Sediakan Jasa Esek-Esek, Café Di Blitar Digrebek Polda Jatim

Sediakan Jasa Esek-Esek, Café Di Blitar Digrebek Polda Jatim

Konfirmasitimes.com-Surabaya (30/06/2020). Unit III Asusila Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum ) Polda Jatim melakukan penggrebekan sebuah café yang bernama R3 Café yang berada di daerah Rejosan, Nglegok Kabupaten Blitar, Senin (29/06/2020).

Café tersebut digrebek karena menyediakan jasa esek-esek bagi pria hidung belang.

Dalam pengungkapan tersebut diamankan 19 orang diantaranya,

  1. Tio, 24 th, alamat Jl. Kalideres, Kota Blitar (waiters),
  2. Suharianto, 27 th, Alamat Ngoran, Blitar (security),
  3. Febri, 22 th, alamat Ngoran, Blitar (waiters),
  4. Haris, 27 th, alamat Karang bendo Blitar (waiters),
  5. Doni 25 th, alamat Jl. Kalideres, Blitar (waiters) ,
  6. Clara, 40 th, Alamat Kanigoro Blitar (MAMI),
  7. Dona, 19 TH, Alamat Lodoyo Blitar (Ladies Companion),
  8. Risma, 29 TH, Alamat Semen Blitar (Ladies Companion),
  9. Sugeng 31 TH, Alamat Wlingi Blitar (kasir),
  10. Rina, 26 TH, Alamat Gandusari Blitar (Ladies Companion),
  11. Riana 26 th, alamat Kemloko, Nglegok, Kab. Blitar (Ladies Companion),
  12. Wahyu Yuliastuti, 26 TH, Alamat Tumangsari, Cepogo, Kab. Boyolali (Ladies Companion),
  13. Wanda Elizia Novitasari 19 TH, Alamat Nganjuk (Ladies Companion),
  14. Yeyen Fatma 29 th, Alamat Lodoyo Blitar (Ladies Companion),
  15. Irma Nur Amadiya 24 th, Alamat Nglegok Blitar (Ladies Companion),
  16. Delika Selvianita 30 th, Alamat Malang (Ladies Companion),
  17. Vikaloka 20 th, Alamat Tulungagung (Ladies Companion),
  18. Linda Puspita Sari 35 th, Alamat Perum Permata Kota III, Boyolangu, Tulungagung (Ladies Companion) dan
  19. Emilya Novita Sari 19 th, Alamat Jalan Gatot Subroto kabupaten Malang (Ladies Companion).

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan saat ini sudah diperiksa 12 orang dari 19 orang yang diamankan untuk pengungkapan tersebut.

“Berbagai alat bukti unsur tindak pidananya yang memudahkan perbuatan cabul termasuk menyediakan tempat sudah dilakukan penyitaan. Sedangkan dalam kasus ini yang ditetapkan tersangka bernama Dicky (30) seorang waitres di café tersebut,” ungkapnya di Mapolda Jatim, Selasa (30/06/2020).

Trunoyudo mengatakan pada saat penggerebekan dan penggeledahan tersebut petugas mendapati seorang Ladies Companion atau LC sedang melakukan hubungan seks di dalam room karaoke VIP 4 dengan posisi Ladies Companion atau LC duduk diatas pangkuan tamu laki – laki dengan tidak memakai celana dalam dan roknya diangkat sepinggang. 

Setelah mengetahui hal tersebut petugas kepolisian mengamankan LC tersebut.

Untuk tarif yang dipasang pihak pengelola cafe untuk pria hidung belang untuk bisa kencan dengan wanita penghibur yang disediakan, kata mantan Kabidhumas Polda Jabar ini mengatakan tarif yang dipasang kisaran Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta.

Sedangkan barang bukti yang diamankan, lanjut Trunoyudo, diamankan sejumlah barang bukti antara lain  1 (satu) buah celana dalam wanita warna putih,1 (satu) buah BH warna biru dongker, 1 (satu) buah kondom bekas pakai dan  uang tunai sebesar Rp. 1.845.000,- (dari kasir).

Untuk pasal yang dijeratkan kepada tersangka Trunoyudo mengatakan penyidik akan menjeratnya dengan pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana maksimal satu tahun penjara.

“Karena ancaman pidananya maksimal 1 tahun penjara, tersangka tidak dilakukan penahanan. Namun dikenakan wajib lapor,” terangnya.

Sedangkan dengan keberadaan café tersebut, sambung mantan kapolres Purwakarta ini mengatakan bahwa pihak Polda Jatim menyerahkan ke Polres setempat untuk berkoordinasi dengan Pemda setempat.

”Untuk penutupan bukan ranah kami yang berwenang pemda setempat,” tandasnya.

Sekedar diketahui, Pasal 296 KUHP berbunyi : Barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

Sedangkan pasal 506 KUHP berbunyi: Barang siapa sebagai mucikari (souteneur) mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

SIM Gratis untuk Kelahiran 1 Juli

Read Next

Reformasi Birokrasi Bisa Berhasil Jika Didukung Ini