Surabaya Minta Ibu Hamil Tunda ke Faskes Jika Tak Genting

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/07/2020). Walikota Surabaya Tri Rismaharini menggelar pertemuan melalui video conference dengan RT, RW dan Camat se-Kota Surabaya di Halaman Balai Kota Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Risma menghimbau kepada seluruh warga agar saling mengingatkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam keterangannya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Sabtu (04/07/2020) mengatakan bahwa yang harus diperhatikan dalam melawan pandemi ini adalah kedisiplinan warga untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering cuci tangan. Ia juga berharap, warga dapat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan.

“Saya juga berharap bapak-ibu untuk tidak keluar kalau tidak terpaksa, supaya kita tidak gampang terserang. Karena kadang kita yang terserang kuat, tapi kita menulari orang lain yang fisiknya tidak sekuat kita. dampaknya bisa meninggal itu” jelas Risma.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden UCLG Aspac ini juga meminta agar ibu hamil juga betul-betul menjaga kondisinya dan bayi dalam kandungan. Bahkan untuk pemeriksaan rutin, Wali Koota Risma meminta agar mereka tidak check up di puskesmas tetapi di Rumah Sakit Ibu dan Anak. Sebab, puskesmas juga melayani rapid test dan swab untuk warga dengan status ODP dan PDP.

“Semua seluruh RW kalau ada warganya yang hamil jangan boleh ke puskesmas. Karena kondisinya berat. Takutnya tertular. Jadi langsung dibawa ke RS Ibu dan Anak,” paparnya.

Risma mengatakan jika warga tersebut tidak ada kendaraan, dapat menghubungi Command Center (CC) 112. Nantinya ibu hamil tersebut akan dijemput dan diantar kembali pulang seusai menjalani pemeriksaan kehamilan.

“Tidak apa-apa jauh. Yang penting aman. Nanti kalau tidak ada kendaraan hubungi 112 ya,” jelasnya.

Wali Kota Risma juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak pasa akhir pertemuan. Mulai dari RT, RW, kelurahan, kecamatan, TNI, dan Polri yang sudah berbondong-bpndong berjuang bersama dalam memutus penyebaran pandemi global ini.

“Ketua RT, RW di Surabaya itu top!! Saya matur nuwun (terima kasih), ayo kita kerja terus. Juli selesai. Bisa? Berani enggak? Bulan depan kita merdeka,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Brazil Izinkan Museum, Bioskop dan Teater Kembali Dibuka

Read Next

Wajibkan Caleg Raih Minimal 100 Ribu Suara, Golkar Jatim Target Menang Pemilu 2024