Jack Lapian dan Titi Empel jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Pendiri Kaskus

Jack Lapian dan Titi Empel jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Pendiri Kaskus

Andrew Darwis

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/07/2020). Bareskrim Polri akhirnya menetapkan Jack Boyd Lapian dan Titi Sumawijaya Empel sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik terhadap pendiri Kaskus, Andrew Darwis.

Jack Lapian dan Titi Empel jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Pendiri Kaskus
Andrew Darwis

Penetapan keduanya sebagai tersangka, usai jajaran Subdit 4 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada 16 Juni 2020 melakukan gelar perkara berdasarkan LP Nomor: LP/B/097/XI/2019/Bareskrim bertanggal 13 November 2019 dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Jack Boyd Lapian dan Titi Sumawijaya Empel terhadap Andrew Darwis.

“Dari hasil gelar perkara tersebut diputuskan bahwa JBL (Jack Boyd Lapian) dan TSE (Titi Sumawijaya Empel) dinaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Selasa (30/06/2020).

“Dari hasil gelar perkara tersebut diputuskan bahwa JBL (Jack Boyd Lapian) dan TSE (Titi Sumawijaya Empel) statusnya dinaikan dari saksi menjadi tersangka,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa (30/06/2020).

Sebelum menetapkan tersangka, disebut Awi, penyidik telah terlebih dahulu memeriksa saksi-saksi yang totalnya mencapai 14 orang. Diantara saksi adalah saksi ahli bahasa satu orang dan saksi ahli pidana satu orang.

Andrew Darwis diketahui melaporkan keduanya pada 13 November 2019, dia merasa rugi material dan imaterial karena Titi mengadukan dirinya dengan dugaan tindak pidana pencucian uang. Selain itu, Jack Boyd Lapian mengeluarkan kata- kata ‘kami duga Andrew Darwis melakukan pemalsuan dan juga tindak pidana pencucian uang’, hal itu membuat Andrew Darwis memutuskan untuk melaporkan keduanya.

Kasus dugaan TPPU ini diawali ketika Titi meminjam dana Rp18 miliar kepada David Wira, orang kepercayaan Andrew, pada November 2018. Namun dia mengaku hanya mendapatkan Rp5 miliar. Titi juga menyertakan sertifikat bangunan miliknya di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan, sebagai agunan.

Selanjutnya, proses Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dibuat Titi dengan Susanto (pria yang dicurigainya sebagai anggota sindikat bersama David. Menurut Titi, sindikat itu memalsukan PPJB miliknya dari bertahap menjadi lunas.

Atas perbuatannya, Jack disangka melanggar Pasal 45 (3) Jo Pasal 27 (3) UU RI No 19 th 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE (informasi dan Transaksi Elektronik); Sementara itu, untuk tersangka Titi, atas perbuatannya, Ia disangka melanggar Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

“Rencana para tersangka akan dilakukan pemeriksaan pada hari kamis tanggal 2 Juli 2020 dan surat panggilan sudah dikirimkan sejak tanggal 29 Juni 2020,” tutup Awi.

Sebelumnya, Titi Sumawijaya Empel bersama penasihat hukumnya Jack Boyd Lapian melaporkan Andrew Darwis ke Polda Metro Jaya karena merasa tertipu.

 Titi melaporkan Andrew berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/2959/V/2019/PMJ/DitReskrimsus dengan tuduhan Pasal 263 ayat (2) KUHP dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Titi Empel Terlebih Dulu Laporkan Andrew Darwis

Diketahui pada pertengahan September 2019 lalu, Titi terlebih dulu melaporkan Andrew Darwis ke Polda Metro Jaya dengan dugaan penipuan terkait peminjaman uang.

Lalu oleh penyidik, kasus itu naik ke tahap penyidikan. Alasannya, polisi menemukan dugaan tindak pidana atas pelaporan tersebut.

“Baru naik ke penyidikan, karena pada proses penyelidikan kami mendapati adanya dugaan pidana,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin 11 November 2019 silam.

Sebagaimana diketahui, laporan tersebut teregister dalam nomor LP/2959/V/2019/PMJ/Dit Reskrimsus dengan pelapor Titi Sumawijaya dan terlapor Andrew Darwis.

Andrew Darwis dilaporkan atas dugaan pemalsuan atau penipuan atau tindak pidana pencucian uang. Hal itu tertuang pada Pasal 263 Ayat (2) KUHP dan/atau Pasal 3,4,5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Jack Boyd Laporkan Titi Empel

Sementara itu pengacara Jack Boyd Lapian melaporkan mantan kliennya, Titi Sumawijaya Empel, ke Polda Metro Jaya. Laporan terkait dugaan penipuan tersebut bernomor LP/3075/VI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ terkait penipuan dalam Pasal 378 KUHP.

Jack Lapian dan Titi Empel jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Pendiri Kaskus
Jack Lapian

Pembuatan laporan tersebut diungkapkan Jack Lapian berawal dari pendampingan hukum yang dilakukannya terhadap Titi Sumawijaya atas kasus Penipuan jual beli ruko di Jalan Panglima Polim Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Februari 2019.

Ketika itu, dirinya menjadi kuasa Titi Sumawijaya melawan almarhum Susanto. Kasus tersebut pun disidangkan dan dimenangkan pihaknya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan katanya menjatuhkan vonis bersalah kepada Kevin, putra dari almarhum Susanto karena terbukti melakukan pemalsuan sertifikat ruko.

Namun, usai memenangkan persidangan, Titi Sumawijaya justru kembali melaporkan Pendiri Kaskus Andrew Darwis ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/2959/V/2019/PMJ.Dit.Reskrimsus pada Mei 2019.

Langkah tersebut dinilai Jack tidak tepat. Sebab berdasarkan hasil kajian bersama pakar hukum pidana, kasus yang menyeret Andrew Darwis merupakan perdata, bukan pidana. Karena diketahui Andrew Darwis merupakan pembeli ruko beritikad baik dengan Susanto.

Terkait hal tersebut, dirinya merasa diperalat dan dimanfaatkan oleh Titi Sumawijaya. Karena diketahui, Titi Sumawijaya sebelumnya akan berdamai jika Andrew Darwis membeli ruko tersebut senilai Rp 55 Miliar.

Nilai yang ditegaskan Jack  sangat timpang dengan harga pasaran. Selain itu, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) ruko hanya sebesar Rp 14 miliar.

“Saya pribadi melihat Titi Sumawijaya mau ‘damai’, tapi orientasinya kepada dugaan Pemerasan terhadap terlapor saudara Andrew Darwis,” saat itu. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Buka Mulai Jumat ini, Makam Kyai Ageng Muhammad Besari

Read Next

Peringati Hari Jadi Jalasenastri ke-74, Korcab Adakan Lomba Kekinian Meski di Rumah Aja