Nasib Pengintip Pengunjung Starbucks, Status Tersangka dan Dipecat

starbucks

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/07/2020). Kasus dugaan pelecehan seksual eks dua karyawan Starbucks, DD (20) dan KH (20) yang mengintip pengujung dengan CCTV telah didalami Polres Metro Jakarta Utara. Satu dari dua keryawan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Nasib Pengintip Pengunjung Starbucks, Status Tersangka dan Dipecat

Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, motif tersangka D merekam dan menyebarkan video tersebut ke Instagram pribadinya hanya untuk mengerjai rekannya K. Namun aksi bercanda itu berujung pada laporan polisi

“Jadi ini keisengan dari tersangka D yang menggoda saksi K, yang saat itu ada kenalannya saudari VA yang datang ke kedai itu,” jelas Kombes Budhi dalam keterangannya pada Sabtu (04/07/2020).

Menurut Budhi, kedua karyawan Starbucks itu memang sudah mengenal korban VA. Bahkan pelaku K tengah dekat dengan VA. Sebagai barista K sering melayani pesanan VA.

Karena itu, saat korban VA datang bersama rekannya ke Starbucks dan duduk di sebuah meja, pelaku melancarkan aksinya mengintip payudara korban melalui kamera CCTV.

“VA ini pelanggan kedai kopi sehingga K sebagai barista sering melayani dan akhirnya tahu. Nah teman-temannya menganggap K ini sedang PDKT dengan VA, sehingga sering diisengi ataupun dibencandai,” tukasnya.

Selain diamankan polisi, mereka harus menerima konsekuesi hukuman dari perusahannya. DD dan KH kini resmi dipecat. Kabar tersebut disampaikan langsung pihak manajemen melalui akun Instagram resmi perusahaan.

“Starbucks Indonesia merasa sangat tidak nyaman setelah mengetahui adanya insiden di dalam area gerai kami yang harus disikapi secara serius,” tulis akun Instagram resmi Manajemen Starbucks Indonesia.

“Perilaku tersebut di luar norma-norma yang sangat kami junjung, di mana kami menerapkan standar yang tinggi agar setiap pelanggan di seluruh gerai merasa nyaman dan aman,” sambungnya.

Pihak manajemen menyebut aksi keduanya tidak dapat ditoleransi, sehingga diambil keputusan tegas. Mereka juga memastikan bahwa tindakan ini tidak terulang lagi dikemudian hari.

“Kami telah menindaklanjuti dan memastikan hal ini tidak akan terulang kembali. Perilaku tersebut tidak dapat ditoleransi dan kami memastikan bahwa individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama Starbucks Indonesia,” jelasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Desa Bayah Barat Lakukan Pemutakhiran DTKS Agustus

Read Next

Asal Mula Pintu Gerbang Pasifik di Sulawesi Utara