yang mengeluh dan terganggu, dengan adanya tempat latihan baru ini, semoga menjadi lebih berkembang dan terus mensyiarkan islam dengan syair – syair kita”, tutup Istamar mengakhiri perbincangan sore itu.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

AC Milan VS Juventus, Hasil Pertandingan yang Mengejutkan

Read Next

Di Pesisir Selatan, 325 Rumah Terima Bantuan Akan di Rehap