Pangkas Birokrasi Urus Asuransi Kecelakaan, Polda Jatim Luncurkan Program TACS

Pangkas Birokrasi Urus Asuransi Kecelakaan, Polda Jatim Luncurkan Program TACS

Konfirmasitimes.com-Surabaya (01/07/2020). Bertepatan HUT Bhayangkara ke 74, Polda Jatim meluncurkan aplikasi berbasis web bernama Traffic Accident Claim System (TACS). Aplikasi ini merupakan hadiah Polda Jatim untuk masyarakat Jatim khususnya untuk memutus birokarasi berbelit saat korban kecelakaan melakukan klaim asuransi.

Program ini bermula dari kepedulian korban kecelakaan lalu lintas di Jatim dan kemudian pihak kepolisian menginisiasi aplikasi tersebut untuk mempermudah  proses pelayanan dan klaim asuransi terhadap korban laka lantas di jalan.

Kapolda Jatim Irjen  Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan TACS sudah melakukan MoU dengan 139 rumah sakit di Jawa Timur. Fadil menyebut korban laka lantas bisa dipermudah klaim asuransi Jasa Raharja hingga BPJS.

“Di Jatim ada 139 RS. Ke depan puskesmas yang bisa melakukan rawat inap bisa melakukan sistem ini. Aplikasi ini memudahkan masyarakat korban lantas mendapatkan klaim asuransi Jasa Raharja yang tercover BPJS agar mendapatkan layanan kesehatan,” papar Fadil disela-sela peresmian TACS di  Mapolda Jatim, Selasa (30/06/2020).

Mantan sahli Kapolri bidang sosbud ini mengatakan dengan aplikasi ini bisa menekan angka fatalitas akibat kecelakaan. Sebagaimana TACS merupakan hadiah pada masyarakat di Hari Bhayangkara ke 74.

“Mudah-mudahan masyarakat makin terlayani dalam menghadapi new normal. Ini kita persembahkan pada masyarakat untuk kado Hari Bhayangkara ke 74 besok,” harap  pria kelahiran Makassar ini.

Sedangkan gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan inovasi ini merupakan sinergitas dari empat hal penting. Pertama ada sistemisasi dalam Polri yang protomoter, persiapan menuju new normal, penguatan kebutuhan Indonesia menuju era 4.0, dan bagaimana memberikan kecepatan, ketepatan dan percepatan layanan pada masyarakat.

“Empat hal ini menjadi inovasi untuk kita terus bergerak progresif dan manfaatnya besar, bukan bagi masyarakat saja tapi bagi bangsa dan Indonesia,” kata mantan Menteri Sosial ini.

Selain itu, Khofifah berharap hal ini seiring dengan program Pemprov Jatim yang CETTAR. Khofifah ingin program TACS ini bisa menggandeng lebih banyak RS hingga puskesmas agar menjangkau masyarakat lebih luas.

“Artinya bahwa CETTAR yang menjadi tagline kerja kami di pemprov, kami mendapatkan energi luar biasa dari diluncurkannya TACS. Di semua lini, ini sesuatu yang diharapkan masyarakat. Hari ini di tengah pandemi COVID-19 ada pikiran out of the box yang muncul. Pikiran out of the box ini muncul dari Dirlantas Polda Jatim,” imbuh wanita yang juga Ketum Muslimat NU ini.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan mengatakan dengan program ini bisa semakin luas terlebih dalam melakukan MoU bisa lebih luas hingga tingkat puskesmas.

“Harapan kami ke depannya bisa tercover semua ke seluruh Jatim,” jelasnya.

Dikatakan oleh Budi, manfaat TACS ini memutus tali birokrasi yang panjang dalam pengurusan asuransi kecelakaan.” Sekedar diketahui dari data kami ada 51,7 persen korban laka lantas di Jatim dialami oleh usia produktif 16 hingga 40 tahun. Kami ingin edukasi supaya usia produktif bisa ditekan agar tidak menjadi korban. Program ini untuk mewujudkan integrasi penanganan laka lantas,” jelas pria peraih bintang Bhayangkara Nararya ini.

Mantan Dirlantas Polda NTB ini mengatakan program ini sudah tersebar ke seluruh Polres se Jayim dimana sudah bekerja sama dengan  rumah sakit yang dikelola pemda setempat maupun pihak swasta.

“Dengan program ini kami berharap bisa menekan korban laka lantas di Jatim,” jelasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Telah Tutup, PPDB SMP Negeri Kota Pariaman

Read Next

Pemkab Bojonegoro Terus Lakukan Perbaikan Infrastruktur Pembangunan Jalan