Perubahan Baru: Cetak Ulang Kartu UTBK SBMPTN 2020 Terakhir 2 Juli

Perubahan Baru: Cetak Ulang Kartu UTBK SBMPTN 2020 Terakhir 2 Juli

Konfirmasitimes.com-Sumut (01/07/2020). Terkait penerapan kewajaran baru (new normal), berbagai perubahan juga harus dialami pihak dan diumumkan pihak Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Terbaru, dalam keterangan tertulis resminya, LTMPT mengeluarkan anjuran baru agar peserta UTBK SBMPTN 2020 mencetak ulang lagi kartunya paling lama pukul 12.00 WIB pada 2 Juli 2020 (29/06/2020).

Perubahan Baru: Cetak Ulang Kartu UTBK SBMPTN 2020 Terakhir 2 Juli

Menurut Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) bernomor 15/SE.LTMPT/2020 tentang relokasi UTBK SBMPTN 2020, perubahan ini frekuensi ujian karena perubahan frekuensi dari 4 (empat) sesi menjadi 2 (dua) sesi.

Ada lima poin penting yang harus diperhatikan. Poin (1), seperti tertuang dalam keterangan resminya disebutkan, “Setiap peserta wajib mencetak ulang kartu tanda peserta melalui http://portal.ltmpt.ac.id pada menu Pendaftaran UTBK-SBMPTN mulai tanggal 29 Juni 2020 pukul 14.00 WIB sampai dengan 2 Juli 2020 pukul 12.00 WIB.”
Kata Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), pencetakan ulang ini dilakukan karena penjadwalan ulang UTBK 2020 sudah selesai dilaksanakan. Karena itu, peserta wajib mencetak ulang lagi kartunya. Di samping itu, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tidak menyelenggarakan UTBK dengan berbagai pertimbangan. 

Maka, pada poin (2), semua peserta yang sebelumnya memilih untuk mengikuti tes di Pusat UTBK UNESA direlokasi atau dipindah ke Pusat UTBK Universitas Airlangga (UNAIR) dan Pusat UTBK Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Lalu, bagi peserta di tahap I yang tak bisa ikut tes harus melapor ke pusat UTBK. “Peserta yang mendapatkan jadwal untuk mengikuti tes pada pelaksanaan UTBK tahap I (5-14 Juli 2020) dan tidak dapat mengikuti tes karena tidak memenuhi persyaratan Satgas Covid-19 daerah diwajibkan melapor ke Pusat UTBK di mana yang bersangkutan harus mengikuti tes (sesuai yang tercetak pada kartu tanda peserta yang baru) paling lambat pada tanggal 2 Juli 2020 pukul 16.00 WIB,” demikian bunyi poin (3).

Namun, poin (3) ini sangat ketat. Perlu persetujuan dari pihak Pusat UTBK. “Jika permohonan disetujui oleh Pusat UTBK, peserta akan direlokasi ke pelaksanaan UTBK Tahap II,” kata LTMPT.

Sementara itu, pada poin (4), dijelaskan detail prosedur bagi peserta yang tidak dapat mengikuti tes di Pusat UTBK yang telah ditetapkan karena alasan keadaan memaksa dan peserta tetap harus melapor ke pusat UTBK bersangkutan.

“Peserta yang mendapatkan jadwal untuk mengikuti tes pada pelaksanaan UTBK tahap II (20-29 Juli 2020) dan tidak dapat mengikuti tes di Pusat UTBK yang telah ditetapkan karena alasan keadaan memaksa/ force majeur (seperti: kesulitan akses untuk datang ke lokasi ujian, bencana, dan sebagainya) dan/atau tidak memenuhi persyaratan Satgas Covid-19 daerah, peserta diwajibkan melapor Pusat UTBK di mana yang bersangkutan harus mengikuti tes (sesuai yang tercetak pada kartu tanda peserta yang baru) pada tanggal 6-10 Juli 2020 pada jam kerja,” demikian bunyi poin (4).

Lalu, pada poin (5) terkait dengan poin (3) dan poin (4). Pada poin (5) disebutkan, “Peserta wajib menyampaikan laporan pada butir 3 dan 4 dengan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya. Jika ternyata laporan yang disampaikan tidak, peserta tidak diperbolehkan untuk mengikuti UTBK,” begitu bunyi poin (5). 

Jadi, bagi peserta UTBK, harap mencetak ulang kartunya supaya tetap bisa ikut tes. Bagi calon yang tempatnya direlokasi dan dalam keadaan memaksa, persetujuan pun harus diusahakan dengan cepat ke pusat UTBK bersangkutan.

Sebagai informasi, sebelumnya, pelaksanaan UTBK dibuat 4 (empat) sesi. Sesuai peraturan terbaru, kini dipersempit menjadi 2 (sesi) per harinya. Ada pun rincian waktunya adalah pukul 09.00-11.15 (sesi pertama) dan pukul 14.00-16.15 (sesi kedua). 

Setelah sesi pertama selesai, ada waktu sekitar 2 jam 45 menit. Menurut LTMPT, dalam keterangan tertulisnya, dibuat untuk sterilisasi ruangan sebagai syarat protokol kesehatan. Sangat penting diketahui, dalam siaran langsungnya, LTMPT menyebut peserta harus mematuhi aturan protokol kesehatan. 

“Siswa yang tidak memenuhi standar kesehatan tidak diizinkan untuk mengikuti ujian dantidak ada penggantian jadwal ujian di lain waktu,” begitu bunyi siaran pers dari LTMPT.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Penangkapan Pekerja Swasta Pengedar Narkotika Wilayah Balangan

Read Next

Perpustakaan Tingkatkan Literasi Warga Binaan Rutan Paser Kaltim