Harganas, Pemkab Semarang Tingkatkan Kinerja Pelayanan Puskesmas dan Klinik KB

Konfirmasitimes.com-Jakarta (30/06/2020). Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB akan menjalin kerja sama intensif dengan 56 klinik keluarga berencana, guna mengejar target pencapaian 23.000 akseptor baru.

Dalam keterangannya Kepala DP3AKB, Romlah, di sela-sela mendampingi Bupati Semarang H Mundjirin meninjau pelayanan KB di Puskesmas Bringin, Senin (29/06/2020) mengatakan bahwa perluasan jejaring fasilitas pelayanan itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada pasangan usia subur yang akan mengikuti program KB. Klinik KB juga akan dilibatkan lebih intensif untuk memperbanyak jumlah fasilitas pelayanan KB.

“Kerja sama ini diharapkan dapat menambah jumlah akseptor KB baru,” kata Kepala DP3AKB.

Dijelaskan, peninjauan pelayanan KB itu merupakan rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 tingkat Kabupaten Semarang.

Di tingkat nasional, peringatan Harganas menyelenggarakan kegiatan pelayanan sejuta akseptor KB. Kabupaten Semarang mendapat jatah melayani 2.146 akseptor.

Romlah juga menambahkan bahwa pencapaian akseptor KB baru yang hanya 30 persen pada semester pertama tahun ini terhitung seret. Hal itu karena ada PUS yang merasa khawatir atau takut untuk mengikuti pelayanan saat pandemi Covid-19.

Namun dia optimis lewat kerja sama intensif fasilitas kesehatan milik Pemkab Semarang dan swasta, akan banyak PUS yang akan terlayani.

Dia optimis pencapaian target akan maksimal lewat kerja sama itu. Salah satu bukti adalah target pelayanan dua ribu akseptor dalam sebulan di peringatan Harganas tahun ini dapat terpenuhi.

“Kita akan meningkatkan kinerja pelayanan di enam bulan mendatang bekerja sama dengan Puskesmas dan klinik KB yang ada,” terangnya lagi.

Bupati H Mundjirin mengatakan bahwa selain di Puskesmas Bringin, peninjauan pelayanan KB di Puskesmas Ungaran Kecamatan Ungaran Barat. Saat peninjauan, Bupati sempat berdialog dengan salah seorang calon akseptor KB.

Pemkab Semarang tetap memegang komitmen untuk menjalankan pelayanan KB yang bermutu kepada masyarakat.

Pemkab Semarang juga menyiapkan satu bus pelayanan KB keliling untuk menambah jangkauan pelayanan. Di bus pelayanan itu dapat dilayani semua jenis alat kontrasepsi (alkon) dan lebih nyaman.

Bupati juga berharap warga tidak perlu takut mengikuti pelayanan KB di beberapa fasilitas kesehatan yang ada.

“Jangan takut untuk ikut KB. Pelayanan tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pantai Glagah Kulonprogo, Laguna Barat Dibuka Kembali Disambut Euforia Para Pengunjung

Read Next

Olahraga Bisa Pengaruhi Komposisi ASI